Video `Senggol` TNI Viral, Kapolres Karawang Minta Maaf

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 10 Mei 2018 17:58
Video `Senggol` TNI Viral, Kapolres Karawang Minta Maaf
Tak hanya disitu, Kapolres Karawang itu juga dimutasi.

Dream - Sebuah video permohonan maaf Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan tengah menjadi viral di sosial media. Orang nomor satu di jajaran Polres Karawang itu dianggap menyinggung kesatuan TNI.

Dalam video yang beredar di akun @tnilovers18, Hendy terlihat tengah berbicara di depan sejumlah orang di sebuah lokasi unjuk rasa. Hendy berbicara terkait dengan pengamanan unjuk rasa.

" Dari Kopassus saya gulung semua! Saya tidak pernah peduli. Saya kalau menegakkan kebenaran siapapun depan saya, saya gulung semua," tegas Hendy dalam video itu.

Unggahan video itu menjadi perbincangan di akun tersebut. " Sebagai perwira Polri seharusnya lebih bisa mengendalikan diri dalam mengutarakan atau menyampaikan sesuatu hal atau permasalahan dng cara yg lebih elegant, cerdas serta tidak bersifat provokatif bahkan intimidatif sehingga berpotensi menimbulkan ketersinggungan pihak lain," tulis pemilik akun tersebut kemarin, Rabu, 9 Mei 2018.

 

Beberapa Video menjadi viral karena berisi ucapan seorang Kapolres yang menyinggung TNI. Ketika semua pihak sedang berupaya keras menjalin kebersamaan, khususnya diantara TNI - Polri dan upaya ini telah membuahkan hasil dengan terbukti adanya sinergitas antara TNI dengan Polri yang sudah mulai berjalan baik, namun sayangnya hal tersebut sedikit tercoreng dengan ucapan yang disampaikan oleh Kapolres Karawang. Apa yang disampaikan Kapolres Karawang ini justru menjadi kontra produktif terhadap upaya atau usaha membangun kebersamaan antara TNI dan Polri tersebut. Sebagai perwira Polri seharusnya lebih bisa mengendalikan diri dalam mengutarakan atau menyampaikan sesuatu hal atau permasalahan dng cara yg lebih elegant, cerdas serta tidak bersifat provokatif bahkan intimidatif sehingga berpotensi menimbulkan ketersinggungan pihak lain (baca Kopassus) Mohon hal ini dapat menjadi perhatian semua pihak terkait sekaligus sebagai pelajaran berharga agar tidak terulang kembali serta ada langkah-langkah kongkrit untuk penyelesainnya sehingga tidak menjadi preseden buruk dikemudian hari. Masyarakat saat ini sudah sangat cerdas sehingga mampu menilainya. Mereka punya harapan besar agar tidak ada kesalah-fahaman lagi diantara TNI dengan Polri seperti dibanyak peristiwa yg sebelum-sebelumnya. . From @sahabat_kopassus . . @junior_obet005 @satria_wibawa_tniad @indonesian_military45 @muskarman_liwang . .

A post shared by 🇲🇨 TNI LOVERS 🇲🇨 (@tnilovers18) on

Tak lama berselang, sebuah video permohonan maaf dari Kapolres Karawang ikut diunggah di akun tersebut. Video itu diposting sekitar 22 jam yang lalu.

Dalam video terbaru itu, tampak Hendy diapit oleh dua orang prajurit berseragam TNI dari kesatuan marinir.

" Assalamualaikum, berkaitan dengan beredarnya video pengamanan unjuk rasa yang berisi tentang penyebutan oleh diri saya tentang institusi Marinir, maupun Panglima, saya secara pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan TNI, dan khususnya keluarga besar Korps Marinir," ujar Hendy.

Menurut Hendy, dia tidak memiliki niat untuk melecehkan institusi marininir maupun korps TNI. Hendy mengaku ucapan itu terlontar akibat kegelapan polisi yang tidak bisa mengontrol siatuasi di lapangan.

" Selanjutnya untuk oknum tersebut akan diproses POM TNI, sekali lagi dengan hati tulus kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Salam hormat untuk pimpinan TNI, senior dan rekan-rekan korps Marinir," tambah Hendy.

Selain mendatangi markas marinir, Hendy juga diketahui bertemu dengan Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf Endang Sumarlin.

" Saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan TNI, korps Marinir maupun korps Kopassus. Hal tersebut semata-mata kekhilafan saya pribadi, tidak ada unsur kesengajaan. Sekali lagi kami mohon maaf kepada seluruh keluarga korps Marinir dan korps Kopassus dan pimpinan TNI atas kesalahan pribadi yang akan dijadikan koreksi pelaksanaan tugas kami ke depan," ucapnya.

Kabar video viral Kapolres Karawang itu ternyata sudah diketahui juga oleh Polda Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan permasalahan itu sudah diselesaikan. " Sudah selesai. Kan sudah minta maaf secara langsung," katanya.

Usai video viral permohonan maaf itu beredar, mendadak muncul kabar jika Kapolres Karawang dimutasi menjadi Pamen Bareskrim Polri. Posisinya akan diisi oleh AKBP Slamet Waloya.

Surat telegram rahasia (TR) Kapolri nomor: ST/1277/V/KEP/2018 terbit pada Rabu (9/5/2018). Ditandatangani atas nama Kapolri melalui Karobinkar.

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan mutasi tersebut. Menurutnya, itu hal yang biasa tidak terkait ucapan Hendy yang membawa-bawa kesatuan di TNI saat mengamankan unjuk rasa.

" Sebagai prajurit Bhayangkara harus siapa ditempatkan di mana pun. Dinamis. Mutasi untuk kebutuhan organisasi," katanya dikutip dari laman Merdeka.com.

(Sah)

Beri Komentar