Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jenazah Itu Didapati Masih Utuh Meski Sudah Dimakamkan Selama 2 Tahun (Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - Meskipun sudah dua tahun dimakamkan, sesosok jenazah mantan kepala desa Serkat Barat di Johor, Malaysia terlihat masih utuh di dalam balutan kain kafan.
Kepala Desa Serkat saat ini, Roslan Bohari mengatakan, jenazah tersebut dikenal sebagai Abdullah Ahmad yang meninggal dunia dua tahun silam atau pada tahun 2014.
"Kebanyakan jenazah sudah membusuk. Namun, jenazah mantan kepala desa yang meninggal dunia pada tahun 2014 lalu masih dalam balutan kain kafan," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 109 buah kuburan di Pemakaman Islam Kampung Serkat Barat dipindahkan untuk pelebaran jalan dari Permas menuju Tanjung Piai.
Proyek penggalian kubur yang dipimpin oleh Kantor Agama Daerah dengan dibantu lembaga terkait serta penduduk desa ini dimulai tiga hari lalu dan selesai kemarin.
Penyebaran foto jenazah yang masih dalam balutan kain tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menjadi viral.
(Sumber: sinarharian.com.my)
© Dream
Dream - Berhati-hatilah dalam membuat lelucon, apalagi sampai mengunggahnya ke sosial media. Apalagi jika lelucon yang dipakai adalah kegiatan yang berkaitan dengan ibadah agama.
Inilah yang tak dipikirkan lima orang pemuda di Malaysia. Mereka membuat lelucon tentang sholat jenazah di sebuah masjid. Entah apa maksudnya, mereka mengunggah video tersebut ke sosial media.
Sudah pasti orang yang melihatnya akan merasa jengkel. Dan perasaan kesal itulah yang melanda seorang pedagang di Pekan Jementah, Johor, Malaysia.
Dia sengaja datang ke sebuah kantor polisi untuk melaporkan sebuah klip video yang menghina dan mengolok-olok Islam.
© Dream
Sang pelapor, Mohd Nohor Kunchi Mohamed, mengatakan, dalam video berdurasi 36 detik itu, dia melihat lima pria sedang menunaikan sholat jenazah dengan di hadapan mereka ada seorang lagi pria berkain kafan yang berpura-pura menjadi jenazah.
"Saya menerima video itu sekitar pukul 05:45 petang melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu saya sedang berada di sebuah kedai makan. Ketika melihat video tersebut, saya menjadi marah karena mereka secara terang-terangan mengejek Islam," kata pria 48 tahun itu.
Ketika melihat video itu, Mohd Nohor merasa terhina karena dia sendiri adalah seorang Muslim. Apalagi perbuatan mereka itu dilakukan di dalam masjid yang merupakan tempat beribadah," katanya kepada Sinar Harian.
© Dream
Kepada Sinar Harian, dia mengatakan, pada detik ke-24, salah seorang pria terlihat menggaruk kemaluannya. Kemudian diikuti oleh rekannya yang menggaruk lutut kirinya menggunakan kaki kanan.
Sementara seorang lagi teman mereka menggerak-gerakkan kepala seperti orang mengantuk.
Kemudian pada detik ke-32, 'jenazah' tersebut bangun dan mereka semua melarikan diri. Salah seorang dari mereka mengangkat kainnya sehingga menampakkan celana dalam.
© Dream
"Meskipun video tersebut direkam sebagai iseng atau hiburan, saya melihatnya sebagai suatu hal yang menyentuh sensitivitas umat Islam dan saya meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran video ini.
"Saya juga meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) agar menyelidiki oknum-oknum yang ada di dalam video tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal," katanya.
(Sumber: sinarharian.com.my)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari