Cara Qodho Sholat Magrib dan Isya Saat Berjamaah

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 18 Mei 2021 08:06
Cara Qodho Sholat Magrib dan Isya Saat Berjamaah
Berikut cara mengqodho sholat magrib dan isya’ saat ikut berjamaah di waktu sholat isya’ sesuai ajaran Islam.

Dream – Kewajiban orang muslim adalah menjalankan sholat fardhu lima waktu. Sholat fardhu menjadi salah satu rukun islam sehingga nilai tingkat kewajibannya sangatlah kuat.

Namun demikian, masih banyak umat muslim yang tidak menaruh perhatian serius terhadap sholat lima waktu meskipun hukumnya adalah wajib.

Mungkin sebagian banyak yang sengaja tidak sholat. Ada yang masih sering telat atau terlewat menjalankannya. Ada yang ragu sudah mengerjakan sholat atau belum.

Setiap Muslim mengawali harinya dengan melaksanakan satu kewajiban yaitu sholat Subuh. Sholat ini didirikan di waktu relatif singkat, antara terbit fajar sampai langit menjadi terang.

Jumhur ulama mengatakan ketika seorang muslim lalai kaibat unsur ketidaksengajaan, maka dia sebaiknya menebusnya dengan cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat dengan benar secepatnya.

Selain itu, bagi yang ragu sudah menjalankan atau belum, masih ada kesempatan untuk menggantinya dengan cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat sesuai sunnah. Mengqodho sholat berarti mengerjakan sholat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan sholat fardhu yang terlewat.

Berikut cara mengqodho sholat magrib dan isya’ saat ikut berjamaah di waktu sholat isya’ sesuai ajaran Islam:

1 dari 4 halaman

Hukum Mengqodho Sholat Fardhu

Hukum wajib mengqodho sholat fardhu yang terlewat didasarkan pada hadis-hadis berikut ini. " Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga masuk waktu sholat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakannya ketika bangun."  (HR. Muslim).

Ilustrasi© freepik.com

Namun harus diingat, makna hadis ini tidak berlaku untuk mereka yang sengaja tidur ketika datang waktu sholat, dan tidak bangun sampai waktu sholat habis.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqhus Sunnah menyatakan mengqodho sholat Subuh hukumnya wajib begitu seseorang bangun tidur.

Kondisi ini ternyata juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, seperti tercantum dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

" Mereka bersama Nabi SAW dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai matahari meninggi. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, dia tidak membangunkan Nabi SAW sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala Nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi SAW terbangun. Lalu beliau keluar dan sholat Subuh bersama kami."

2 dari 4 halaman

Cara Mengqodho Sholat Magrib dan Isya’

Terdapat tiga cara dalam menjalankan cara mengqodho sholat magrib dan isya’ yaitu:

Ikut sholat isya’ dengan niat sholat magrib. Yaitu ketika sampai rakaat ketiga ia bertasyahud, berdoa, dan langsung salam.

Ikut sholat isya’ dengan niat sholat magrib, namun ketika sampai rakaat ketiga ia cukup duduk terlebih dahulu. Saat imam bertasyahud untuk sholat isya’, baru kamu ikut bertasyahud juga. Lalu ikut salam bersama imam.

Kemudian ada cara selanjutnya yang disebutkan oleh Imam Nawawi, namun beliau memakai contoh sholat subuh dengan sholat dzuhur.

Jika ada seorang berniat sholat subuh di belakang imam yang sedang sholat dhuhur, (maka boleh) ketika makmum telah berada di rakaat kedua (tinggal tasyahud dan salami) ia menunggu imam, kemudian bertasyahud bersama imam.

Dan cara ini lebih utama. Namun (ia juga boleh ketika selesai sholat subuhnya, langsung bertasyahud sendiri lalu salam, walaupun tidak bersama imam( atau yang dinamakan mufaraqah.

Dan sholatnya tidak batal, walaupun ia tidak mengikuti imam (mendahaului imam dalam salamnya).

Karena memang orang tersebut tidak bisa mengikuti imam untuk menambah rakaatnya. Dan hal ini boleh tanpa ada khilaf. Kemudian gambaran ini bisa diqiyaskan dengan sholat yang semisalnya.

 

Sumber: Bimbingan Islam

3 dari 4 halaman

Hadist tentang Sholat Qadha

 

Adapun dalil yang menjelaskan tentang cara mengqodho sholat fardhu.

Praktek Nabi SAW Mengqadha’ Empat Waktu Sholat Dalam Perang Khandaqapa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika meninggalkan 4 waktu sholat, yaitu Dzhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya ketika berkecamuk perang Khandaq di tahun kelima hijriyah.Dari Nafi’ dari Abi Ubaidah bin Abdillah, telah berkata Abdullah,

”Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan Rasulullah SAW sehingga tidak bisa mengerjakan empat sholat ketika perang Khandaq hingga malam hari telah sangat gelap. Kemudian beliau SAW memerintahkan Bilal untuk melantunkan adzan diteruskan iqamah. Maka Rasulullah SAW mengerjakan sholat Dzuhur.

Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan sholat Ashar. Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan sholat Maghrib. Dan kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan sholat Isya.” (HR. At-Tirmizy dan AnNasa’i)

4 dari 4 halaman

Praktek Nabi SAW Mengqadha Sholat Shubuh Sepulang dari Perang Khaibar.

Selain itu juga apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika tertidur dan habis waktu Shubuh saat terjaga saat pulang dari perang Khaibar di tahun ketujuh hijriyah. 

Dari Abdullah bin Abi Qatadah dari ayahnya berkata,”Kami pernah berjalan bersama Nabi SAW pada suatu malam. Sebagian kaum lalu berkata,

“ Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar bersama kami?” Beliau menjawab: “ Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan sholat.” Bilal berkata, “ Aku akan membangunkan kalian.” Maka mereka pun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggangannya.

Namun ternyata rasa kantuk mengalahkannya dan akhirnya Bilal pun tertidur. Ketika Nabi SAW terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: “ Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!” Bilal menjawab: “ Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya.” Beliau lalu bersabda:

“ Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula.

Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk sholat!” kemudian beliau SAW berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan sholat.” (HR. Bukhari)

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar