Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Nikmat Allah tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Setiap hari, kita merasakan begitu banyaknya nikmat Allah yang diberikan.
Seperti nikmat tidur, makan, beraktivitas dan masih banyak lagi. Semua itu kita terima sehingga kehidupan bisa terus berlangsung.
Apa jadinya jika nikmat itu tak ada? Rasanya akan sulit bagi kita menjalani hidup.
Untuk itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk selalu bersyukur. Berterima kasih kepada Allah atas nikmat yang kita terima setiap harinya.
Iringi hal tersebut dengan mengucap doa ini. Doa tersebut tercantum dalam riwayat Imam Nasai dari sahabat Ibnu Umar RA.

Allahumma anta khalaqta nafsi wa anta tawaffaha laka mamatuha wa mahyaha in ahyaytaha fahfazha, wa in amattaha faghfir laha. Allahumma inni as’alukal 'afiyah.
Artinya:
"Ya Allah, Engkau telah menciptakan jiwaku, dan Engkau juga yang akan mengambilnya. Mati dan hidup jiwa ini adalah milik-Mu. Jika Engkau memberikan nyawa pada jiwa itu, tolong jagalah. Tapi jika Engkau cabut nyawa itu, tolonglah ampuninya. Aku memohon pada-Mu keselataman (agama dan duniaku)."
Dream - Setiap musibah melanda, tidak ada perasaan yang dialami seseorang selain kesedihan. Bahkan kesedihan yang muncul sampai mendalam.
Perasaan tidak ikhlas pun menyelinap di tengah kesedihan yang terjadi. Seperti tidak terima dengan apa yang dialami.
Sebagai manusia beriman, kita tidak boleh larut dalam kesedihan tersebut. Jangan sampai kita justru melakukan kerugian akibat rasa sedih itu.
Musibah bisa dialami siapa saja. Bahkan pada orang yang sangat baik sekalipun.
Kita dituntut untuk selalu ikhlas setiap kali tertimpa musibah. Sembari berdoa agar Allah menggantinya dengan yang lebih baik.
Berikut doa tertimpa musibah agar diganti dengan yang lebih baik, diriwayatkan Imam Abu Daud dari Ummu Salamah RA.

Inna lillahi wa inna ilahi raji‘un. Allahumma 'indaka ahtasibu mushibati, fa'ajirni fiha, wa abdilni biha khoiram minha.
Artinya,
"Kami milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, aku gantungkan (pahala) musibahku. Berikanlah aku pahala dan gantikan dengan nikmat yang lebih baik sebab musibah itu."
Dream - Tidak semua orang punya hati yang lapang. Aada kecenderungan segelintir manusia tidak mudah menerima suatu keadaan yang merugikan dirinya.
Hati yang lapang membuat pemiliknya ridha atas segala yang terjadi sekaligus membuat hidupnya lebih tenteram.
Meski begitu, kelapangan hati tidak semata ada pada diri seseorang sejak terlahir ke dunia. Sikap ini bisa dilatih lewat sejumlah pengalaman yang dilalui.
Tentu saja, memiliki hati yang lapang bukanlah perkara mudah. Namun demikian, kita tetap harus mengusahakannya.
Tidak lupa, selalu memohon kepada Allah. Caranya dengan membaca doa ini.

Allahumma radldlini bi qadlaika wa shobbirni 'ala balaika wa awzi'ni syukra ni'amaika.
Artinya,
"Ya Allah, jadikan aku ridha dalam menerima qadha (ketentuan)-Mu, dan jadikan aku sabar dalam menerima bala dari-Mu, dan tunjukilah aku untuk mensyukuri semua nikmat-nikmat-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?


Sudah Rajin ke Gym tapi Hasil Tak Terlihat? Ini 8 Kesalahan yang Menghambat Progres

Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya