Hukum Nikah Mut`ah dalam Islam

Reporter : Ayik
Kamis, 30 Juli 2015 14:28
Hukum Nikah Mut`ah dalam Islam
Nikah Mut'ah merupakan sebuah pernikahan yang dibatasi dengan perjanjian waktu dan upah tertenu tanpa perwalian dan saksi.

Dream - Di sekitar kawasan Puncak, Bogor mulai menjamur bangunan yang menjual produk makanan atau jasa lainnya asal Timur Tengah. Di balik keramaian serta kesejukan yang ditawarkan, terbesit cerita masyarakat setempat yang kerap kali menjadi buah bibir publik.

Adalah kawin kontrak, kawin siri atau mut'ah. Memang, nikah jenis itu masih menjadi hal tabu di Indonesia. Para ulama Tanah Air tegas menetapkan fatwa, hukum kawin kontrak, haram.

Sesungguhnya Rasulullah bersabda: " Wahai manusia, sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk nikah mut'ah, namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah itu sampai hari kiamat.” (Hadits Riwayat Muslim).

Nikah Mut'ah merupakan sebuah pernikahan yang dibatasi dengan perjanjian waktu dan upah tertentu, tanpa perwalian dan saksi. Sebelumnya, Islam tidak melarang adanya pernikahan mut'ah, namun seiring perkembangan hadist-hadist yang shahih, nikah mut'ah tidak diperbolehkan lagi.

Pada zaman Rasullulah, nikah mut'ah pernah dilakukan oleh sahabat radhiyaallahu 'anhum. Biasanya mereka melakuakn nimah mut'ah saat sedang safar atau melakukan perjalanan. Seseorang yang melakukan nikah mut'ah juga hanya diberikan waktu selama 3 hari saja.

Ingin tahu hukum nikah mut'ah menurut islam lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar