Hukum Oral Seks di Bagian Kewanitaan

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 6 Mei 2016 10:03
Hukum Oral Seks di Bagian Kewanitaan
Seorang suami boleh melakukan aktivitas hubungan intim dengan istrinya kapan saja dan dengan gaya apa saja, kecuali...

Dream - Seperti kita ketahui, salah satu aktivitas jima suami-istri yang sering dibicarakan orang adalah oral seks, atau kegiatan jima yang melibatkan kontak antara mulut dengan alat kelamin.

Menurut para ahli seksologi, oral seks biasanya dilakukan sebagai rangsangan. Namun, banyak yang mempertanyakan bagaimana hukumnya aktivitas ini menurut syariat Islam?

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) memberikan penjelasan.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, hal pertama yang harus dipahami dalam hal ini adalah bahwa seorang suami boleh melakukan aktivitas seks dengan istrinya kapan saja dan dengan gaya apa saja. Kecuali yang dilarang oleh syara`, seperti menyetubuhi isteri melalui belakang.

“ Isteri-isterimu adalah ladangmu, maka datangilah ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman,” (QS. Al-Baqarah [2]: 223)

Masalah agama yang berkaitan dengan aktivitas seksual tidak perlu ditutup-tutupi. Untuk kepentingan hukum, Rasulullah SAW tidak segan-segan menerangkannya seperti hadits berikut ini.

Selengkapnya klik di sini. (Ism) 

 

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan 
ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

1 dari 3 halaman

Cara Bersihkan Rambut di Area Organ Intim Menurut Islam

Dream - Segala sesuatu diatur secara jelas dan detail dalam Islam, termasuk soal urusan membersihkan rambut di sekitar area organ intim.

Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin Rahimullah pernah menjelaskan tentang cara membersihkan rambut di sekitar daerah organ intim.

Beliau berkata, " Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Segala pujian hanya milik Allah Tuhan seluruh alam. Hal itu tidak termasuk sunnah fitrah, akan tetapi kalau banyak maka harus dihilangkan agar tidak terkotori dari apa yang keluar. Selesai."

Telah ada ketetapan sunah yang suci dari Nabi SAW yang menganjurkan untuk mencukur rambut di sekitar kemaluan. Nabi SAW bersabda, " Yang sesuai fitrah itu ada lima, diantaranya mencukur bulu kemaluan."  HR. Bukhari.

Dan Nabi SAW telah menentukan waktunya empat puluh hari. Maka jangan sampai membiarkan rambut kemaluan tumbuh hingga lebih dari 40 hari.

Para ulama fikih juga menyebutkan beberapa adab terkait dengan mencukur bulu kemaluan. Mereka menegaskan bahwa dianjurkan memulai mencukur bulu sekitar kemaluan dari bawah pusar, dari sisi kanan, hendaknya menutupinya dan mempergunakan alat yang dapat menghilangkan rambut.

Selengkapnya baca di sini.    (Ism) 

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan 
ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

2 dari 3 halaman

6 Dampak Buruk Terlalu Sering Berhubungan Intim

Dream - Tak bisa dipungkiri, dalam kehidupan rumah tangga hubungan intim suami-sitri memegang peranan yang cukup penting. Tak hanya dapat menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan intim memberi banyak manfaat pada kesehatan.

Meski begitu, hubungan intim tak boleh dilakukan secara berlebihan. Karena ternyata, jika hubungan intim juga bisa memberikan efek negatif. Apa saja dampak negatif yang ditimbulkan? Berikut ulasannya.

1. Sulit untuk hamil

Bercinta setiap hari memang membuat peluang istri untuk hamil menjadi lebih besar. Namun sayangnya, tidak semua pria mampu menghasilkan sperma bagus jika terllau sering berhubungan intim. Pria ternyata memerlukan waktu untuk mengembalikan sperma menjadi normal. Sehingga hubungan intim teratur sebanyak 2-3 kali seminggu menjadi solusinya.

2. Infeksi saluran kencing

Biasanya setelah bercinta, beberapa perempuan akan mengalami infeksi saluran kencing akibat bakteri pada uretra. Sekali melakukan hubungan intim, risiko mengidap infeksi ini akan ada.

Dengan demikian jika terlalu sering berhubungan intim, tentu saja risiko terjangkit infeksi bakteri ini semakin besar. Untuk menghindarinya, sangat direkomendasikan untuk minum banyak air sebelum dan setelah berhubungan.

3. Lecet pada organ genital

Penetrasi yang terlalu lama saat berhubungan intim akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit pada organ genital. Bisanya hal ini banyak dialami wanita. Pasalnya gesekan organ pria pada dinding kewanitaan yang terllau lama dapat membuat cairan lubrikasi berkurang sehingga bisa menyebabkan robekan kecil pada jaringan kulit di daerah kewanitaan.

Selengkapnya baca di sini.     

3 dari 3 halaman

4 Kesalahan Umum dalam Berhubungan Intim

Dream - Pasangan suami istri seringkali melakukan 'kesalahan' dalam berhubungan intim dengan tidak menjaga adab-adab atau tuntunan. Di antara kesalahan yang sering dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Tidak berdoa sebelum melakukannya

Banyak suami istri yang lupa mendahului hubungan intim dengan doa. Padahal Rasulullah mengajarkan setiap pasangan suami istri untuk berdoa ketika hendak memulai aktivitas itu. Doa yang wajib diucapkan adalah:

" Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Tidak segera mandi atau wudhu setelahnya

Kesalahan yang juga umum dilakukan oleh suami istri adalah langsung tidur setelah melakukannya. Tidak mandi dulu, tidak juga wudhu dulu. Akibatnya, mereka tidur dalam kondisi junub dan baru mandi di pagi harinya.

Padahal, Rasulullah mengabarkan bahwa orang yang junub tidak akan didekati oleh malaikat rahmat. Nabi SAW bersabda:

" Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq." (HR Al Bazzar; sahih)

Selengkapnya baca di sini.     

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie