Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Dalam peristiwa Isra Miraj yang tercantum dalam banyak hadis menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan di tengah malam dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis di Palestina.
Dalam perjalanan itu, banyak riwayat menyebut Rasulullah mengendarai buraq. Hingga saat ini, belum ada yang dapat memastikan bagaimana sebenarnya rupa buraq.
Banyak yang memahami buraq merupakan kendaraan yang memiliki bentuk seperti hewan tunggangan.
Tetapi, sejumlah riwayat shahih hanya menyebutkan ukuran. Seperti dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yang tercantum dalam Kitab Fathul Bari.
" ... kemudian aku diberikan seekor binatang yang bukan begal (peranakan kuda dan keledai) namum melebihi keledai putih. Al Jaruud mengatakan kepadanya, " Itu adalah buraq wahai Abu Hamzah.' Anas mengatakan, 'Betul, dia (binatang) itu meletakkan langkahnya sejauh pandangan mata..."
" Al Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, 'Bukan begal dan melebihi keledai putih.' Demikianlah disebutkan dikarenakan ia adalah binatang tunggangan atau dengan melihat lafaz 'buraq'. Hikmah penyifatan itu adalah sebagai isyarat bahwa orang yang menungganginya adalah dalam keadaan nyaman bukan dalam keadaan perang atau ketakutan. Atau pula untuk menampakkan mukjizat yang terjadi karena kecepatannya yang sangat cepat dengan menunggangi seekor binatang yang tidak pernah disifatkan dengan sifat seperti itu jika menurut keadaan normal."
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin Al Yaman mengatakan,
" Rasulullah SAW telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan langkahnya adalah sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah SAW dan Jibril AS) tidaklah terpisahkan di atas punggung buraq sehingga mereka meyaksikan surga dan neraka … kemudian mereka berdua kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat)..." Abu Isa menyebut hadis ini hasan shahih.
Imam Nawawi menjelaskan para ahli bahasa mengatakan, " Buraq adalah nama binatang yang ditunggangi Rasulullah SAW di malam Isra."
Sementara Az Zubaidiy di dalam kitab Al Mukhtashar Al 'Ain dan pemilik kitab At Tahrir mengatakan, " Buraq adalah binatang yang ditunggangi para nabi." Tetapi, hadis ini meragukan lantaran tidak ada dalil shahih yang menguatkan dalil digunakan para nabi.
Selengkapnya... (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya