Ilustrasi
Dream - Sering kita dengar ada sebagian masyarakat yang mengatakan, sebaiknya tak perlu menangisi dan meratapi kepergian seseorang yang berpulang atau meninggal dunia.
Hal ini diyakini dapat memberatkan atau mempersulit perjalanan arwahnya di alam kubur. Bahkan adapula yang mengatakan, jenazah akan disiksa di alam kubur karena tangisan keluarganya.
Lantas apakah hal tersebut benar? Apakah ada dalil yang mendasarinya dalam ajaran Islam? Berikut ulasannya.
Terdapat beberapa hadis yang membahas tentang hal itu. Berikut di antaranya:
Hadis Umar bin Khatab RA, Rasulullah SAW bersabda, " Mayit disiksa karena tangisan orang yang hidup untuknya." (HR. Bukhari 1292 & Muslim 930).
Kemudian, hadis dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah melewati wanita Yahudi yang meninggal dan ditangisi keluarganya. Kemudian Nabi SAW bersabda, " Mereka menangisi wanita itu, sementara si wanita itu disiksa di kuburnya." (HR. Bukhari 1289)
Lalu, tangisan seperti apakah yang menyebabkan jenazah disiksa?
Ada hadis lain yang menjelaskannya, dari Mughirah bin Syu'bah RA, Rasulullah SAW bersabda, " Siapa yang diratapi maka dia disiksa karena ratapan yang ditujukan kepadanya." (HR. Bukhari 1291 & Muslim 927).
Selengkapnya baca di sini. (Ism)
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan