Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 13, Hanya Takwa Yang Jadi Pembeda

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 29 Januari 2021 09:05
Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 13, Hanya Takwa Yang Jadi Pembeda
Surat Al Hujurat ayat 13 adalah salah satu ayat yang berisi prinsip dasar hubungan manusia.

Dream – Surat Al Hujurat termasuk dalam golongan surat Madaniyah. Yakni turun setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Al Hujurat bermaknsa kamar-kamar yaitu kamar tempat kediaman Rasulullah SAW bersama istri-istri beliau.

Salah satu yang kerap menjadi sorotan adalah surat Al Hujurat ayat 13. Pada ayat ini tidak menggunakan panggilan kepada orang-orang beriman. Melainkan ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Surat Al Hujurat ayat 13 adalah salah satu ayat yang berisi prinsip dasar hubungan manusia. Ayat ini juga menegaskan kesatuan asal usul manusia dengan menunjukkan derajat kemanusiaan yang selalu sama disisi Allah SWT.

Tujuan dari surat Al Hujurat ayat 13 adalah agar manusia saling mengenal. Sehingga semakin terbuka peluang untuk saling memberi manfaat.

1 dari 4 halaman

Sebab Turunnya Surat Al Hujurat Ayat 13

Ilustrasi© Freepik

 

Imam Suyuthi dalam kitab tafsirnya Al-Durr Al-Mantsur fi Tafsir Bil-Ma'tsur menyebutkan dua kisah turunnya surat Al Hujurat ayat 13.

Kisah pertama: pada saat Rasulullah memasuki kota Mekkah dalam peristiwa Fathu Makkah. Bilal bin Rabah naik ke atas Ka'bah dan menyerukan azan. Maka sebagian penduduk Mekkah terkaget-kaget.

Ada yang berkata: " Budak hitam inikah yang azan di atas Ka‘bah?” Yang lain berkata, “ Jika Allah membencinya, tentu akan menggantinya.” Lalu turunlah Al Hujurat ayat 13.

Kisah kedua: Abu Daud meriwayatkan tentang sebab turunnya surat Al Hujurat ayat 13 ini. Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Hind yang profesinya adalah seorang pembekam.

Rasulullah meminta kepada Bani Bayadhah untuk menikahkan seorang putri mereka dengan Abu Hind. Namun mereka enggan dengan alasan Abu Hind adalah bekas budak mereka.

Sikap ini keliru dan dikecam Al Quran dengan turunnya ayat ini. Bahwa kemuliaan di sisi Allah bukanlah karena keturunan atau garis kebangsawanan melainkan karena ketaqwaan.

2 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al Hujurat Ayat 13

Bacaan Arab

Al Hujurat Ayat 13© Dream.co.id

Bacaan Latin

Yaa ayyuhan naasu innaa kholaqnaakum min dzakariw wa unstaa waja’alnaakum syu’uubaw waqobaa, ila lita’aarofuu, inna akromakum ‘indalloohi atqookum, innallooha ‘aliimun khobiir

Artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

3 dari 4 halaman

Tafsir Surat Al Hujurat Ayat 13

 

Ilustrasi© Pexels.com

Tafsir surat Al Hujurat ayat 13 ini disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah.

Manusia adalah satu keturunan

Melalui surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT memberitahukan bahwa seluruh manusia merupakan satu keturunan. Berasal dari nenek moyang yang sama yaitu Adam dan Hawa. Sehingga, tak ada perbedaan kasta dalam kehidupan. Semuanya setara dan sama disisi Allah SWT.

Prinsip dasar hubungan manusia

Dari keturunan yang sama, manusia kemudian dijadikan Allah berkembang menjadi sangat banyak. Berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Inilah prinsip dasar hubungan manusia. Bahwa sudah sunnatullah manusia itu beragam. Karena mereka dijadikan Allah berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dengan keragaman itu, Allah menghendaki agar manusia saling mengenal. Semakin dekat pengenalan kepada selainnya, semakin terbuka peluang kerja sama dan saling memberi manfaat.

Kemuliaan berbanding lurus dengan taqwa

Surat Al Hujurat ayat 13 ini menegaskan bahwa manusia yang beragam itu sesungguhnya setara di hadapan Allah. Yang membedakan mereka adalah ketaqwaannya. Kemuliaan manusia di sisi Allah berbanding lurus dengan level ketaqwaan mereka.

Rasulullah SAW bersabda:

“ Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, tetapi Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

Ayat inilah yang digunakan Rasulullah untuk menghapuskan segala bentuk diskriminasi. Dalam khutbah fathu Makkah, sebelum menyampaikan surat Al Hujurat ayat 13 ini beliau bersabda:

“ Hai manusia, sesungguhnya Allah telah melenyapkan dari kalian keaiban masa jahiliyah dan tradisinya yang selalu membangga-banggakan orang tua. Manusia itu hanya ada dua macam; yakni yang berbakti, bertakwa lagi mulia di sisi Allah; dan orang yang durhaka, celaka lagi hina di sisi Allah.”  (HR. Tirmidzi)

Allah Maha Mengetahui

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui tingkat ketakwaan seseorang.

4 dari 4 halaman

Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 13

Ilustrasi© Pexels.com

 

 Berikut ini adalah isi kandungan surat Al Hujurat ayat 13:

  • Ayat ini memberitahukan bahwa manusia berasal dari satu keturunan yakni Nabi Adam dan Hawa. Sehingga pada hakikatnya mereka setara.
  • Keragaman adalah sunnatullah karena Allah menjadikan manusia berkembang demikian banyak sehingga menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.
  • Keragaman itu bukanlah untuk berpecah belah dan saling memusuhi tetapi untuk saling mengenal. Dengan pengenalan yang baik, akan terjalin kedekatan, kerja sama dan saling memberikan manfaat.
  • Seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT. Yang membedakan adalah ketakwaannya. Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
  • Allah Maha Mengetahui segala hal yang dilakukan oleh manusia termasuk bagaimana tingkat ketakwaan manusia.

 

(Sumber: umma.id dan berbagai sumber lainnya)

 

Beri Komentar