Kandungan Surat Al Mujadalah Ayat 11, Pentingnya Adab dan Ilmu Dalam Majelis

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 10 Februari 2021 08:40
Kandungan Surat Al Mujadalah Ayat 11, Pentingnya Adab dan Ilmu Dalam Majelis
Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan tentang adab saat menghadiri mejelis dan pentingnya ilmu sebagai pegangan hidup manusia.

Dream - Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan tentang adab saat menghadiri mejelis dan pentingnya ilmu sebagai pegangan hidup manusia.

Dalam surat Al Mujadalah ayat 11 dijelaskan jika umat Muslim hendak menghadiri majelis ilmu maka hendaklah setiap orang berlapang-lapang dalam majelis. Maksudnya jangan sampai seorang muslim mengambil tempat duduk yang tidak perlu dan hendaklah mempersilahkan orang lain supaya bisa turut duduk di majelis tersebut.

Al Mujadalah ayat 11 turun dilatarbelakangi oleh adanya majelis Rasulullah SAW di serambi masjid Nabawi pada hari Jumat. Ketika itu datang sejumlah sahabat ahli badar yang biasanya mendapat tempat khusus oleh Nabi Muhammad SAW.

Suatu ketika, saat ahli badar ini datang dan mengucap salam, orang-orang di majelis menjawab salam namun tidak memberi tempat duduk untuknya.

1 dari 3 halaman

Bacaan Surat Al Mujadalah Ayat 11

Bacaan Arab

Surat Al Mujadalah Ayat 10© Dream.co.id

Artinya:

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “ Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “ Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadalah: 11)

2 dari 3 halaman

Tafsir Surat Al Mujadalah Ayat 11

Ilustrasi© Freepik

 

Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan adab menghadiri majelis. Yakni hendaklah setiap orang berlapang-lapang dalam majlis. Jangan sampai seorang muslim mengambil tempat duduk yang tidak perlu. Hendaklah ia mempersilakan orang lain agar bisa turut duduk di majelis tersebut.

Ayat ini turun berkenaan dengan majelis Rasulullah di serambi masjid Nabawi pada hari Jumat. Waktu itu datang sejumlah sahabat ahli badar yang biasanya diberi tempat khusus oleh Rasulullah. Saat ahli badar ini datang dan mengucap salam, mereka menjawab salam tapi tidak memberi tempat duduk.

Maka Rasulullah pun memerintahkan sahabat lainnya untuk bangkit dan memberi tempat duduk bagi ahli badar tersebut. Orang-orang munafik yang mengetahui peristiwa ini kemudian menuduh Rasulullah tidak adil. Rasulullah lantas menjelaskan bahwa mereka yang berlapang-lapang dalam majlis dan bangkit untuk memberi tempat duduk ahli badar, akan diberkahi Allah. Allah pun menurunkan Surat Al Mujadalah ayat 11 ini.

Ayat ini menjelaskan keutamaan orang-orang yang berlapang-lapang dalam majlis. Bahwa Allah akan memberikan kelapangan untuk mereka.

Ayat ini juga menunjukkan keutamaan ahli ilmu. Bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, tingginya derajat itu akan didapatkan oleh orang-orang yang berilmu baik di dunia maupun di akhirat.

Para sahabat sangat memahami hal ini. Sehingga Umar yang awalnya mempertanyakan mengapa Nafi’ memilih Ibnu Abza sebagai penggantinya menjadi amil Makkah. Padahal Ibnu Abza adalah mantan budak. Ketika Nafi’ menjelaskan bahwa Ibnu Abza adalah orang yang alim dan hafal Quran, Umar sebagai khalifah waktu itu pun menyetujuinya.

3 dari 3 halaman

Kandungan Surat Al Mujadalah Ayat 11

Ilustrasi© Freepik

 

Berikut ini isi kandungan Surat Al Mujadalah ayat 11 yang disarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

  • Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan adab menghadiri majelis (termasuk majelis ilmu dan majelis dzikir). Yakni berlapang-lapang dan memberikan kelapangan kepada orang lain agar bisa duduk di majlis itu.
  • Di antara adab menghadiri majelis Rasulullah adalah mentaati beliau, termasuk ketika beliau memerintahkan untuk berdiri atau pindah tempat duduk.
  • Pemimpin majelis boleh meminta seseorang untuk pindah guna memberikan tempat kepada orang yang dimuliakan.
  • Orang yang berlapang-lapang di majelis, Allah akan memberikan kelapangan untuknya.
  • Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat, baik di dunia maupun di akhirat.
  • Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan hamba-hambaNya dan motivasi di balik perbuatan itu.
  • Allah memberikan balasan atas perbuatan seseorang berdasarkan hakikat dan motivasi perbuatan itu.
  • Ayat ini memotivasi orang-orang beriman untuk menuntut ilmu dan menjadi orang-orang yang berilmu.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar