Kisah Mencekam Atlet Singapura Lihat Hotel Goyang Bak Agar-agar Kala Gempa Palu

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 1 Oktober 2018 16:15
Kisah Mencekam Atlet Singapura Lihat Hotel Goyang Bak Agar-agar Kala Gempa Palu
"Saya melihat hotel bergoyang seperti agar-agar..."

Dream - Seorang atlet paralayang asal Singapura, Ng Kok Choong ikut terjebak di tengah bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi tengah, Jumat 28 September 2018.

Ng Kok diketahui tengah melakukan perjalanan ke Indonesia dalam rangka mengikuti kompetisi paralayang di Palu.

Melansir channelnewsasia.com, pria berumur 53 tahun ini menceritakan saat-saat awal gempa bumi yang telah merenggut nyawa setidaknya 844 orang ini.

Ketika tiba-tiba bumi mulai berguncang cukup keras, Ia bersama temannya, Francois, hanya berada 50 meter dari Hotel Mercure tempatnya menginap.

" Saya langsung terjatuh ke tanah dan bahkan saya tidak bisa duduk untuk menstabilkan diri. Aku berguling-guling di sekitar dan aku bisa melihat dokar juga jatuh ke tanah, " kata Ng Kok.

" Saya melihat hotel bergoyang seperti agar-agar, ada debu di sekitarnya dan saat itu terjadi, hotel runtuh," tutur Ng Kok menambahkan.

Mr Ng baru menyadari gempa bumi baru saja melanda sesaat setelah ia melihat hotel menjadi rusak parah.

1 dari 3 halaman

Menghindari Tsunami

Sejurus kemudian ia melarikan diri untuk mencari dataran tinggi menghindari datangnya gelombang tsunami.

Saat itu mereka sempat menemui seorang gadis kecil dan ibu-ibu terjebak di bawah puing-puing dari hotel.

" Mereka menangis dan kami berlari menghampiri mereka dan mencoba untuk menarik guna membantu mereka keluar. Kami berhasil mengeluarkan gadis kecil, tapi ibunya masih terjebak," kenang Ng Kok, menambahkan bahwa ia bisa melihat tsunami cepat mendekat.

" Temanku membawa gadis kecil itu dan berlari ke arah yang berlawanan dengan tsunami. Ia berlari ke sebuah pohon dengan gadis dan ayah gadis itu," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Suasan Serba Mencekam dan Menakutkan

Pada waktu itu, ia menggambarkan seluruh situasi sebagai " ketakutan dan keriuhan" , dengan angin melolong, gelombang memecah dan bangunan terguncang.

Ng Kok akhirnya terpisah dari teman-temannya dan berhasil menemukan tanah tinggi. Dia tinggal di tempat itu sambil menunggu tsunami mereda.

Hingga kemudian dirinya dievakuasi ke pusat darurat yang didirikan oleh beberapa penduduk setempat, dimana ia juga kembali bertemu dengan Francois dan gadis kecil itu.

 Gempa Palu

Malam harinya, mereka bersama sekitar 40 warga selamat lainnya beristirahat disana.

3 dari 3 halaman

Pengalaman Tak Terlupakan

Keesokan harinya, Mr Ng berusaha mencari paspor dari Hotel Mercure yang rusak parah. Beruntung ia berhasil menyelamatkan barang-barangnya termasuk paspor.

 Gempa Palu

Dengan bantuan dari penyelenggara acara paralayang, ia dan rekan-rekannya berhasil dievakuasi militer oleh TNI Angkatan Udara di bandara domestik Palu.

Mereka menunggu evakuasi, termasuk Mr Ng, diantar ke pesawat militer, sekitar pukul 14.00 waktu setempat menuju ke Kota Makassar dan kemudian Jakarta.

" Bandara tidak terbuka untuk pesawat komersial karena menara kontrol telah runtuh, " katanya.

Ketika Mr Ng tiba di Jakarta, ia memesan sebuah penerbangan kembali ke Singapura.

" Saya senang bisa bertemu istri dan pulang kembali ke rumah," ucapnya.

Itu adalah pengalaman yang benar-benar mengejutkan. Saya menyadari tidak dapat mempersiapkan diri untuk gempa bumi seperti ini," kenangnya.

(Sumber: channelnewsasia.com)

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting