Kisah Pilu Bayi Lahir 4 Tahun Setelah Ayah & Ibunya Meninggal

Reporter : Sugiono
Rabu, 11 April 2018 13:42
Kisah Pilu Bayi Lahir 4 Tahun Setelah Ayah & Ibunya Meninggal
Pasangan Shen Jie dan Liu Xi dari China meninggal dunia karena kecelakaan jalan raya pada 20 Maret 2013 silam.

Dream - Setelah anak dan menantunya meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan raya, sepasang kakek dan nenek di China berencana membesarkan cucu yang lahir melalui program surrogate mother atau ibu pengganti.

Menurut Beijing News, bayi itu merupakan benis dari pasangan Shen Jie dan Liu Xi. Namu sebelum bayi itu lahir, pasangan asal Yixing, Provinsi Jiangsu, tersebut meninggal dunia karena kecelakaan jalan raya pada 20 Maret 2013.

Namun, sebelum meninggal dalam kecelakaan, mereka telah menjalani program ibu pengganti di Rumah Sakit Gulou di Nanjing, China. Sayangnya, ketika keduanya meninggal, baik orang tua Shen dan Liu kesulitan mengeluarkan embrio putra-putri mereka yang disimpan di rumah sakit.

Mereka kemudian menggugat rumah sakit agar bisa mengeluarkan embrio tersebut. Mereka mengatakan akan mencarikan ibu pengganti bagi embrio putra-putri mereka.

Awalnya mereka kalah dalam gugatan tersebut karena China melarang praktik ibu pengganti atau biasa disebut sewa rahim.

Pada persidangan ke dua yang digelar September 2014, mereka akhirnya memenangkan gugatan tersebut. Shen Xinnan, orang tua Shen Jie, meminta rumah sakit untuk menyerahkan embrio tersebut.

Namun rumah sakit mengatakan embrio hanya boleh dipindahkan ke rumah sakit lain, bukan ke individu. Karena tidak ada rumah sakit di China yang bersedia menerima embrio tersebut, Shen terpaksa mencarinya di luar negeri.

Berhasil Mendapatkan Ibu Pengganti

Pada Juni 2016, Shen menemukan sebuah rumah sakit di Laos yang bersedia menerima embrio putra dan menantunya. Shen kemudian mengambil embrio itu dari RS Gulou dan menyerahkannya kepada rumah sakit di Laos itu.

Tapi masalahnya saat itu, Shen tidak bisa menemukan ibu pengganti yang mau melahirkan embrio cucunya karena praktik tersebut juga dilarang di Laos.

Akhirnya Shen mencari agen di pasar gelap yang bisa mencarikan ibu pengganti di negara tersebut.

Beruntung Shen bertemu dengan seorang agen bernama Liu Baojun. Pria ini mengaku bisa mencarikan ibu pengganti bagi embrio cucu Shen di Laos.

Shen akhirnya menyewa seorang ibu pengganti berusia 27 tahun dari Laos untuk melahirkan cucunya. Selama kehamilan, Liu secara teratur memberi tahu Shen tentang kondisi ibu pengganti tersebut.

" Kami berusaha untuk tidak membiarkannya merasa tidak nyaman karena dia berada di bawah perawatan khusus dan berbeda dari ibu pengganti lainnya," kata Liu.

Pada 9 Desember 2017, ibu pengganti dari Laos itu melahirkan bayi laki-laki di sebuah rumah sakit di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Istri Shen kemudian memberi nama cucunya itu dengan sebutan Tiantian yang artinya manis. Mereka berharap Tiantian mendatangkan kebahagiaan kepada keluarga malang itu.

Ketika Tiantian berusia 100 hari pada 18 Maret lalu, Shen membuat perayaan kecil-kecilan untuk cucunya itu.

" Anak ini diliputi kesedihan ketika dia lahir di dunia. Dia tidak memiliki orang tua. Kami harus mengatakan kebenaran kepadanya suatu hari nanti. Itu tidak bisa dihindari," kata Shen.

Shen mengatakan dia akan berbohong kepada Tiantian bahwa orang tuanya sedang berada di luar negeri. Shen akan memberitahu kisah sebenarnya jika Tiantian sudah beranjak dewasa.

(Sumber: Asiaone.com

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam