Kisah Sopir Taksi Cari Putri Hilang 24 Tahun Berakhir Manis

Reporter : Sugiono
Minggu, 8 April 2018 10:01
Kisah Sopir Taksi Cari Putri Hilang 24 Tahun Berakhir Manis
Pencarian yang tak kenal lelah, pria ini akhirnya bertemu putrinya yang hilang selama 24 tahun, tepat di hari April Mop tahun ini.

Dream - Masih ingat dengan pria yang 23 tahun mencari putrinya? Awal tahun lalu, pria bernama Wang Mingqing yang berprofesi sebagai sopir taksi di Sichuan, China ini ramai menjadi pemberitaan media di dunia.

Kisah perjuangan Wang mencari anaknya membuat banyak orang terharu. Wang sudah kehilangan putrinya selama 24 tahun. 

(Baca: Kisah Haru Bapak Cari Putri yang Hilang 23 Tahun)

Kisah tersebut berakhir manis. Putrinya yang puluhan tahun dicarinya telah kembali ke pelukan. 

Kabar penemuan kembali putrinya tersebar setelah Wang menerima laporan pencocokkan DNA dari kepolisian. Laporan tersebut menyebutkan DNA Wang cocok dengan milik Wang Qifeng yang tinggal di Kota Panshi, Provinsi Jilin. 

Insiden hilangnya Qifeng terjadi pada 8 Januari 1994. Saat itu, Wang dan istrinya sibuk melayani pembeli buah dagangan mereka dan tidak memperhatikan Qifeng yang berusia 4 tahun. 

Begitu selesai, mereka menyadari sang putri tidak ada. Mereka lalu bertanya kepada semua orang dan menyadari ternyata Qifeng telah hilang. 

Mereka mencari setiap hari sampai jam 1 pagi. Pulang dengan tangan hampa, keduanya tidak bisa menahan tangis begitu melihat pakaian putri mereka.

1 dari 2 halaman

Pencarian Tanpa Lelah

Wang juga pergi ke kantor polisi setempat dan organisasi kesejahteraan anak. Dia menanyakan apakah lembaga-lembaga itu pernah mendapat laporan mengenai anak hilang bernama Wang Qifeng.

Selain itu, Wang juga memanfaatkan internet untuk melacak keberadaan putri. Dia memeriksa sejumlah laman orang orang hilang untuk memastikan nama anaknya tercantum di sana. 

Tak hanya itu, Wang menyebarkan berita kehilangan anaknya lewat iklan di sejumlah surat kabar. 

Pada 2015, Wang bekerja sebagai sopir Didi Chuxing, sebuah perusahaan taksi online terbesar di China. Wang pun menemukan cara baru dalam pencarian putrinya.

" Saya bisa bertemu penumpang yang berasal dari berbagai wilayah di China. Saya minta bantuan mereka untuk membantu menemukan putri saya," kata Wang.


2 dari 2 halaman

Minta Bantuan Penumpang

Wang membagikan kartu berisi informasi dan foto putrinya ke setiap penumpang. Dia meminta mereka untuk membantu menyebarkan informasi melalui aplikasi percakapan WeChat.

" Saya telah menerima 4.839 pesanan sejak saya menjadi sopir Didi. Dalam dua tahun terakhir, saya selalu menunggu satu penumpang, putri saya yang hilang," kata Wang.

Kisah Wang ini pernah jadi liputan utama harian Huaxi Metropolis Daily pada 2015 lalu, Kisah ini menginspirasi stasiun televisi CCTV untuk mengangkatnya ke layar kaca.

CCTV kemudian membuat acara televisi 'Waiting for Me' yang dibawakan oleh Ni Ping. Acara tersebut telah ikut menyebarkan kisah pilu Wang yang 24 tahun kehilangan putrinya.

Qifeng, yang sekarang bernama Kang Ying, ternyata melihat kisah Wang di Internet. Dia lalu mencoba menghubungi ayahnya.

" Dia akan datang ke Chengdu dengan pesawat dari Jilin pada hari Selasa, dan kami akan bersatu kembali. Saya ingin membawanya kembali ke kampung halaman kami di Kota Ziyang untuk bertemu kerabat kami," kata Wang.

(Sah/Sumber: asiaone.com)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair