Mana yang Prioritas, Biayai Haji Sendiri atau Orangtua?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 Juli 2019 20:01
Mana yang Prioritas, Biayai Haji Sendiri atau Orangtua?
Melaksanakan ibadah haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dream - Bagi sebagian besar Muslim di Indonesia, bisa menunaikan haji jadi impian terbesar.

Semua ingin berkunjung ke Haramain (Mekah dan Madinah) dan sejumlah tempat bersejarah untuk berdoa sekaligus napak tilas perjuangan Rasulullah Muhammad SAW, serta para sahabat menyebarkan Islam.

Tetapi, tidak semua Muslim bisa mewujudkan keinginan itu karena terkendala biaya. Tidak sedikit dari mereka yang harus berjuang keras agar bisa berkunjung ke Baitullah.

Sering pula terjadi di masyarakat, orangtua berhaji atas biaya dari anaknya. Si anak ingin berbakti dengan mewujudkan keinginan terbesar orangtua untuk menjadi tamu Allah SWT.

Padahal, anak itu juga belum menunaikan ibadah haji. Tetapi, dia memilih menghajikan orangtuanya lebih dulu daripada dirinya sendiri.

Lantas, sebenarnya lebih baik mana yang didulukan antara haji untuk diri sendiri atau membiayai orangtua?

1 dari 5 halaman

Haji Wajib, Tetapi Boleh Ditunda

Dikutip dari NU Online, menurut pandangan fikih Mazhab Syafi'i, wajib berhaji bagi orang yang telah mampu baik fisik maupun keuangan. Tetapi, kewajiban itu tidak diharuskan untuk dilaksanakan secepatnya.

Seseorang boleh menunda berhaji asalkan memiliki tekad kuat melaksanakannya di waktu mendatang. Juga tidak ada dugaan akan terjadinya kegagalan baik karena lumpuh ataupun bangkrut.

 Siap-siap, Kemenag Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap II Besok

Hal ini sebagaimana disinggung oleh Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitabnya Tuhfah Al Muhtaj Hamisy Hasyiyah Al Syarwani.

" Haji dan umrah (kewajibannya) bisa ditunda, dengan syarat tekad yang kuat mengerjakannya dan tidak menjadi sempit dengan nadzar, kekhawatiran lumpuh atau rusaknya harta dengan sebuah tanda-tanda meski lemah, sebagaimana yang dipahami dari ucapan para ulama: ‘tidak boleh mengakhirkan kewajiban yang dilapangkan kecuali menduga kuat bisa melakukannya’. Atau (kewajiban haji dan umrah menjadi sempit) dengan status qadha dikarenakan ia merusaknya."

 

2 dari 5 halaman

Dari Sisi Keutamaan

Namun demikian, jika dilihat dari keutamaannya, mendahulukan haji untuk diri sendiri lebih baik. Hal ini berkaitan dengan kaidah fikih yang menyatakan demikian.

" Mendahulukan orang lain dalam ibadah adalah makruh, dan di dalam urusan lain disunahkan."

 Kemenag Akan Cek Penambahan Kuota Haji 10 Ribu

Syeikh Izzudin Abdissalam, seperti dikutip Imam As Suyuti dalam kitabnya Al Asybah wa Al Nazhair menjelaskan demikian.

" Berkata Syekh Izzuddin; tidak baik mendahulukan orang lain di dalam ibadah-ibadah, maka tidak baik mendahulukan dalam urusan air bersuci, menutup aurat, dan shaf awal. Sebab tujuan ibadah-ibadah adalah mengagungkan Allah. Barangsiapa mendahulukan orang lain di dalam urusan tersebut, maka sungguh ia telah meninggalkan pengagungan kepada Tuhan."

 

3 dari 5 halaman

Mengapa Lebih Baik Haji Sendiri Dulu?

Diutamakannya mendahulukan haji diri sendiri juga atas dasar menjaga perbedaan pendapat ulama yang menyatakan kewajiban ibadah harus didahulukan, tidak boleh ditunda. Bahkan Syeikh Qudamah dalam kitabnya, Al Mughni, secara tegas menyatakan demikian.

" Barangsiapa teledor di dalam haji sampai wafat, maka dikeluarkan dari seluruh hartanya untuk melaksanakan haji dan umrah atas nama dia."

 UU PIHU Disahkan, Komisi Pengawas Haji Akan Bubar

Dari penjelasan di atas, mendahulukan haji untuk diri sendiri dibandingkan membiayai orangtua lebih utama. Hal ini tidak termasuk su'ul adab (adab buruk) kepada orangtua.

Akan lebih baik jika melaksanakan haji bersama-sama dengan orangtua. Itu jika memiliki kemampuan finansial yang berlebih.

(ism, Sumber: NU Online.)

4 dari 5 halaman

Doa Melihat Hajar Aswad

Dream - Dari rangkaian proses ibadah haji atau umroh, para jemaah yang berkesempatan ke Tanah Suci pasti ingin mencium Hajar Aswad. Wujud benda ini adalah batu hitam yang terletak menempel pada salah satu sudut Kabah.

Dalam ibadah haji maupun umroh, Hajar Aswad menjadi patokan dimulainya tawaf. Amalan dengan berjalan mengelilingi Kabar ini dihitung satu putaran penuh jika kembali menjumpai batu hitam tersebut di sisi kiri.

Umat Islam meyakini Hajar Aswad bukan batu biasa. Dalam catatan sejarah Islam, batu ini berasal dari surga.

Selain itu, Hajar Aswad dipercaya dapat menghapus dosa-dosa manusia. Sehingga, setiap Muslim sangat ingin menyentuh hingga menciumnya.

Amalan mencium Hajar Aswad diajarkan sendiri oleh Rasulullah Muhammad SAW. Amalan tersebut dicontoh oleh Umar bin Khattab RA seperti terjelaskan dalam riwayat Imam Bukhari dari 'Abis bin Robi'ah.

Jika tidak berkesempatan untuk menyentuh atau mencium dan hanya bisa melihat Hajar Aswad, dianjurkan membaca doa ini.

5 dari 5 halaman

Doa Melihat Hajar Aswad

 Doa Hajar Aswad

Bismillahi, Wallahu Akbar, Allahumma imanan bika, wa tashdiqon bi kitabika, wa wafaan bi 'ahdika, wattiba'an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallahu 'alaihi wa sallam.

Artinya,

" Dengan nama Allah, Allah lah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku beriman pada-Mu, membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunah Nabi-Mu SAW."

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo