Niat Puasa Rajab, Beserta Hukum, Manfaat, dan Keutamaannya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 29 April 2021 08:05
Niat Puasa Rajab, Beserta Hukum, Manfaat, dan Keutamaannya
Rajab dikenal sebagai bulan mulia selain Ramadan.

Dream - Umat Islam dianjurkan memuliakan bulan Rajab dengan memperbanyak amalan shaleh. Rajab selama ini memang dikenal sebagai bulan mulia selain Ramadan.

Kemuliaan Rajab juga dianjurkan dijaga dengan menjauhi perbuatan maksiat. Meskipun perbuatan ini memang sudah seharusnya tak dilakukan di bulan apapun.

Ada banyak amalan shaleh yang bisa kita lakukan sepanjang Rajab. Mulai dari ibadah seperti memperbanyak sholat sunah, puasa sunah, maupun dengan amalan seperti sedekah.

Sebenarnya, tidak ada kekhususan untuk menjalankan puasa Rajab. Meski begitu, amalan ibadah tersebut bisa dilakukan dengan puasa sunah biasa seperti ayyamul bidh, puasa 10 hari pertama, puasa Daud, puasa Senin dan Kamis, dan lain sebagainya.

Tetapi karena dijalankan di bulan Rajab, tentu mengandung keutamaan tersendiri. Mengingat Rajab merupakan waktu tersebarnya rahmat Allah SWT.

1 dari 5 halaman

Mengenal Bulan Rajab

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Bulan Rajab merupakan salah satu dari 4 bulan haram atau bulan yang diagungkan dan dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara bulan-bulan haram tersebut adalah Bulan Rajab, Bulan Dzulqaidah, Bulan Dzulhijjah, dan Bulan Muharram. Bulan haram merupakan salah satu bulan dalam penangggalan hijriyah yang dimuliakan. Pada bulan ini umat Islam diharamkan berbuat maksiat.

Dinamakan bulan haram dikarenakan oleh dua hal, yaitu karena pada bulan ini diharamkan untuk berperang, kecuali musuh yang memulai perang tersebut dan sebagai penghormatan. Maksudnya sebagai penghormatan, jika ada perbuatan haram yang dilanggar, maka pada bulan-bulan ini bobot dosanya lebih berat daripada bulan-bulan lainnya.

Oleh karena itu, Allah SWT memperingatkan umat Muslim agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat pada bulan bulan ini.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah: 36

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Mengenai empat bulan yang dimaksud, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi SAW bersabda:

“ Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharam dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)

Rajab merupakan derivasi dari kata “ tarjib” yang berarti memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “ Al-Ashobb” karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Ia bisa juga dipanggil “ Al-Ashomm” karena tidak terdengar gemerincing senjata untuk berkelahi pada bulan ini. Boleh jadi juga disebut “ Rajam” karena musuh dan setan-setan itu dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

2 dari 5 halaman

Hukum Puasa Pada Bulan Rajab

 

Hukum puasa pada bulan Rajab kerap menjadi perdebatan apakah merupakan sunnah atau bid’ah. Dilansir dari laman NU Online, pertanyaan semacam ini juga pernah diutarakan Utsman Ibn Hakim al-Anshari terhadap Sa’id Ibn Jubair. Dialog antara keduanya dicatat oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya. Berikut kutipannya:

“ Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim)

Hadis ini menunjukkan Rasulullah pernah mengerjakan puasa di bulan Rajab walaupun tidak sebulan penuh. Ini sekaligus membuktikan puasa Rajab bukanlah termasuk perkara bid’ah atau tercela.

Imam An Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim menjelaskan kedudukan hukum puasa Rajab. Imam An Nawawi menyatakan tidak ada dalil yang melarang maupun menganjurkan puasa Rajab.

Meski demikian, berpuasa di bulan Rajab diobolehkan. Karena kedudukannya sama dengan puasa di hari lain di luara puasa Ramadan.

" Maksud Sa'id ibn Jubair beristidlal dengan hadis ini adalah pada dasarnya Rasulullah SAW tidak melarang puasa Rajab dan tidak pula menyunahkannya. Akan tetapi, hukum puasa Rajab sama dengan puasa di bulan lain. Tidak ada dalil khusus yang melarang puasa Rajab dan menyunahkannya. Pada hakikatnya, hukum puasa adalah sunah. Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mensunahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab salah satu dari bulan tersebut."

Lewat penjelasan Imam An Nawawi di atas dapat dipahami bahwa melakukan puasa di bulan Rajab adalah sunnah dengan beberapa alasan: pernah, dilihat dari hukum asalnya, puasa disunnahkan kapan pun selama tidak dikerjakan pada waktu terlarang, seperti hari raya Idhul Fitri atau Idhul Adha; kedua, meskipun tidak ditemukan dalil spesifik terkait puasa Rajab, namun perlu diperhatikan, Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab termasuk salah satu dari bulan haram.

Puasa Rajab termasuk dalam puasa sunnah. Pada dasarnya puasa sunnah memang dianjurkan dilaksanakan untuk memperoleh kemuliaan Allah SWT. Puasa sunnah dapat dilakuakan kapan saja kecuali hari-hari tertentu yang dilarang. Jadi, puasa Rajab merupakan sunnah dan dapat dilakukan untuk memperoleh pahala.

3 dari 5 halaman

Niat Puasa Rajab

 

Niat Puasa Rajab Sebelum Subuh

Niat Puasa Rajab© Dream.co.id

Nawaitu shouma ghadin ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Ta’ala."

Niat Puasa Rajab Siang Hari

Niat Puasa Rajab© Dream.co.id

Nawaitu shouma hazal yaumi ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala."

4 dari 5 halaman

Keutamaan Puasa Rajab

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Sebuah riwayat dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab, maka ia bagaikan melaksanakan puasa setahun, bila ia berpuasa 7 hari, maka ditutuplah untuknya pintu pintu neraka jahannam, bila berpuasa 8 hari, maka dibukakan 8 pintu surga untuknya, dan bila ia berpuasa selama 10 hari, maka Allah SWT akan mengabulkan semua permintaannya."

5 dari 5 halaman

Manfaat Puasa Rajab 10 Hari

 

Manfaat puasa Rajab selama 10 hari salah satunya yaitu Allah SWT akan mengabulkan semua permintaan hambanya, dan bila puasa selama 10 hari di bulan Rajab maka Allah akan mengganti dosa-dosa hambanya dengan dengan kebaikan.Adapun tentang kapan pelaksanaan puasa di bulan Rajab dan manfaat puasa Rajab 10 hari, maka salah satu rujukannya adalah keterangan yang ada pada hadits-hadits berikut ini:

" Barangsiapa berpuasa pada pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan" .

Riwayat Al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: " Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya" .

Selain hadits riwayat Al-Thabarani dari Sai'id bin Rasyid, berikut keterangan lainnya tentang manfaat puasa Rajab 10 hari. Ibnu Abbas R.A. berkata: " Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, di hari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun, dihari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan" . (HR. Abu Muhammad Al-Khalali, Dimuat dalm kitab Jami'Ush-Shaghir).

Abu Hurairah RA. berkata: " Bahwasanya Nabi SAW diluar bulan Ramadhan tidak puasa kecuali bulan Rajab dan bulan Sya'ban" . Dalam Hadis Shahih Bukhori Muslim, Nabi SAW bersabda: " Bahwasanya di sorga ada sebuah sungai Rajab, airnya putih melebihi susu, manis melebihi madu, siapa puasa sehari dibulan Rajab, pasti Allah memberinya minum dari sungai (Bengawan) tersebut" .

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar