Ayah Tukang Sayur Keliling, Dua Anaknya Lulus Sarjana

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 20 Januari 2021 12:45
Ayah Tukang Sayur Keliling, Dua Anaknya Lulus Sarjana
Stanis bangga bisa memberikan pendidikan layak kepada anak-anaknya.

Dream - Keliling Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi aktivitas yang rutin Stanislaus Palang, 54 tahun. Membawa serta gerobak hijau, dia menjajakan sayur segar dari rumah ke rumah.

Tak peduli cuaca apapun, warga Koko, Desa Bangka Nderu, Kecamatan Wae Ri'i keluar masuk gang untuk menjual sayuran. Semua dia lakukan demi keluarga, khususnya biaya pendidikan anak-anaknya.

Perjuangan Stanis bermula pada 1989 dengan berdagang kapur sirih di kampungnya. Tetapi, pada 2015 usaha itu dia tinggalkan lantaran pembeli semakin sepi.

Dia memutuskan pindah ke Ruteng dan menjalankan usaha berdagang sayuran keliling. Dia datangi rumah warga serta warung makan menawarkan dagangan.

 

 

1 dari 2 halaman

Dua Anak Sudah Sarjana

Dalam satu hari, Stanis kerap mendapat keuntungan hingga Rp150 ribu. Uang itu dia gunakan untuk membiayai hidup keluarganya.

" Yang paling banyak laku itu biasanya kalau jual ke warung-warung makan. Hanya, sekarang itu sepi, mungkin karena corona ini," ujar Stanis, dikutip dari Ekorantt.com.

Perjuangan Stanis berbuah manis. Dari usaha tersebut, dua anaknya bisa mendapat pendidikan layak, bahkan telah meraih gelar sarjana.

Anak pertamanya meraih gelar Sarjana Ekonomi dari STKIP-PI Makassar. Sedangkan anak ke dua merupakan Sarjana Agama dari Stipas St. Sirilius Ruteng.

" Saya yakin, semoga saya juga bisa membiayai anak saya yang masih SMA di Borong dan SMP di Pagal untuk raih Sarjana," kata dia.

 

 

2 dari 2 halaman

Kondisi Ekonomi Keluarga Membaik

Usaha Stanis pun berkembang. Sejak 2019, Stanis memiliki kios dagang kebutuhan pokok di Pasar Inpres Ruteng yang dikelola istrinya, Monika Pangus, 57 tahun.

Dia bersyukur kini pemasukan keluarganya bertambah. Pendapatan diperoleh dari dagangan sayur ditambah untuk dari kios, membuat keluarganya cukup sejahtera.

Kini, Stanis masih punya mimpi agar dua anak terakhirnya bisa juga meraih sarjana. Dia akan terus bekerja demi mewujudkan mimpi itu.

" Saya hanya berdoa semoga selalu diberi kesehatan, agar saya bisa terus bekerja," kata dia.

Lebih lanjut, Stanis menyatakan semua impian bisa dicapai dengan kerja keras. Dia pun berpesan kepada generasi muda untuk giat bekerja.

" Kepada generasi muda, jangan gengsi kalau mau sukses, kerja apa saja, yang penting pekerjaan halal atau tidak merugikan orang lain," ucap Stanis.

Beri Komentar