Quran Surat Ad Dhuha: Arab, Latin, Asbabun Nuzul dan Terjemahan

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 30 Desember 2020 10:38
Quran Surat Ad Dhuha: Arab, Latin, Asbabun Nuzul dan Terjemahan
Surat Ad Dhuha diturunkan setelah beberapa waktu Nabi Muhammad tidak mendapatkan wahyu dari Allah.

Dream – Ketika mendirikan sholat dhuha, kita dianjurkan membaca surat Ad Dhuha pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah. Ternyata surat Ad Dhuha menyimpan banyak keutamaan dan manfaat luar biasa.

Surat Ad Dhuha merupakan surat yang ke-93 dalam mushaf Al-qur'an. Surat ini tergolong ke dalam Makiyyah karena diturunkan di Kota Mekkah. Surah yang terdiri dari 11 ayat ini disebut dengan ad Dhuha karena memiliki arti waktu dhuha.

Nama ad-Duha dalam surat ini diambil dari sumpah Allah pada ayat pertama, " demi waktu duha" , yaitu waktu ketika matahari sudah naik sekitar sepenggalah. Surat ini diturunkan setelah beberapa waktu Nabi Muhammad tidak mendapatkan wahyu dari Allah. Hal ini membuat kaum kafir Mekah menghina beliau dengan ucapan semacam " Muhammad sudah tidak dipedulikan Tuhannya" .

Lebih jelasnya di bawah ini dijelaskan asbabun nuzul surat Ad Dhuha lengkap dengan arab, latin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

1 dari 4 halaman

Riwayat Asbabun Nuzul Surat Ad Dhuha

Diriwayatkan oleh Said bin Manshur dan Al Farabi yang bersumber dari Jundub bahwa Jibril untuk beberapa lama tidak datang kepada Nabi Saw. Berkatalah kaum musyrikin, “ Muhammad telah ditinggalkan.” Maka turunlah ayat-ayat ini (ad Dhuha 1-3) yang membantah ucapan mereka.

Ilustrasi© unsplash.com

Sementara itu, diriwayatkan oleh Al Hakim yang berusmber dari Zaid bin Arqam bahwa berhari-hari Rasulullah Saw tidak didatangi Jibril, Berkataah Ummu Jamil, istri Abu Lahab: “ Aku berkesimpulan bahwa sahabatmu (Jibril) telah meninggalkan engkau dan marah kepadamu.” Maka turunlah ayat-ayat ini (ad dhuha 1-3) yang membantah anggapan Ummu Jamil ini.

2 dari 4 halaman

Asbabun Nuzul

Diriwayatkan oleh Al Aswad bin Qais, bahwa Jundub bin Sufyan mengisahkan, seorang dari kaum kafir tersebut, Ummu Jamil binti Harb, istri Abu Lahab, berkata kepada Muhammad, " Wahai Muhammad, aku benar-benar berharap setanmu (yang dimaksud malaikat Jibril) telah meninggalkanmu. Sebab, aku tidak lagi melihatnya sejak dua hari atau tiga hari ini." (H.R. Bukhari 4569).

Ilustrasi© unsplash.com

Sebagai jawaban atas ucapan itu, diturunkanlah Surat ad-Dhuha yang menegaskan, Allah sama sekali tidak meninggalkan atau memurkai Muhammad. Sebaliknya, Allah selalu menjaga beliau tanpa terputus. Dalam Surat ad Dhuha juga diterangkan larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta. Dan surat ini juga ditutup dengan perintah untuk kita selalu bersyukur terhadap nikmat Allah.

Surat ad Dhuha juga dapat diamalkan ketika melaksanakan sholat Dhuha. Berdasarkan hadis, Zaid bin Arqam meriwayatkan, " Rasulullah SAW keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat Dhuha, lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sholat Dhuha dilakukan apabila anak anak unta telah merasa kepanasan (karena tersengat matahari).'" (HR. Muslim dan Ahmad bin Hanbali). Nah, untuk itu berikut surat ad Dhuha ayat 1 sampai 11.

3 dari 4 halaman

Surat Ad Dhuha Ayat 1-5 Arab, Latin & Terjemahan

Ilustrasi© unsplash.com

Berikut bacaan surat ad Dhuha arab, latin serta terjemahan Bahasa Indonesia:

Ilustrasi© dream.co.id

Wad-dhuha

Artinya: Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wal-laili iza sajaa

Artinya : Demi malam apabila telah sunyi,

 

Ilustrasi© dream.co.id

Maa wadda’aka rabbuka wa maa qala

Artinya : Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa lal- akhiratu khairul laka minal-uulaa

Artinya : Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa lasaufa yu’tika rabbuka fa tardha

Artinya : Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

4 dari 4 halaman

Surat Ad Dhuha Ayat 6-11

Ilustrasi© dream.co.id

A-lam yajidka yatiiman fa-aawa

Artinya : Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa-wajadaka dhaallan fa hadaa

Artinya : Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa wajadaka a’ilan fa aghnaa

Artinya : Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Fa ammal-yatiima fala taq-har

Artinya : Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa ammas-saa ila fala tan har

Artinya : Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa amma bini’mati rabbika fa haddis

Artinya : Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar