Sa'ad bin Abi Waqqash, Penyebar Islam di China

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Desember 2018 11:15
Sa'ad bin Abi Waqqash, Penyebar Islam di China
Sa'ad menetap di China untuk menyebarkan Islam atas perintah dari Khalifah Usman bin Affan.

Dream - Etnis Uighur kembali menjadi sorotan dunia. Penderitaan mereka dari waktu ke waktu semakin berat. Tekanan demi tekanan mereka dapatkan dari otoritas China.

Mereka dilarang mengumandangkan azan, sholat, puasa, dan ibadah lainnya. Mereka juga dipaksa untuk mengonsumsi alkohol, sesuatu yang dalam keyakinan mereka adalah haram.

Kabar terkini, ribuan Muslim Uighur dipaksa berdiam di kamp pelatihan, yang sebenarnya adalah tahanan super besar. Otoritas China berdalih memberikan pelatihan kerja bagi para Muslim Uighur untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

Islam sebenarnya bukan agama baru di China. Islam bahkan sudah dianut di daratan Tiongkok selama berabad-abad lamanya.

Penyampai Islam pun bukanlah generasi tabi'in, tabiut tabi'in, maupun ulama. Tetapi, seorang sahabat yang memiliki andil besar bagi dakwah Rasulullah Muhammad SAW. Dia adalah Sa'ad bin Abi Waqqash Radliyallahu 'Anhu.

1 dari 2 halaman

Kiprah Sa'ad bin Abi Waqqash dalam Dakwah Islam

Dalam catatan sejarah, Sa'ad adalah salah satu sahabat yang masuk golongan Assabiqunal Awwalun atau orang-orang yang pertama dan paling awal memeluk Islam. Saat usianya masih 17 tahun, Sa'ad bersama Abu Bakar As Shiddiq serta sahabat lainnya mengucapkan kalimat Syahadat dan memegang teguh Islam.

Rasulullah SAW juga memasukkan Sa'ad dalam daftar 10 orang yang dijamin masuk surga. Selain itu, Sa'ad juga didoakan Rasulullah SAW agar doanya selalu dikabulkan Allah SWT.

Sa'ad juga menjadi saksi turunnya sejumlah wahyu kepada Rasulullah. Bahkan dia sendiri yang menjadi sebab turunnya Surat Lukman ayat 15, Surat Al An'am ayat 52-53 dan beberapa ayat lainnya.

Dia juga terlibat sejumlah peperangan di era Rasulullah SAW. Sa'ad pun tercatat sebagai orang yang melepas anak panah pertama pada perang pertama umat Islam melawan golongan Quraisy.

Selain itu, Sa'ad dikenal sebagai sahabat yang usianya paling panjang, hingga 83 tahun. Dia bahkan merasakan masa kepemimpinan Rasulullah hingga tiga khalifah, yaitu Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan.

 

2 dari 2 halaman

Delegasi Islam untuk China

Ketika umat Islam dipimpin Khalifah Usman bin Affan, Sa'ad mendapat perintah untuk menyebarkan Islam ke China. Inilah tonggak awal tersebarnya Islam di benua Asia bagian utara.

Ada dua versi persebaran Islam ke China. Versi pertama, Islam disebarkan oleh sahabat Rasulullah yang menetap Abyssinia atau Ethiopia usai masa hijrah pertama, lalu berlayar menuju China.

Sedangkan versi kedua, Islam disebarkan oleh Sa'ad dengan berlayar dari Abyssinia ke China. Rute perjalanan Sa'ad memiliki kesamaan dengan versi pertama.

Tetapi, berdasarkan data yang ada, para sejarawan meyakini versi kedua yang paling kuat. Sa'ad mendapat perintah dari Khalifah Usman untuk memimpin delegasi Islam ke China pada 615 Masehi.

Mereka pun diterima dengan baik oleh Kaisar Yong Hui dari Dinasti Tang yang sangat toleran. Kaisar sampai mengizinkan delegasi Sa'ad mendirikan masjid.

Berdirilah masjid yang dinamai Masjid Huaisheng atau Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash di atas lahan seluas 5 hektare di Guangzhou. Masjid tersebut tetap lestari hingga saat ini dan menjadi tempat ibadah umat Islam tertua.

Sumber: NU Online

Beri Komentar