Sejarah dan Makna Bhineka Tunggal Ika

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 25 Agustus 2021 08:06
Sejarah dan Makna Bhineka Tunggal Ika
Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Dream – Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah frasa Jawa yang digunakan oleh seorang pujangga bernama Mpu Tantular. Jika diterjemahkan secara harfiah memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Inilah yang menjadi semboyan Bangsa Indonesia dan tertulis pada lambang negara yaitu Garuda Pancasila.   

Semboyan ini menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dan sebagai pelajaran bagi masyarakat Indonesia, untuk selalu menghormati perbedaan yang ada. Terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Pada hakikatnya Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Meskipun dengan segala perbedaan didalamnya, justru menjadikan Indonesia sebagai negara yang begitu indah. Keragamaan yang terjalin semakin membuat erat tali persaudaraan diantara sesama.

Nah bagaimana sejarah awal Bhineka Tunggal Ika dijadikan sebagai semboyan Bangsa Indonesia? Berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

Sejarah Bhineka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 M.

Bila diartikan kata per kata yaitu ‘Bhineka berarti beragam’ ‘Tunggal berarti satu’ ‘Ika berarti itu’

Dan dalam kitab Kakawin, Bhineka Tunggal Ika memiliki makna toleransi antara agama terutama antara agama Hindu-Siwa dan Buddha. Meskipun dengan segala perbedaan, namun tetap harus bersatu padu.

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa,

Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen,

Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,

Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.

Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?

Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal

Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

(Terjemahan: teks oleh Dr. Soewito Santoso)

Hal ini memberikan makna inspiratif bagi Bangsa Indonesia. Yaitu meskipun Bangsa Indonesia memiliki keberagaman dari berbagai kebudayaan dan suku bangsa maupun kepercayaan, tetapi semuanya mengarah pada satu persatuan yaitu Indonesia.

Semangat persatuan inilah yang menjadi motivasi bagi masyarakat Indonesia. Untuk selalu bersikap toleransi dan menghargai setiap perbedaan.

2 dari 5 halaman

Makna Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika© wikipedia

 

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman budaya, ras, suku, agama dan golongan yang kesemuanya merupakan kekayaan tak ternilai yang dimiliki bangsa Indonesia. Keragaman itu pun terkadang menjadi tantangan yang sering kali muncul di tengah kehidupan masyarakat.

Kansil dan C. Kansil (2006) mengemukakan bahwa “ Persatuan dikembangkan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.”

Sehingga semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan penggambaran dari bentuk persatuan dan kesatuan bagi Bangsa Indonesia. Inilah yang menjadi landasan bagi Bangsa Indonesia untuk memupuk rasa saling menghormati antar sesama.

 

(Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber lainnya)

 

 

3 dari 5 halaman

Fungsi Bhineka Tunggal Ika

Adapun beberapa fungsi dari Bhinneka Tunggal Ika dalam berbangsa maupun bermasyarakat, yaitu :

  1. Menciptakan dan menjaga kesatuan Republik Indonesia.
  2. Membangun kehidupan nasional yang toleran.
  3. Sebagai rambu-rambu peraturan dan kebijakan negara.
  4. membantu mewujudkan cita-cita leluhur bangsa.
  5. Membentengi perdamaian Indonesia.

Itulah mengapa, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam bangsa Indonesia.

Kita sebagai generasi selanjutnya yang bisa menikmati kemerdekaan dengan mudah, harus bersungguh-sungguh untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4 dari 5 halaman

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Aturan Negara

Terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66/1951, Lambang Negara. Ditetapkan di Jakarta tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri, Sukiman Wirjosandjojo.

Tertuang dalam Pasal 5 yang berbunyi, " Di bawah lambang tertulis dengan huruf latin sebuah semboyan dalam bahasa Jawa-Kuno, yang berbunyi: Bhinneka Tunggal Ika.

Penjelasan dari Pasal 5 tersebut, perkataan Bhinneka adalah gabungan dua perkataan: bhinna dan ika. Kalimat seluruhnya itu bisa disalin, 'berbeda-beda tetapi tetap satu jua'. Kalimat tersebut telah tua dan dipakai oleh pujangga ternama, Empu Tantular dalam arti, " di antara pusparagam adalah kesatuan.”

5 dari 5 halaman

Pita Bertuliskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika juga tertulis dalam pita putih dengan tinta berwarna hitam yang terletak pada bagian bawah lambang Pancasila yang digenggam oleh cakar burung Garuda.

Diambil dari penggalan kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Bhinneka berarti berbeda-beda, tunggal artinya satu, dan ika berarti itu. Sehingga secara bahasa, bhinneka tunggal ika, memiliki arti " berbeda-beda tetapi tetap satu" .

Nusantara memiliki segudang deretan suku, budaya, bahasa, hingga ras yang unik. Keanekaragaman di setiap daerah tersebut menjadi kekayaan yang patut dibanggakan.

Meskipun Indonesia berbeda-beda, tapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan. Menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beri Komentar