Tahajud dan Sedekah Antar Mantan Penjahit Ibadah Umrah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 21 April 2016 16:16
Tahajud dan Sedekah Antar Mantan Penjahit Ibadah Umrah
Syahrul sempat merasakan sulitnya hidup sebagai tukang jahit. Kini, dia mendapat kesempatan umrah di sela waktu bekerjanya sebagai videografer.

Dream - Bisa terbang ke Tanah Suci dan menjalankan ibadah umrah mungkin tidak pernah terlintas dalam benak Syahrul Ramadhan, 23 tahun. Butuh biaya besar untuk bisa menjejakkan kaki di Mekah.

Tetapi, semua yang tidak mungkin ternyata bisa terjadi. Awal tahun ini, Syahrul mendapat kesempatan menjalankan umrah.

Syahrul merupakan remaja yang berasal dari keluarga biasa saja dan hanya mampu bersekolah sampai jenjang SMA. Dia sempat menjalani profesi sebagai tukang jahit selepas lulus sekolah di sekitar rumahnya di Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Sebenarnya dia tidak mahir menjahit. Tetapi karena kebutuhan sehari-hari mendesak untuk dipenuhi, Syahrul memutuskan untuk menjalani profesi tersebut.

Menjadi penjahit dijalani Syahrul hingga akhir 2012. Saat itu, lembaga pembinaan ketrampilan Rumah Gemilang Indonesia (RGI) membuka pendaftaran siswa didik baru angkatan ke-8.

Mendapat informasi pendaftaran tersebut, Syahrul mendaftar. Setelah melewati beberapa seleksi, dia diterima menjadi Santri RGI jurusan Fotografi dan Videografi.

" Saya belajar cara motret, shooting video, editing, dan bikin video berita. Alhamdulillah, di sini instrukturnya baik-baik," kata Syahrul.

Selama menjalani pendidikan di RGI, Syahrul tidak hanya mendapat bekal pelatihan ketrampilan. Dia juga mendapat pengetahuan agama, agar saat lulus tidak hanya ahli di bidangnya, namun juga berakhlakul karimah.

Syahrul kerap menjalankan amalan shalat tahajud, shalat subuh berjamaah, shalat dluha, dan membaca Alquran Surat Al Waqiah bersama-sama. Kegiatan ini memang dianjurkan untuk dikerjakan para santri RGI.

Syahrul telah lulus dari RGI dan kini dia diterima bekerja di sebuah rumah produksi sebagai juru kamera. Meski sudah bekerja, Syahrul ternyata selalu menjalankan kebiasaan selama di RGI.

Syahrul tidak pernah sekalipun meninggalkan shalat tahajud dan sedekah meski sudah bekerja. Hal itu ternyata menjadi catatan prestasi Syahrul dalam bekerja.

Suatu berkah dirasakan Syahrul. Dia dipercaya menjadi anggota tim produksi sebuah tayangan televisi yang akan disiarkan di stasiun televisi swasta Ramadan nanti. Tayangan tersebut akan mengambil gambar di beberapa negara kawasan Timur Tengah, salah satunya di Mekah, Arab Saudi.

Syahrul pun memanfaatkan kesempatan tersebut. Di sela bekerja, dia menjalankan umrah yang memang diizinkan oleh pengelola rumah produksi tempat dia bekerja.

" Saya nggak menyangka sebelumnya. Yang jelas, semua sudah diatur sama Allah SWT dan saya sangat bahagia," kata Syahrul.

(Ism, Sumber: LAZ Al Azhar Peduli Ummat) 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone