Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 atau 11 Muharram?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 10 September 2019 14:12
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 atau 11 Muharram?
Ada ketentuan Puasa Asyura dilaksanakan dengan menambah satu hari.

Dream - Salah satu sunah yang dianjurkan pada Hari Asyura adalah berpuasa. Puasa ini untuk meraih keutamaan yang terkandung pada bulan Muharram.

Dalam sejarahnya, Puasa Asyura awalnya dilakukan umat Yahudi. Tetapi, Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan umat Islam juga berpuasa pada 10 Muharram mengingat keutamaan hari tersebut.

Tetapi, syariat Puasa Asyura untuk umat Islam berbeda dengan Yahudi. Agar tidak menyamai, umat Islam melaksakan puasa sehari sebelumnya yaitu pada 9 Muharram atau setelahnya pada 11 Muharram.

Dasarnya adalah hadis riwayat Imam Ahmad yang artinya sebagai berikut.

Berpuasalah di hari Asyura, dan jangan menyamai kaum Yahudi, berpuasalah kalian satu hari sebelumnya atau satu hari setelahnya.

Lantas, apakah benar berpuasa Asyura tanpa puasa pada 9 Muharram atau 11 Muharram tidak dibolehkan?

 

1 dari 5 halaman

Tak Ada Ketentuan Yang Jelas

Dikutip dari Islami, terdapat sebuah hadis yang memuat kisah Rasulullah hendak berpuasa pada 9 Muharram. Tetapi, Rasulullah belum pernah melaksanakannya karena sudah meninggal lebih dulu.

Dari Ibn Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa hari Asyura, kemudian para sahabat berkata, " Wahai Rasul SAW, sesungguhnya Asyura adalah hari agung bagi kaum Yahudi dan Nasrani." Kemudian Rasul berkata, " Jika tiba Muharram tahun depan, Insya Allah kita berpuasa di hari kesembilan." Ibn Abbas berkata, " Rasulullah wafat sebelum datang bulan Muharram tahun selanjutnya."

Riwayat ini menunjukkan tidak adanya dalil yang jelas mengenai ketentuan pelaksanaan puasa Asyura harus dua hari. Baik sehari sebelum maupun sesudahnya.

Karena tidak ada ketentuan yang jelas, ulama berbeda pendapat dalam memandang pelaksanaan Puasa Asyura, apakah harus disertai puasa sehari sebelum atau setelahnya. Atau cukup melaksanakan satu hari Puasa Asyura.

 

2 dari 5 halaman

Tiga Pandangan Berbeda

Imam Asy Syafi'i punya pandangan sabda Rasulullah yang hendak menambah hari pada Puasa Muharram adalah upaya menyempurnakan kebaikan. Meskipun terdapat kesan ingin berbeda dari umat Yahudi. Sehingga, Imam Asy Syafi'i berkesimpulan menambah hari Puasa Asyura hanyalah kesunahan, bukan kewajiban.

Pendapat ulama yang harus ditambahi hari jika melaksanakan Puasa Asyura agar berbeda dari umat Yahudi. Dasarnya adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad.

Tetapi, hadis ini ternyata dihukumi dhaif atau lemah. Bahkan Imam As Syaukani, seperti dikutip Al Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At Tirmidzi menyatakan hadis tersebut mungkar.

Dalam pandangan Al Mubarakfuri, tidak selamanya Rasulullah berbeda dengan kaum ahlul kitab. Dalam beberapa kasus, Rasulullah menjalankan apa yang dilakukan ahli kitab, demikian pula sebaliknya.

Sedangkan pendapat ketiga, sebagian ulama menangkap adanya maksud Rasulullah ingin memindahkan Puasa Asyura dari tanggal 10 menjadi 9 Muharram. Ada pula yang menyebut Rasulullah ingin melaksanakan puasa di dua hari tersebut.

Untuk berhati-hati, para ulama melaksanakan puasa di dua hari tersebut. Bahkan ada golongan tabiin berpuasa Asyura di dua hari yaitu 9 dan 10 Muharram.

Dari beberapa pendapat tersebut, Imam An Nawawi cenderung mengunggulkan pendapat pertama. Yaitu menambah jumlah hari sebelum atau sesudah Puasa Asyura adalah kesunahan.

Sehingga, tidak masalah jika kita hanya menjalankan Puasa Asyura tanpa menambah hari. Tetapi, tentu lebih baik jika ditambah.

Sumber: Islami.co

3 dari 5 halaman

Niat Puasa Asyura 10 Muharram, Insya Allah Dijalankan Besok

Dream - Tak terasa awal tahun 1441 Hijriah sudah memasuki awal 10 Muharram. Umat Islam menyebut hari ini dengan nama Asyura.

Dalam literatur Islam, Asyura merupakan hari yang mengandung banyak sekali keutamaan. Banyak peristiwa penting di masa lalu yang terjadi di hari Asyura.

Di tanggal 10 Muharam dikisahkan sebagai hari diciptakannya Nabi Adam AS serta turunnya Nabi Nuh AS dari kapal setelah banjir besar. Peristiwa lain ada juga seperti dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus, atau diselamatkannya Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran musuh lewat terbelahnya lautan.

Bagi umat Islam, hari ini juga menduduki derajat sangat penting. Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan Puasa Asyura.

Amalan ini awalnya dihukumi wajib karena Rasulullah selalu menjalankannya. Tetapi, setelah turun perintah Puasa Ramadan, Rasulullah tidak lagi mewajibkan umat Islam melaksanakannya.

Ketika hendak menjalankan Puasa Sunah Asyura pada besok, tentu diawali dengan niat. Pada malam hari, dianjurkan melafalkan niat ini.

4 dari 5 halaman

Niat Puasa Asyura

 Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

5 dari 5 halaman

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Jika Tak Sempat Dibaca Malam Hari

Dream - Ketika Muharram tiba, umat Islam menemukan amalan puasa asyura dan Tasu'a yang dianjurkan oleh Rasullullah. Muharram memang termasuk bulan mulia yang ketinggian derajatnya disebut tepat di bawah Ramadan.

Umat Islam boleh menjalankan banyak puasa sunah saat Muharram. Tetapi, puasa yang lebih ditekankan yaitu Tasu'a dan Asyura.

Puasa Asyuara dan Tasu'a merupakan amalan rangkaian. Amalan intinya adalah Puasa Asyura pada 10 Muharram namun umat Islam juga dianjurkan untuk puasa Tasu'a pada 9 Muharram agar tidak menyamai amalan orang Yahudi.

Seperti puasa-puasa kebanyakan, amalan ini diawali dengan niat lebih dulu. Niat puasa asyura dan Tau'a bisa dijalankan pada malam hari sebelumnya.

Tetapi karena Puasa Tasu'a dan Asyura merupakan amalan sunah, maka niatnya bisa dilakukan pada pagi atau siang hari. Syaratnya, seseorang belum makan, minum maupun melalukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut niat Puasa Tasu'a dan Asyura di siang hari.

 Niat Puasa Tasu'a dan Asyura siang hari

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatit tasu'a awil asyura lillahi ta'ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

 

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik