Tata Cara Sholat Syuruq Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Waktu Pengerjaan

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 2 Desember 2020 09:24
Tata Cara Sholat Syuruq Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Waktu Pengerjaan
Pengertian sholat syuruq dan tata cara mengerjakannya

Dream- Shalat Dhuha merupakan shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Sholat dhuha juga bisa menjadi pengganti shalat sunnah tahajud ketika seseorang terlambat bangun di sepertiga malam. Tetapi, apakah shalat dhuha juga bisa digantikan dengan shalat syuruq? Dalam arti, tidak perlu melaksanakan shalat sunnah dhuha lagi jika seseorang sudah melaksanakan shalat sunnah syuruq, benarkah begitu?

Sholat syuruq berarti sholat yang dikerjakan pada waktu matahari terbit. Sholat syuruq juga dikenal dengan sholat isyraq. Dikutip dalam buku 'Shalat-shalat Tathawwu' oleh David Muhammad, penyebutan sholat ini dengan sholat isyraq berdasarkan dengan penamaan sahabat Ibnu'Abbas.

Dalam hadits Rasulullah disebutkan bahwa sholat dhuha yang dilaksanakan persis pada waktu terbitnya matahari disebut sholat Al-isyraq (HR. Al-Hakim dan Thabrani dari Ummu Hani).

Namun ini bukanlah sholat dhuha, karena sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah matahari sepenggalahan naik dan sholat shunah isyraq waktunya adalah sejak terbit matahari sampai waktu dhuha (sepenggelahan naik).

1 dari 7 halaman

Dalil Mengerjakan Sholat Syuruq

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Sholat Syuruq / Israq merupakan Sholat Sunnah yang amat dianjurkan dan sebagai tambahan (Nafilah) ibadah kita selain mendirikan Sholat Fardhu. Dalil untuk melaksanakan Sholat Isyraq adalah sebagai berikut:

‘Dari Sahabat Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang Sholat pagi hari (subuh) secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga terbitnya matahari, kemudian ia Sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala mengerjakan haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sempurna, sempurna, sempurna.’ (HR. Tirmidzi no HR. Tirmidzi no. 586, beliau berkata bahwa hadits ini hasan gharib).

2 dari 7 halaman

Keutamaan Sholat Syuruq/ Isyraq

Terdapat beberapa keutamaan melaksanakan sholat syuruq atau sholat isyraq. Keutamaan-keutamaan ini sebagaimana telah dijelaskan di dalam hadis-hadis di bawah ini.

Pertama

Sebuah hadist dari Abu Umamah radhiyallahu'anhu, Rasulullah Saw bersabda:

" Barangsiapa yang mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan sholat sunnah dhuha (di awal waktu, syuruq), maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna." (HR. Thabrani. Syaikh Al-Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).

Kedua

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu, Rasulullah Saw bersabda:

" Barangsiapa yang melaksanakan sholat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah." Beliau pun bersabda, " Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna." (HR. Tirmidzi no. 586, Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Adapun waktu syuruq atau thulu'ul syamsi ialah ketika terbitnya matahari sampai kira-kira naik seukuran tombak. Hal ini setidaknya berlangsung sekitar 15 menit dari waktu terbit matahari atau waktu dhuha.

3 dari 7 halaman

Waktu Mengerjakan Sholat Syuruq

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Berdasarkan al-Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam adalah sebagai berikut:

“ Sholat orang-orang yang gemar bertobat adalah ketika anak-anak onta kepanasan dari teriknya matahari.” (HR. Muslim no. 1743).

Sholat Isyraq merupakan sholat Sunnah yang dikerjakan di awal masuknya waktu sholat Dhuha, yaitu di saat matahari telah meninggi dan teriknya terasa amat panas, menurut penjelasan hadits diatas. Menurut mazhab Syafi’iyah adalah 20 menit setelah terbitnya matahari. Sementara menurut mazhab Hanafiyah adalah 40 menit setelah terbitnya matahari.

4 dari 7 halaman

Jumlah Rakaat Sholat Syuruq

Seperti penjelasan dari al-Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bahwa jumlah rakaat sholat Syuruq adalah 2 rakaat dan satu salam saja (HR. Tirmidzi, no. 586).

5 dari 7 halaman

Tata Cara Sholat Syuruq

1. Niat 

Niat menjadi kunci yang sangat penting karena akan mempengaruhi kekusyukan dalam sholat. Niat diucapkan di dalam hati dan dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram yaitu pada waktu mengangkat kedua tangan dengan telapak tangan menghadap ke kiblat dan sejajar dengan telinga. Bila tidak memiliki udzur, maka harus berdiri tegak. Adapun niat salat sunnah syuruq sebagai berikut;

USHALLI SUNNATAL ISYRAQI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Artinya: Aku berniat melaksanakan sholat Sunnah Isyraq sebanyak dua rakaat karena Allah Ta’ala.

2. Membaca takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram memiliki arti pernyataan takbir yang menjadi penanda pengharaman kita untuk berbuat apapun di luar gerakan dan bacaan sholat. Membaca takbir tidak terlalu keras dan cukup didengar oleh telinga kita sendiri, kecuali Imam yang mengucapkan takbir terdengar makmum di belakangnya.

Allahu Akbar

Artinya: " Allah Maha Besar"

3. Membaca doa Iftitah

Doa iftitah berarti doa pembuka yang dibaca sebelum membaca surat Al-Fatihah. Adapun hukum membaca doa iftitah ini adalah sunnah. Posisi tangan bersedekap di atas antara pusar dan dada yang mana tangan kanan di atas tangan kiri. Berikut ini doanya yang dibaca pelan (hanya terdengar oleh telinga kita),

ALLAHU AKBAR KABIIRA WALHAMDU LILLAHI KATSIRAN WA SUBHAANALLAHI BUKRATAN WA ASHIILA. INNI WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZI FATHARASSAMAAWATI WAL ARDHA HANIIFAN WA MAA ANA MIN AL-MUSYRIKIN. INNA SHALAATI WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATI LILLAHI RABBI AL-‘AALAMIN. LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MIN AL-MUSLIMIIN.

Artinya: " Allah yang Maha Besar sebesar-besarnya, dan segala puji yang banyak hanya kepada Allah, dan maha Suci Allah baik di waktu pagi maupun petang. Sesungguhnya aku hadapkan diriku  kepada yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dengan lurus mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As. dan aku bukanlah termasuk kelompok orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan keyakinan itulah aku diperintahkan, dan saya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang berserah diri."

4. Membaca Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah ini adalah di antara rukun sholat. Hukum membaca surat Al-Fatihah adalah wajib, sehingga bila tidak membacanya, maka sholat menjadi tidak sah atau batal. Anda dapat membaca surat Al-Fatihah di sini. Posisi tangan masih bersedekap.

Apabila menjadi imam berjamaah, maka bacaan al-Fatihah secara zahr atau keras atau terdengar oleh makmum di belakangnya. Bila sholat sendiri, maka cukup dibaca hingga hanya telinga kita yang mendengar.

6 dari 7 halaman

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

5. Membaca surat dalam Al-Quran

Surat yang dipilih dapat surat yang panjang, pendek, atau sebagian ayat dari suatu surat. Apabila sholat sendirian, dipersilakan bebas membaca sebarang surat dalam Al-Quran, namun apabila berjamaah dan menjadi imam, hendaknya membaca suratnya dengan memperhatikan kemampuan dan ketersediaan waktu bagi jamaahnya, sehingga tidak harus ayat yang panjang. Posisi tangan masih bersedekap. Apabila menjadi imam berjamaah, maka bacaan surat pendek secara zahr atau keras atau terdengar oleh makmum di belakangnya. Bila sholat sendiri, maka cukup dibaca hingga hanya telinga kita yang mendengar.

6. Ruku

Ruku' adalah posisi tubuh membentuk sudut siku 90 derajat dengan tangan bertumpu pada dengkul. Adapun bacaan ruku' yang dibaca pelan (hanya terdengar oleh telinga kita) adalah sebagai berikut:

SUBHAANA RABBIYA AL-‘AZHIIMI WA BI HAMDIHI (dibaca tiga kali)

Artinya: " Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan Maha Suci dengan segala puji kepada-Nya."

7. I’tidal

I’tidal adalah gerakan kembali berdiri tegak setelah posisi ruku' dengan kondisi tangan lurus di samping paha, sehingga tidak bersedekap. Bacaan dalam i'tidal yang dibaca pelan (hanya terdengar oleh telinga kita) adalah sebagai berikut:

SAMI’A ALLAHU LIMAN HAMIDAHU. RABBANA WA LAKA AL-HAMDU WA AL-SYUKRU HAMDAN KATSIIRAN THOYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI, MIL’U SSAMAAWAATI WA MIL’U L-ARDHI, WA MIL’U MAA BAINAHUMAA WA MIL’U MAA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.  

Artinya: " Allah senantiasa mendengar kepada siapa yang memuji-Nya. Tuhanku, kepada Engkaulah segala pujian, segala kesyukuran, pujian yang banyak, baik, lagi berkah di dalamnya. Pujian dan kesyukuran itu memenuhi seluruh langit, seluruh bumi, diantara keduanya, dan memenuhi siapa saja yang Engkau kehendaki setelahnya."

Setelah tahap ini, maka tahap selanjutnya adalah sujud yang mana perubahan posisi dari i'tidal ke sujud dengan mengucapkan takbir.

8. Sujud

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Posisi sujud sebagaimana pada umumnya kita bersujud, di mana kedua tangan kita lurus di samping telinga kita. Dahi dan dengkul sejajar menyentuh lantai, sementara ujung-ujung kaki menghadap ke kiblat. Bacaan dalam sujud yang dibaca pelan (hanya terdengar oleh telinga kita) adalah sebagai berikut:

SUBHAANA RABBIYA AL-A’LAA WA BI HAMDIHI (DIBACA TIGA KALI) … ALLAHUMMA LAKA SAJADTU, WA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU. ANTA RABBI SAJADA WAJHII LILLADZII KHALAQAHU WA SHOWWARAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHOROHU TABAARAKA ALLAHU AHSANU AL-KHAALIQIN.  

Artinya:

" Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan Maha Suci … Ya Allah kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku berislam, kepada-Mu aku beriman. Engkaulah Tuhanku. Wajahku bersujud kepada yang menciptakannya, dan membentuknya, dan memberikannya telinga dan mata. Maha Suci Allah, sebaik-baiknya Pencipta."

 

7 dari 7 halaman

9. Duduk di antara dua sujud

Posisi duduknya adalah tubuh tegak di mana jari kaki kiri lurus ke belakang (tidak menghadap ke kiblat) dan jari kaki kanan menghadap ke kiblat, sementara pantat bagian kiri bertumpu pada tumit kaki kiri. Posisi jari tangan memegangi dengkul. Posisi duduk seperti ini disebut duduk iftirasy. Perubahan posisi dari sujud ke posisi duduk di antara dua sujud diawali dengan mengucapkan takbir. Adapun bacaanya yang dibaca pelan (hanya terdengar oleh telinga kita) adalah sebagai berikut:

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA ‘AAFINII WA’FU ‘ANNII

Artinya: " Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, benarkanlah aku, angkatlah derajatku, karuniakanlah aku rezeki, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

10. Sujud

Posisi sujud dan bacaannya sama dengan sujud pada tahap ke-8. Perubahan posisi dari duduk di antara dua sujud ke posisi sujud diawali dengan mengucapkan takbir. Sebelum bangun berdiri tegak, disunnah untuk duduk sejenak sambil membaca pelan " Subhanallah" . Posisi duduk istirahat seperti pada posisi duduk di tahap ke-9.

11. Duduk Tasyahud

Posisi duduknya seperti pada gambar di mana posisi pantat kiri bertumpu ke lantai, sementara pergelangan kaki kiri berada di antara dengkul dan ujung jari kaki kanan. Duduk semacam ini disebut dengan posisi duduk Tawaruk. Bacaan pada Tasyahud ini adalah gabungan antara bacaan Tasyahud Awal dan Tasyahud Akhir berikut ini:

AT-TAHIYYAATU AL-MUBAARAKAATU AL-SHALAWAATU AL-THOYYIBAATU LILLAHI. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUHU. AS-SALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAHI AS-SHOOLIHIN. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASUULULLAH. ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMAD. WA ‘ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD KAMAA SHOLLAYTA ‘ALA SAYYIDINA IBRAHIM. WA BAARIK ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ‘ALA SAYYIDINAA IBRAHIM, WA ‘ALA SAYYIDINA IBRAHIM, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID. 

Artinya: “ Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim As., serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Di seluruh alam raya ini, Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.

Pada waktu bacaan sampai pada " Asyhadu" , maka disunnahkan jari telunjuk kanan kita terbuka tegak ke depan.

12. Mengucapkan salam

Selanjutnya kepala menoleh ke arah kanan sambil mengucapkan salam, dilanjutkan dengan kepala menoleh ke kiri sambil mengucapkan salam. Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUHU

Beri Komentar