JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Reema Menangis Saat Melihat Donald Trump Menang Pemilu AS (independent.co.uk)
Dream - Seorang gadis Muslim 5 tahun, Reema, menangis saat melihat berita Donald Trump memenangkan Pemilu Amerika Serikat. Momen saat gadis itu menangis direkam oleh pamannya, Adam Saleh, 23 tahun.
Adam lalu mengunggah rekaman tersebut di akun Twitter miliknya di malam hari terpilihnya Trump pada 9 November kemarin. Kicauan tersebut langsung viral dan hanya dalam waktu semalam telah dikicaukan kembali sebanyak 5.500 kali.
Di awal video, Reema terdengar berbicara kepada pamannya, " Aku memilih Hillary Clinton dan Bernie Sanders."
© Dream
Saat perhitungan suara berjalan, dia mulai menangis tak terkontrol, dan di satu titik Reema membenamkan kepalanya ke sofa. Dia mulai tenang saat pamannya mengatakan Trump belum sepenuhnya menang.
Politisi Partai Republik, yang diketahui akan melarang Muslim masuk ke negaranya, mendapat kemenangan yang mengejutkan. Muslim di seluruh Amerika merasa khawatir dan sedih, dan melakukan pembangkangan di media sosial.
Menyusul insiden serangan di Paris pada Desember tahun lalu, Trump ingin menghentikan Muslim masuk ke AS sampai dia bisa " mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Dia lalu sedikit mundur, berkata pada debat calon presiden kedua, " Larangan terhadap Muslim merupakan sesuatu yang dalam beberapa bentuk telah berubah menjadi pemeriksaan sangat ketat di beberapa kawasan di dunia."
Pernyataan tersebut tidak membuat Muslim Amerika terhibur.
© Dream
" Saya adalah Muslim Amerika dan saya takut. Saya mengkhawatirkan keluarga saya negara saya dan teman-teman saya. Tolong tolong tetap aman," tulis aktor Amerika berdarah Iran Pejman Vahdat.
" Sebagai seorang Muslim Arab yang tinggal di Amerika, saya sangat takut tidak hanya untuk kelompok saya, tetapi juga seluruh kelompok minoritas," tulis Jenna.
© Dream
Banyak yang takut akan kemenangan Trump. Ini lantaran kemenangan tersebut dapat meningkatkan tensi kejahatan atas dasar kebencian dan rasisme.
Sebelumnya, Trump juga pernah membuat kontroversial menyebut Meksiko adalah pemerkosa. Untuk itu, dia menyarankan dibangun dinding pembatas untuk mencegah mereka masuk ke Amerika.
Para pendukung Trump kebanyakan merupakan warga kulit putih AS. Sementara warga keturunan Meksiko, Kulit Hitam, dan Asia memilih Hillary Clinton.
Sumber: independent.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun