CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Korban Pembunuhan Ini Hidup Lagi Setelah 31 Tahun

Reporter : Sandy Mahaputra | Kamis, 1 Oktober 2015 08:45
(www.bild.de)
Petra dinyatakan telah tewas setelah diperkosa dan dibunuh. Keberadaan jasadnya tidak diketahui. Namun kini misteri pembunuhan puluhan tahun itu telah berakhir.

Dream - Petra Pazsitka, seorang wanita yang semula dikira telah tewas dibunuh, ditemukan masih hidup dengan menggunakan nama palsu. Petra, yang sekarang telah berusia 55 tahun, tinggal di kota Dusseldorf, Jerman.

Selama 31 tahun, Petra dinyatakan telah tewas setelah diperkosa dan dibunuh. Keberadaan jasadnya tidak diketahui. Namun kini misteri pembunuhan puluhan tahun itu telah berakhir setelah korban muncul dalam keadaan hidup dan sehat.

Wanita yang pada masa mudanya pernah menjadi mahasiswi ilmu komputer itu menghilang dari rumahnya di Braunschweig tanpa jejak pada 1984. Dia secara resmi dinyatakan meninggal lima tahun kemudian. Saat itu usianya 24 tahun.

Meskipun tubuhnya tidak pernah ditemukan, kecurigaan diarahkan pada seorang pria yang sebelumnya mengaku memperkosa dan membunuh seorang gadis 14 tahun di Braunschweig. Namun pria itu kemudian mencabut pernyataannya itu.

Sejak Petra dinyatakan hilang, telah dilakukan pencarian secara terus-menerus selama 31 tahun. Namun tidak membuahkan hasil hingga polisi menerima laporan perampokan di Dusseldorf pada 11 September lalu.

Ketika tiba di rumah tempat perampokan terjadi, polisi malah menemukan Petra yang memakai nama samaran Nyonya Schneider. Petra yang sudah berusia 55 tahun memberitahu nama aslinya setelah diminta untuk identifikasi. Polisi yang memeriksanya sangat yakin dengan kisah luar biasa yang diceritakan Petra.

Joachim Grande, juru bicara Kepolisian Braunschweig, mengatakan wanita yang mengaku Petra ini hidup berpindah-pindah di beberapa kota di Jerman Barat selama tiga dekade terakhir, dengan menggunakan nama palsu dan tanpa dokumen resmi.

" Untuk motif kepergiannya, dia tidak memberikan penjelasan, dan secara tegas mengatakan bahwa dia tidak ingin berhubungan dengan masyarakat atau keluarganya," kata Grande.

Pada 26 Juli 1984, Petra meninggalkan flatnya di Braunschweig untuk ke toko, lalu ke dokter gigi, sebelum naik bus yang seharusnya dalam perjalanan ke rumah orangtuanya. Tapi dia tidak pernah tiba di rumah orangtuanya.

Kepada NBC News Grande mengatakan Petra sepertinya sangat hati-hati menyembunyikan identitas aslinya.

" Dia bahkan tidak memiliki rekening bank dan membayar semua tagihannya," katanya. " Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu. Saudara dan ibu Petra syok dan menangis ketika mereka mendengar berita tentang dia."

Jaksa yakin Petra tidak bermaksud melakukan tindak pidana tapi dia sekarang secara resmi dinyatakan masih hidup dan masih terdaftar sebagai warga Jerman.

(Sumber: Independent.co.uk)

Tips Berkendara di Malam Hari Saat Hujan

Rekomendasi Pilihan



Dari SPG Jadi Pengusaha Hijab

Minggu, 21 Agustus 2016 20:08

Pengalaman menjadi SPG digunakannya untuk melihat selera pasar.

Prostitusi Online Terbongkar, Tawarkan Model Hingga Pramugari

Minggu, 21 Agustus 2016 19:39

Prostitusi online tersebut menjajakan pramugari, Sales Promotion Girl (SPG), sampai model. Modusnya...

Tak Mampu Bertahan, Kakak Omran Daqneesh Meninggal Dunia

Minggu, 21 Agustus 2016 19:02

Ali menjadi fakta, perang saudara selalu menghadirkan kisah tragis.

Nyata! 17 Bulan Hamil Belum Juga Melahirkan

Minggu, 21 Agustus 2016 17:01

Perempuan itu telah hilang kesabaran. Biaya belasan juta yang dikeluarkan pun tak mampu membuat sang bayi lahir.

Dua Sekawan Ciptakan Payung Pintar untuk Haji

Minggu, 21 Agustus 2016 15:02

Tak hanya bisa melindungi jemaah dari kepanasan, payung ini juga bisa mencegah jemaah terpisah dari rombongannya. Keren, ya?

Komentar Pelaku Industri Soal Kebijakan Rokok Rp50 Ribu

Minggu, 21 Agustus 2016 14:48

Kenaikan harga rokok akan diduga akan memunculkan....

Ini `Kiblat Fesyen` Mikha Tambayong

Minggu, 21 Agustus 2016 14:03

Mikha mengaku bahwa dirinya memang menjadikan artis Kendall Jenner sebagai kiblat fashionnya