Jangan Mudah Tergoda Warna Cerah Pada Makanan

Reporter : Shania Suha Marwan
Jumat, 19 Maret 2021 06:48
Jangan Mudah Tergoda Warna Cerah Pada Makanan
Warna memang memiliki efek psikologis tertentu.

Dream - Makanan seperti permen, cake atau camilan dengan warna cerah banyak berseliweran di media sosial. Melihatnya dengan penyajian apik dan warna menggoda, membuat kita jadi ingin mencobanya.

Warna memang memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tarik visual pada makanan dan minuman. Bahan pewarna pada produk makanan dan minuman tidak hanya menginspirasi konten sosial media yang kreatif dan menarik, namun juga sangat mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja produk makanan dan minuman.

Sebagai contoh, warna merah dapat menarik perhatian dan meningkatkan nafsu makan, warna kuning dianggap sebagai warna yang dapat membawa kebahagiaan dan membangkitkan optimisme serta perasaan positif secara umum, sedangkan warna hijau seringkali diartikan dengan kesehatan dan hal yang bersifat alami pada makanan dan minuman.

Warna makanan dan minuman yang sering kita lihat pada sosial media seringkali menggugah selera, namun kita perlu untuk tetap waspada terhadap bahan makanan yang digunakan untuk memberikan warna-warna cerah pada makanan dan minuman tersebut serta potensi bahayanya.

 

1 dari 7 halaman

Sumber Pewarna Makanan

Terdapat dua alternatif sumber atau bahan dalam memilih pewarna makanan. Pertama, pewarna alami yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti mineral, tumbuhan, buah-buahan dan sayur-sayuran. Serta, pewarna buatan yang dibuat dengan bahan kimia yang berasal dari minyak bumi. Hanya dengan melihat kedua sumber pewarna makanan tersebut, maka tidaklah sulit untuk menebak mana yang lebih baik.

Dalgona

Contoh penggunaan zat pewarna pada makanan dapat terlihat pada kue red velvet, salah satu produk pastry populer yang mampu menarik perhatian netizen di Instagram dengan jumlah unggahan lebih dari 1,5 juta dengan tagar #Redvelvetcake. Dalam pembuatan red velvet membutuhkan pewarna makanan merah untuk menghasilkan warna merah tua yang menjadi ciri khas dari kue tersebut.

Untuk mendapatkan warna merah alami, kita bisa menggunakan bahan yang berasal dari sumber alami seperti bit merah, ubi jalar, lobak merah, wortel hitam atau bahkan serangga Cochineal. Meskipun demikian, beberapa produsen lebih memilih menggunakan pewarna buatan, seperti pewarna merah 40 atau yang sering disebut juga dengan allura red AC.

Menurut hasil studi dari The Center of Science in the Public Interest, zat pewarna ini salah satu pewarna makanan buatan yang umum dan dapat berpotensi memicu reaksi seperti alergi pada beberapa konsumen serta memberikan pengaruh pada masalah perilaku seperti ADHD pada anak-anak sebagai salah satu efeknya.

 

2 dari 7 halaman

Informasi Nilai Gizi

Hal yang juga penting dalam memilih makanan dan minuman terutama dalam kemasan adalah periksa informasi nilai gizinya. Keterangan pada kemasan dapat menjadi referensi apakah makanan dan minuman yang mereka konsumsi bebas dari bahan tambahan pangan buatan dan pewarna buatan.

Arti Kode E di Kemasan Makanan

Menurut FMCG Gurus, 71% konsumen Indonesia melihat pentingnya penggunaan pewarna makanan alami dalam makanan dan minuman. Konsumen yang memiliki kepedulian pada kesehatan sangatlah beruntung mengingat masih banyak makanan dan minuman sehat yang dapat menjadi pilihan.

 

3 dari 7 halaman

Berdasarkan peraturan BPOM tentang bahan makanan, pewarna makanan buatan pada daftar bahan diwakili oleh kode pelabelan seperti CI 19140 untuk tartrazine, pewarna kuning buatan, Pewarna Merah 40, Biru 1, dan lainnya. Adapun untuk produk dengan pewarna makanan alami akan mencantumkan tulisan 'pewarna alami' pada daftar bahan produk.

Selain itu, ada juga kategori pewarna alami yang disebut ‘coloring foods' atau ‘coloring foodstuffs' yang terbuat dari buah dan sayuran yang diekstraksi dengan metode pengolahan yang sederhana dan alami. Produk yang menggunakan tipe pewarna alami ini dapat menampilkan klaim 'konsentrat buah atau sayuran' pada daftar bahannya. Pewarna alami tipe ‘coloring foodstuffs’ ini adalah pilihan yang tepat bagi brand yang ingin memposisikan produknya sebagai ‘clean label’.

4 dari 7 halaman

Ahli Gizi: Kurangi Lemak Jangan Lewat Susu

Dream - Banyak orang yang berfikir lemak merupakan kandungan yang tidak baik bagi tubuh. Sama seperti kandungan lainnya, memang terlalu banyak lemak tidak baik untuk tubuh.

Ahli nutrisi Emilia E Achmadi mengatakan, sebenarnya lemak merupakan kandungan yang penting untuk tubuh dan dibutuhkan untuk menyerap vitamin, terutama vitamin A dan D.

" Kalau ingin mengurangi kandungan lemak pada makanan, akan lebih baik jika mengurangi dari camilan-camilan seperti kacang, gorengan, tapi tidak mengurangi konsumsi susu," ujar Emilia dalam virtual konferensi pers, Rabu 23 September 2020.

Dia menyebut susu sapi segar adalah salah satu sumber gizi terbaik untuk keluarga, orang dewasa maupun anak-anak.

Susu sapi segar mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, vitamin dan mineral yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Susu sapi segar juga merupakan salah satu sumber vitamin D yang alami yang aman untuk dikonsumsi setiap hari.

5 dari 7 halaman

Susu Sapi atau Kambing yang Lebih Baik? Ini Petunjuk Rasul

Dream - Susu dikatakan sebagai salah satu komponen dari menu 4 sehat 5 sempurna. Jenis asupan yang satu ini mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dihasilkan dari hewan-hewan seperti sapi, unta dan kambing. Kini adapula susu yang merupakan hasil olahan kedelai dan bahan lainnya.

Lalu dari beragam jenis susu tersebut, manakah yang paling baik? Diriwayatkan, dalam praktiknya sejak zaman dahulu Rasulullah suka mengonsumsi susu unta, kambing maupun sapi. Bahkan secara khusus beliau menganjurkan umatnya untuk minum susu sapi.

Sebuah hadits bahkan berisi pesan Rasul terkait hal ini, "  Hendaklah kalian minum susu sapi karena ia makan dari setiap pohon."  (HR Ahmad, Hakim dan Ibnu Hibban; shahih)

6 dari 7 halaman

Meski begitu tak berarti susu sapi yang paling baik di antara jenis susu lainnya. Jika dilakukan pemeringkatan intensitas dari sirah Nabawiyah dan hadits justru didapati bahwa Rasul SAW lebih sering mengonsumsi susu kambing daripada susu sapi.

Ketika Rasul melakukan perjalanan hijrah ke Madinah, di Gua Tsur beliau dan Abu Bakar meminum susu kambing.

Menjelang tiba di Madinah, tepatnya di perkemahan Ummu Ma'bad, beliau kembali minum susu kambing. Beliau lapar dan haus, lalu disuguhi daging unta. Ketika terlihat oleh beliau ada kambing, beliau minta memerah susunya.

7 dari 7 halaman

Namun Ummu Ma’bad mengatakan bahwa kambing tersebut sudah tidak menghasilkan susu. Di sanalah terlihat mukjizat beliau. Dengan membaca basmalah dan berdoa, beliau memerah susu kambing tersebut hingga cukup untuk minum beliau dan Abu Bakar, bahkan sahabat lainnya yang tiba di tempat itu.

Jadi, mau pilih susu kambing atau sapi, keduanya sama baik dan dilegitimasi oleh Al Quran dan hadits. (Ism) 

Beri Komentar