Spring Roll/ Foto: Shutterstock
Dream - Sebagai orang Indonesia, lidah kita pasti sudah akrab dengan gorengan. Biasanya berupa pisang, tempe, bakwan, tahu, tempe hingga cireng yang semuanya diolah dengan digoreng.
Dibalur tepung berbumbu, digoreng minyak panas, lalu dimakan selagi hangat. Bila ingin rasa pedas, tinggal gigit bersama cabai rawit. Di berbagai negara, banyak juga gorengan yang begitu populer bahkan lintas benua.
Apa saja gorengan tersebut?
Tempura

Tempura merupakan gorengan khas Jepang. Biasanya, masyarakat Jepang membuat gorengan yang terbuat dari udang yang dibalut dengan tepung roti kemudian digoreng hingga matang. Ada juga yang terbuat dari sayuran, bakso ikan, atau ayam. Tempura kini juga populer di berbagai negara tak terkecuali di Indonesia.
French Fries

French Fries yang populer di Amerika dan negara-negara barat, kini juga populer di Indonesia. Camilan dari kentang yang digoreng ini banyak ditemui di restoran atau cafe. Biasanya disajikan dengan saus sambal dan mayonaise.
Fried Chicken

Fried Chicken memang udah tak asing lagi. Dipopulerkan di Eropa dan Amerika, ayam goreng tepung berbumbu ini menjadi makanan favorit di berbagai negara. Bahkan banyak versi lokal dengan rasa khas yang tak kalah nikmat.
Spring Roll

Camilan khas oriental ini merupakan goreng favorit di China dan di negara-negara Asia. Spring roll juga terkenal di Indonesia, untuk versi Indonesianya mirip lumpia. Spring roll biasanya berisi sayuran, udang dan ayam.
Corndog

Merupakan sosis yang dibalut dengan tepung berbumbu, kemudian digoreng dalam minyak panas. Merupakan goreng favorit di Amerika Serikat dan Korea, dan kini mulai disukai masyarakat Indonesia.
Lihat informasi kuliner lainnya di Diadona.id.
Dream - Pisang, risol, bakwan, cireng, merupakan gorengan yang jadi favorit banyak orang. Gorengan juga bisa dijadikan lauk pendamping nasi. Pernahkan terpikirkan asal mula gorengan?
Dalam buku A History of Food (2008) makanan ini sudah ada sejak 1200 Sebelum Masehi di Mesir. Dari mesir inilah kemudian makanan dengan konsep gorengan menyebar ke seluruh dunia.

Tidak heran jika di seluruh dunia punya berbagai jenis gorengan yang berbeda-beda antar negara. Seperti di Jepang dengan tempura, Korea dengan twigim, dan di Inggris yang terkenal dengan fish and chips, Amerika yang terkenal dengan ayam goreng tepungnya.
Lalu, bagaimana dengan gorengan di Indonesia? Di nusantara sendiri, gorengan ini dibawa oleh China. China memang membawa pengaruh yang cukup besar di dunia kuliner Indonesia. Pendatang China mengenalkan berbagai makanan seperti mie, bakso, nasi goreng dan tak terkecuali adalah gorengan.
China mengenalkan dua teknik menggoreng. Yakni dengan teknik sedikit minyak (jian) da juga menggoreng dalam banyak minyak (zha). Teknik zha ini yang menjadi dasar gorengan di Indonesia.

Sebelumnya, teknik memasak di Indonesia hanya mengolah makananan dengan cara dikeringkan, diasinkan, diasap, direbus, dan dikukus. Hal ini terlihat dari prasasti-prasasti dari masa Jawa Kuno maupun Bali kuno.
Selain itu, belum banyak produksi kelapa sawit di Indonesia. Setelah adanya pengaruh menggoreng dalam minyak banyak, lama kelamaan diikuti dengan produksi minyak kelapa sawit yang mulai banyak.
Pada awal abad ke-20, minyak kelapa jadi hasil utama dari budi daya kelapa. Karena mulai banyak diminati dan menjadi keperluan domestik, minyak kelapa kemudian menjadi komoditas perdagangan.
Minyak kelapa mudah didapat, bahan makanan pun melimpah di perkebunan. Ada pisang, singkong, ubi goreng, dan sebagainya. Semuanya dibalut dengan tepung yang kemudian digoreng dalam minyak yang banyak.
Baca cerita lengkapnya di Diadona.id