8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 12:00

Reporter : Abidah

Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, mulai dari memanaskan makanan dalam wadah plastik hingga meletakkan daging mentah di rak kulkas yang salah, dapat berdampak buruk.

DREAM.CO.ID - Dapur seharusnya menjadi tempat menyiapkan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Namun, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, mulai dari memanaskan makanan dalam wadah plastik hingga meletakkan daging mentah di rak kulkas yang salah, ternyata dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia maupun penyakit akibat makanan.

Dilansir dari Verywell Health, ahli diet Sarah Anzlovar, MS, RD, menjelaskan sejumlah kebiasaan di dapur yang perlu diperhatikan. Beberapa perubahan sederhana dalam cara menyimpan, memanaskan, dan menyiapkan makanan dapat membantu mengurangi risikonya.

1. Memanaskan Makanan dalam Wadah Plastik

Memasukkan makanan ke dalam wadah plastik lalu memanaskannya di microwave dapat membuat mikroplastik dan nanoplastik terlepas ke dalam makanan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan kemungkinan kaitan partikel tersebut dengan stres oksidatif, peradangan, dan gangguan pada penghalang usus. Namun, sebagian besar bukti tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan dan laboratorium sehingga dampaknya terhadap kesehatan manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Untuk mengurangi paparan, gunakan wadah kaca atau keramik saat memanaskan makanan. Wadah plastik yang sudah tergores, keruh, bernoda, atau berubah bentuk juga sebaiknya tidak lagi digunakan.

2. Memasukkan Makanan Panas ke Wadah Plastik

Bukan hanya microwave yang perlu diperhatikan. Menuangkan makanan yang masih sangat panas langsung ke wadah plastik juga dapat meningkatkan kemungkinan pelepasan bahan tertentu.

Panas dapat melemahkan ikatan dalam plastik dan memungkinkan bahan kimia seperti BPA dan ftalat berpindah ke makanan. Mikroplastik juga dapat ikut terlepas.

Biarkan makanan agak mendingin sebelum dimasukkan ke wadah plastik. Pilihan lain adalah menggunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel.

2 dari 4 halaman

3. Membiarkan Sisa Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Makanan matang yang dibiarkan pada suhu ruang dapat masuk ke dalam “zona bahaya”, yakni kisaran suhu 40–140 derajat Fahrenheit atau sekitar 4–60 derajat Celsius. Pada kondisi tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat sehingga risiko penyakit akibat makanan meningkat.

Sisa makanan sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu maksimal dua jam. Jika suhu lingkungan lebih dari 90 derajat Fahrenheit atau sekitar 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.

4. Langsung Menutup Rapat Makanan yang Masih Panas

Kebiasaan langsung menutup wadah berisi makanan panas sebelum memasukkannya ke kulkas juga perlu diperhatikan. Uap yang terperangkap dapat menghasilkan kondensasi dan menciptakan lingkungan hangat serta lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur.

Salah satu cara yang disarankan adalah membagi makanan ke dalam wadah yang dangkal, membiarkannya mendingin sebentar, kemudian menutupnya dan memasukkannya ke kulkas.

3 dari 4 halaman

5. Tidak Membersihkan Karet Penutup Wadah

Pernah melihat kotoran hitam di sela-sela karet atau silikon penutup wadah makanan? Bagian tersebut dapat menjadi tempat bersembunyinya jamur dan bakteri karena sisa makanan serta kelembapan mudah terkumpul di sana.

Karet atau silikon sebaiknya dilepas dan dicuci secara terpisah. Setelah itu, pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Hal serupa berlaku untuk cincin karet pada blender dan peralatan dapur kecil lainnya.

6. Menggunakan Satu Talenan untuk Semua Bahan

Memotong sayuran di talenan yang baru digunakan untuk ayam mentah dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang. Bakteri seperti Salmonella dapat bertahan di permukaan talenan dan masuk ke celah atau goresannya.

Sebaiknya gunakan talenan berbeda untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah dengan talenan untuk sayuran, roti, serta makanan yang tidak akan dimasak. Talenan juga perlu dicuci menggunakan air panas dan sabun, atau dibersihkan dengan mesin pencuci piring jika memang sesuai untuk alat tersebut.

4 dari 4 halaman

7. Mencairkan Daging di Atas Meja Dapur

Membiarkan daging, unggas, atau ikan beku mencair di meja dapur dapat membuat bagian luarnya masuk ke zona suhu yang memungkinkan bakteri berkembang, meskipun bagian tengahnya masih beku.

Cara yang lebih aman adalah memindahkannya dari freezer ke kulkas sekitar 24 jam sebelum digunakan. Jika menggunakan microwave, makanan harus segera dimasak setelah dicairkan. Cara lainnya adalah merendamnya dalam air dingin, dengan mengganti air setiap 30 menit.

8. Menyimpan Daging Mentah di Rak Atas Kulkas

Daging mentah yang disimpan dalam kemasan tetap dapat mengeluarkan cairan yang mungkin mengandung bakteri. Jika diletakkan di rak atas, cairan tersebut berpotensi menetes ke makanan di bawahnya dan menyebarkan patogen seperti Salmonella dan Listeria.

Karena itu, daging, unggas, dan makanan laut mentah sebaiknya ditempatkan di rak paling bawah. Simpan dalam wadah tertutup atau piring yang dapat menampung cairan jika terjadi kebocoran.

Sebagian besar kebiasaan tersebut sebenarnya mudah diperbaiki. Mengganti wadah plastik dengan kaca ketika memanaskan makanan, memisahkan talenan, menyimpan daging mentah di rak bawah, serta memperhatikan cara mendinginkan dan mencairkan makanan dapat menjadi langkah sederhana untuk membuat aktivitas di dapur lebih aman.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id