4 Model Manusia dalam Konsep Moral Ambition Rutger Bregman

Stories | Jumat, 4 September 2026 06:00

Reporter : Abidah

Konsep ini mencoba mempertemukan dua dorongan yang sering dipisahkan: ambisi untuk mencapai sesuatu yang besar dan keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

DREAM.DO.ID - Apa yang membuat seseorang disebut ambisius? Apakah karena ia ingin memiliki banyak uang, menduduki jabatan tinggi, membangun perusahaan besar, atau menjadi orang yang paling unggul di bidangnya? Sebaliknya, apakah seseorang yang ingin membuat dunia menjadi lebih baik tetapi tidak memiliki keinginan untuk mengejar posisi besar dapat disebut sebagai orang yang idealis?

Pertanyaan semacam itu menjadi dasar pemikiran Rutger Bregman dalam bukunya Moral Ambition. Ia mencoba mempertemukan dua dorongan yang sering dipisahkan: ambisi untuk mencapai sesuatu yang besar dan keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Dari persilangan antara ambisi dan idealisme tersebut, Bregman menggambarkan empat model manusia.

Kerangka ini menarik karena tidak sekadar membagi manusia menjadi "baik" dan "buruk". Seseorang bisa memiliki ambisi yang sangat besar tetapi tidak memiliki tujuan moral. Sebaliknya, seseorang dapat memiliki kepedulian sosial yang tinggi tetapi tidak cukup ambisius untuk mengubah kepedulian tersebut menjadi perubahan yang nyata.

2 dari 5 halaman

1. Immoral Unambitious: Tidak Ambisius dan Tidak Peduli

Model pertama berada pada titik paling rendah dalam dua dimensi tersebut: tidak memiliki ambisi besar sekaligus tidak memiliki dorongan moral yang kuat.

Orang dalam kategori ini mungkin menjalani hidup dengan prinsip sederhana: bekerja untuk mendapatkan penghasilan, memenuhi kebutuhan, menikmati waktu luang, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka tidak merasa perlu mengejar pencapaian luar biasa dan juga tidak terlalu tertarik untuk menyelesaikan persoalan besar di masyarakat.

Penting untuk tidak buru-buru menganggap model ini sebagai gambaran orang yang "jahat". Tidak semua orang harus memiliki ambisi besar. Ada orang yang memang ingin menjalani kehidupan sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Masalahnya muncul apabila sikap tersebut berkembang menjadi ketidakpedulian terhadap persoalan yang sebenarnya dapat ia bantu selesaikan. Ketika seseorang memiliki kemampuan untuk berkontribusi tetapi memilih tidak menggunakannya sama sekali, Bregman melihat adanya potensi yang terbuang.

Dalam kehidupan modern, kelompok ini dapat ditemukan pada orang-orang yang bekerja sekadar untuk mendapatkan gaji tanpa pernah mempertanyakan apakah pekerjaan atau kemampuan mereka dapat digunakan untuk tujuan yang lebih berarti.

 

3 dari 5 halaman

2. Immoral Ambitious: Sangat Ambisius, tetapi Orientasinya Diri Sendiri

Model kedua justru memiliki energi yang berlawanan. Orang dalam kategori ini sangat ambisius, tetapi ambisinya tidak diarahkan pada tujuan moral.

Mereka ingin menjadi yang terbaik, mendapatkan penghasilan besar, memperoleh status, memiliki kekuasaan, atau menduduki posisi bergengsi. Mereka bisa sangat disiplin, kompetitif, dan bekerja keras.

Secara ekonomi, orang-orang seperti ini bahkan dapat menjadi sangat sukses. Tidak ada yang salah dengan ingin memperoleh uang atau mencapai posisi tinggi. Namun, persoalannya adalah apa yang dilakukan dengan kemampuan tersebut dan apa dampaknya terhadap orang lain.

Ambisi yang besar tanpa kompas moral dapat membuat seseorang menggunakan kecerdasannya hanya untuk memperbesar kekayaan atau kekuasaan pribadi. Dalam bentuk ekstrem, kemampuan luar biasa bahkan dapat digunakan untuk menciptakan atau mempertahankan persoalan sosial.

Bregman tidak sedang mengatakan bahwa kesuksesan material adalah sesuatu yang buruk. Ia justru mempertanyakan mengapa begitu banyak orang berbakat mengarahkan ambisinya pada kompetisi yang hanya menghasilkan keuntungan pribadi, sementara berbagai persoalan besar masyarakat kekurangan orang-orang terbaik untuk mengatasinya.

 

4 dari 5 halaman

3. Moral Unambitious: Peduli, tetapi Tidak Cukup Ambisius

Model ketiga mungkin paling dekat dengan gambaran "orang baik" yang umum kita kenal.

Mereka peduli terhadap dunia dan ingin melihat perubahan positif, tetapi tidak memiliki ambisi atau strategi yang cukup kuat untuk menghasilkan perubahan dalam skala besar.

Mereka mungkin peduli terhadap kemiskinan, lingkungan, pendidikan, ketidakadilan, atau persoalan sosial lainnya. Mereka menyumbang, menjadi sukarelawan, membagikan informasi, membantu tetangga, atau ikut dalam kegiatan sosial.

Semua tindakan tersebut tentu memiliki nilai.

Namun, menurut kerangka Bregman, persoalannya adalah ketika kepedulian berhenti pada tindakan kecil yang tidak pernah berkembang menjadi perubahan yang lebih sistematis.

Seseorang dapat sangat idealistis tetapi tidak memiliki keberanian mengambil risiko. Ia ingin dunia berubah, tetapi tidak ingin memimpin organisasi, masuk ke birokrasi, membangun perusahaan, memengaruhi kebijakan, atau mengambil posisi yang memungkinkan perubahan tersebut terjadi.

Di sinilah Bregman memberikan tantangan kepada orang-orang idealistis: jangan hanya bertanya apa yang baik, tetapi pikirkan pula bagaimana membuat kebaikan tersebut efektif.

 

5 dari 5 halaman

4. Moral Ambitious: Ambisi Besar dengan Tujuan Moral

Kategori keempat merupakan titik yang ingin didorong Bregman: orang yang memiliki ambisi tinggi sekaligus tujuan moral yang kuat.

Inilah yang disebut moral ambition.

Orang semacam ini tidak hanya ingin melakukan sesuatu yang baik. Ia ingin melakukan sesuatu yang baik dalam skala sebesar mungkin.

Jika melihat persoalan pendidikan, misalnya, ia tidak berhenti pada keinginan membantu beberapa anak. Ia mungkin berusaha membangun sistem pendidikan yang dapat menjangkau ribuan atau jutaan anak.

Jika melihat persoalan lingkungan, ia tidak hanya memilah sampah di rumah. Ia mungkin berusaha menciptakan teknologi, bisnis, organisasi, atau kebijakan yang dapat mengurangi persoalan lingkungan dalam skala luas.

Perbedaannya terletak pada kombinasi antara idealisme dan efektivitas.

Orang moral ambitious bertanya: Apa persoalan terbesar yang bisa saya bantu selesaikan? Kemampuan apa yang saya miliki? Di mana saya dapat menghasilkan dampak terbesar? Dan bagaimana saya dapat mengajak orang lain melakukan hal yang sama?

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id