Dunia pada 1293: Peristiwa di Seluruh Dunia saat Majapahit Berdiri

Stories | Senin, 14 September 2026 10:00

Reporter : Abidah

Berdirinya Majapahit pada 1293 terjadi di tengah dunia yang sedang bergejolak dari berbagai penjuru.

DREAM.CO.ID - Kerajaan Majapahit berdiri pada 1293, ketika Raden Wijaya mendirikan pusat kekuasaannya di hutan Tarik yang kini menjadi Trowulan, Jawa Timur. Berdirinya kerajaan yang kelak menjadi salah satu kekuatan terbesar di Nusantara ini bertepatan dengan sejumlah peristiwa besar yang mengubah wajah dunia di berbagai belahan benua, dari daratan Tiongkok hingga pelosok Eropa.

Kublai Khan, cucu Genghis Khan dan pendiri Dinasti Yuan di Tiongkok, masih memerintah kekaisaran Mongol pada 1293, meski usianya sudah lanjut dan kesehatannya menurun. Ia wafat setahun kemudian, pada 1294, menandai berakhirnya era kepemimpinan salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah Asia. Kekaisaran yang dibangunnya membentang dari Tiongkok hingga Eropa Timur, menjadikannya salah satu kerajaan darat terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia.

Pasukan Kublai Khan justru terlibat langsung, meski tanpa sengaja, dalam kelahiran Majapahit. Ekspedisi militer yang dikirim untuk menghukum Kertanegara, raja Singasari, tiba di Jawa tepat setelah Singasari sudah runtuh akibat serangan Jayakatwang dari Kediri. Raden Wijaya, menantu Kertanegara yang sempat melarikan diri dan mendapat perlindungan di Madura, memanfaatkan momen kedatangan pasukan Mongol ini untuk membalas dendam kepada Jayakatwang. Setelah berhasil menghancurkan Kediri dengan bantuan pasukan Mongol, Raden Wijaya kemudian berbalik mengusir pasukan asing tersebut dari tanah Jawa, sebelum menobatkan dirinya sebagai raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Marco Polo dan Jaringan Perdagangan Dunia yang Mulai Terhubung

Penjelajah Venesia Marco Polo sedang menempuh perjalanan pulang dari Tiongkok menuju Eropa tepat pada periode berdirinya Majapahit. Dalam perjalanannya lewat jalur laut, Marco Polo singgah di Sumatra sekitar 1292-1293, sebelum melanjutkan pelayaran menuju India dan akhirnya tiba kembali di Venesia pada 1295. Persinggahannya di Sumatra ini menjadikan catatannya salah satu sumber informasi Eropa paling awal tentang dunia Asia Tenggara, termasuk kerajaan-kerajaan yang berkuasa di kepulauan Nusantara pada masa itu.

Perjalanan Marco Polo mencerminkan jaringan perdagangan maritim yang sudah cukup mapan pada masa itu, menghubungkan Tiongkok, Asia Tenggara, India, hingga Timur Tengah dan Eropa. Majapahit sendiri kelak tumbuh menjadi kekuatan maritim yang memanfaatkan jaringan perdagangan serupa, mengendalikan jalur-jalur pelayaran penting di Selat Malaka dan Laut Jawa yang menjadi urat nadi perdagangan rempah-rempah antara Asia Timur dan dunia Barat.

2 dari 5 halaman

Eropa Pascakejatuhan Kota Acre

Dua tahun sebelum Majapahit berdiri, tepatnya pada 1291, benteng terakhir tentara Salib di Tanah Suci, Kota Acre, jatuh ke tangan pasukan Mamluk. Peristiwa ini menandai berakhirnya kehadiran kerajaan Kristen di Timur Tengah setelah hampir dua abad Perang Salib berlangsung sejak akhir abad ke-11. Eropa pada masa Majapahit berdiri sedang mengalami masa transisi besar, dengan kekuatan-kekuatan Kristen mulai mengalihkan perhatian dari upaya merebut kembali Tanah Suci menuju konsolidasi kekuasaan di dalam benua Eropa sendiri.

Di Inggris, Raja Edward I sedang memerintah dan tengah memperkuat cengkeramannya atas Wales, sebelum kemudian mengalihkan perhatiannya ke Skotlandia dalam dekade berikutnya lewat serangkaian perang yang membuatnya dijuluki "Hammer of the Scots". Prancis di bawah Raja Philip IV juga sedang membangun kekuasaan monarki yang lebih terpusat, mengurangi kekuasaan para bangsawan feodal dan memperkuat otoritas kerajaan pusat. Proses konsolidasi kekuasaan di kedua kerajaan ini akan berdampak besar pada politik Eropa dalam abad-abad berikutnya, termasuk memicu ketegangan panjang antara Inggris dan Prancis yang kelak berujung pada Perang Seratus Tahun.

 

3 dari 5 halaman

Pergantian Kekuasaan di Anak Benua India dan Jepang

Anak benua India pada masa ini berada di bawah kekuasaan Dinasti Khalji, yang baru berdiri pada 1290 di bawah Jalaluddin Khalji. Dinasti ini menggantikan Dinasti Budak (Mamluk Dynasty) sebagai penguasa Delhi Sultanate, dan akan segera memasuki masa ekspansi besar-besaran di bawah penerusnya, Alauddin Khalji, yang naik takhta pada 1296. Ekspansi Alauddin Khalji kelak memperluas kekuasaan Delhi Sultanate hingga ke wilayah selatan India yang sebelumnya berada di luar jangkauan kekuasaan Muslim di anak benua tersebut.

Jepang pada 1293 berada di bawah kekuasaan Kamakura Shogunate, yang baru saja berhasil menahan dua kali upaya invasi besar-besaran dari Kekaisaran Mongol pada 1274 dan 1281. Invasi-invasi ini gagal sebagian besar berkat badai besar yang oleh masyarakat Jepang disebut kamikaze atau "angin dewa", yang menghancurkan armada Mongol sebelum berhasil mendarat secara penuh di daratan Jepang. Kegagalan invasi Mongol ke Jepang ini terjadi tidak lama sebelum ekspedisi Mongol yang gagal serupa ke Jawa pada 1293, memperlihatkan batas kekuatan Kekaisaran Mongol dalam menaklukkan wilayah-wilayah kepulauan di Asia Timur dan Tenggara, sekalipun kekuasaan daratan mereka begitu luas.

 

4 dari 5 halaman

Kerajaan-Kerajaan Lain di Asia Tenggara

Selain Singasari yang baru saja runtuh, kawasan Asia Tenggara pada masa berdirinya Majapahit diwarnai oleh berbagai kerajaan lain yang sedang mengalami pasang surut kekuasaan. Kerajaan Sukhothai di wilayah yang kini menjadi Thailand sedang berada dalam masa pertumbuhannya, dengan Raja Ramkhamhaeng yang kelak dikenal sebagai salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah Thailand awal, termasuk dalam penciptaan aksara Thai.

Kerajaan Pagan di Myanmar, sebaliknya, baru saja mengalami keruntuhan akibat serangan Mongol pada 1287, hanya enam tahun sebelum Majapahit berdiri. Keruntuhan Pagan ini meninggalkan kekosongan kekuasaan di wilayah Myanmar yang kemudian diperebutkan oleh berbagai kerajaan kecil selama beberapa dekade berikutnya. Pola yang serupa dengan apa yang terjadi di Jawa terlihat di sini: kekuatan Mongol yang ekspansif menghancurkan kerajaan-kerajaan lama, tapi pada saat yang sama membuka jalan bagi lahirnya kekuatan-kekuatan baru di kawasan yang terdampak.

 

5 dari 5 halaman

Benua Amerika yang Belum Tersentuh Kontak dengan Eurasia

Di belahan dunia lain yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan satu sama lain, peradaban-peradaban besar di Amerika terus berkembang secara independen dari gejolak yang terjadi di Asia dan Eropa. Kekaisaran Aztec belum berdiri pada masa ini — kota Tenochtitlan yang kelak menjadi ibu kota kekaisaran tersebut baru didirikan pada 1325, lebih dari tiga dekade setelah Majapahit lahir. Suku Mexica yang kelak membentuk peradaban Aztec pada 1293 masih dalam perjalanan migrasi mencari tempat menetap di lembah tengah Meksiko.

Peradaban Maya di Amerika Tengah pada masa ini sudah memasuki masa kemundurannya setelah era keemasan kota-kota besar seperti Tikal dan Chichen Itza berlalu beberapa abad sebelumnya. Sementara itu, Kekaisaran Inca di Amerika Selatan masih berupa kerajaan kecil di sekitar Cusco, jauh sebelum masa ekspansi besarnya yang baru dimulai pada abad ke-15 di bawah para penguasa seperti Pachacuti. Ketiadaan kontak antara peradaban-peradaban di Amerika dengan dunia Eurasia pada masa ini akan bertahan selama dua abad lebih, hingga kedatangan Christopher Columbus pada akhir abad ke-15 mengubah jalannya sejarah dunia secara mendasar.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id