Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Stories | Rabu, 7 Oktober 2026 15:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Bukan hanya soal musik dan pertunjukan yang jadi daya tarik dari Syncronize Festival, tapi juga Green Movement yang diusungnya sejak 2019.

DREAM.CO.ID - Bisnis pertunjukkan musik di Indonesia kembali 'menyala'. Bukan hanya jadwal konser yang padat dari artis mancanegara di 2026 ini, tapi juga sejumlah festival hits Tanah Air yang sudah jadi incaran banyak pecinta musik.

Salah satunya Synchronize Festival yang bakal digelar tiga hari berturut-turut pada 16, 17, 18 Oktober 2026, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain Pestapora, festival musik ini memang yang paling ditunggu-tunggu "anak konser" tiap tahunnya karena pertunjukan tematik dari para musisi yang penuh kejutan. Bukan hanya soal musik dan pertunjukan yang jadi daya tarik dari Syncronize Festival, tapi juga Green Movement yang diusungnya sejak 2019.

Banyak para "pengabdi Synchronize" yang tidak menyadari kalau festival musik ini mengadaptasi Green Movement yang banyak dilakukan di festival-festival musik mancanegara. Green movement sendiri, dikutip dari Science Insights merupakan gerakan sosial, politik, dan filosofis yang bertujuan melindungi lingkungan alam, mendorong keberlanjutan, dan mengubah pola hidup serta kebijakan agar lebih ramah lingkungan. Gerakan ini bisa diterapkan di segala lini industri, termasuk dalam industri pertunjukan musik seperti Synchronize Festival.

2 dari 5 halaman

S.I.S.A Synchronize Festival

Digelar tiga hari berturut-turut dengan lebih dari 100 pertunjukan yang dibagi dalam 8 panggung, tentunya semakin besar pula kebutuhan energi, material produksi, logistik, F&B, mobilitas kru dan penonton, serta potensi timbulan sampah selama festival. Hal ini membuat tim dari Synchronize Festival membuat konsep Green Movement yang lebih detail sejak 2019 dengan membuat S.i.s.a atau singkatan dari System Integration for Sustainability Act.

S.i.S.a, dikutip dari Synchronizefestival.com adalah Green Movement (gerakan hijau) yang diinisiasi oleh Synchronize Festival. Bermula pada 2019, Synchronize Festival memulai inisiatif gerakan peduli lingkungan dan sosial atas dampak penyelenggaraan festival musik. Gerakan ini meliputi partisipasi seluruh stakeholder yang terlibat di festival, mulai dari penyelenggara, sponsor, partner/vendor, sampai semua pengunjung yang hadir di Synchronize Festival.

Ada lima konsep Green Movement yang diterapkan di Synchronize Festival, yaitu, Internal Change Behavior, Bring Your Own Tumbler, Waste Management, Bike to Synchronize Fest dan Warga Wargi Menanam. Penasaran tiap konsepnya?

3 dari 5 halaman

1. Internal Change Behaviour
Konsep Internal Change Behaviour ini diterapkan untuk seluruh kru dan panitia, di mana mereka dibiasakan untuk tidak menggunakan barang sekali pakai. Terutama dalam hal makanan dan minuman. Untuk makanan misalny dibuat prasmanan dengan disediakan piring rotan. Sementara untuk minum ada water station dan dispenser khusus, sehingga para kru diharapkan bisa membawa tumbler sendiri untuk diisi ulang dan meminimalisir botol minum plastik sekali pakai.


2. Bring Your Own Tumbler
Synchronize juga mendorong para pengunjung untuk membawa tumbler sendiri, karena saat event disediakan isi ulang air bersih layak minum (water refill station) yang diberi nama "Sumber Mata Air."

Pengadaan water station ini bekerjasama dengan 3M, yang memfiltrasi air PDAM menjadi air layak minum. Hal ini berbuah manis, para penonton dengan kesadaran sendiri membawa tumbler-tumbler berdesain gemas mereka untuk bisa diisi ulang di Sumber Mata Air.

 

4 dari 5 halaman

3. Waste Management
Festival musik ini juga berusaha meminimalkan sampah yang dibuang ke landfill (tempat pembuangan akhir). Synchronize Festival bekerjasama dengan Greeners untuk pengelolaan sampah. Disediakan 4 tempat sampah terpilah yaitu sampah organik, sampah daur ulang, sampah residu, dan kaleng untuk puntung rokok. Setelah dipilah, sampah organik langsung diolah di posko Less Waste dengan magot menjadi pupuk. Sampah daur ulang masuk ke sistem daur ulang partner, hanya sampah residu yang masuk ke landfill.

Synchronize Festival juga bekerjasama dengan Stuffo untuk mendaur ulang sampah banner menjadi tote bag, Kick Your Butt untuk mengolah sampah puntung rokok menjadi merchandise, dan Noovoleum untuk mengelola limbah minyak jelantah tenant FnB untuk dijadikan bioavtur (bahan bakar pesawat).

 

5 dari 5 halaman

4. Bike to SynchronizeFest
Satu hal yang juga muncul dari gelaran festivaal musik yang mendatangkan banyak orang adalah emisi karbon dari kendaraan bermotor yang digunakan oleh seluruh stakeholder. Untuk meminimalisir hal tersebut, Synchronize Fest memberi “kemewahan” bagi pengunjung yang datang dengan sepeda.

 

Pertama mereka akan mendapatkan gelang yang harus dipakai sepanjang acara yang berjudul ‘Khusus Pesepeda’. Dengan gelang ini, pesepeda berhak mendapatkan, free meals 2x, parkiran sepeda yang aman, dan akses khusus keluar-masuk satu pintu (langsung ke parkiran sepeda mereka). Lalu sejak 2023 SynchronizeFest bekerjasama dengan Transjakarta untuk memberikan fasilitas shuttle bus gratis berjadwal (Pulang dan Pergi) yang tersedia di tujuh titik di Jabodetabek (area wilayah tertinggi pengunjung Synchronize Festival sesuai data demografis pembeli tiket).

5. Warga Wargi Menanam
Satu hal yang lagi yang menarik dari Synchronize Fest, pada Oktober 2025, dibuat “Loyalty Ticket” untuk pengunjung. Sebagian hasil penjualan tiket tersebut, didonasikan untuk penanam mangrove di Kepulauan Seribu. Saat ini kawasan Teluk Jakarta mengalami tekanan lingkungan tinggi. Mulai dari abrasi, kerusakan koral, kerusakan hutan mangrove, hingga pencemaran laut dari sampah Jakarta.

Dengan menanam mangrove, maka abrasi akan ditahan oleh mangrove dan mengembalikan habitat ikan dan satwa lain untuk menyelamatkan pesisir dan warga wargi yang tinggal di sana. Sekaligus menyerap emisi karbon dan menyumbang oksigen untuk Jakarta dan planet ini.

Tak hanya itu, di Synchronize Festival sejak 2025 hingga penyelenggaraan tahun ini, ada instalasi seni dari plastik bekas yang dikirimkan oleh banyak orang. Instalasi ini dibuat oleh para seniman dan bakal menghiasi venue dan membuat festival makin meriah. Seru banget kan green movement ini. Kamu tertarik untuk terlibat dan melihatnya di Synchronize Festival 2026?

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id