Survei: PSI Kalahkan Demokrat, Bisa Masuk Senayan?

Reporter : Eko
Selasa, 6 Oktober 2026 17:53
Survei: PSI Kalahkan Demokrat, Bisa Masuk Senayan?
PSI mulai mengendus Senayan. Elektabiitasnya di atas Demokrat. Tapi pintu belum tentu terbuka. Aturan main Pemilu 2029 masih digodok.

DREAM.CO.ID - PSI berpotensi masuk Senayan. Elektabilitas Partai Gajah ini berada di atas Parliamentary Threshold. Ambang batas parlemen. Itulah hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Jajak pendapat LKPI menunjukkan elektabilitas PSI 4,3 persen. Itu artinya, berada di atas ambang batas parlemen yang diterapkan pada Pemilu 2024, sebesar 4 persen.

Elektabilitas partai yang dipimpin Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, itu menyamai PAN, yang juga mendapat 4,3 persen. Angka ini berada di atas Partai Demokrat, yang elektabilitasnya dalam survei ini hanya 4,1 persen.

Survei LKPI mencatat elektabilitas Demokrat terpaut tipis dengan ambang batas parlemen. Partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono itu hanya mendapat 4,1 persen saja.

Survei LKPI dilakukan pada 8–20 September 2026, melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi. Metode yang digunakan survei ini adalah multistage random sampling. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error sekitar 3,1 persen.

Kaesang Pangarep (Instagram @psi_id)

Wawancara dilakukan secara tatap muka dan melalui telepon. Sebanyak 64,4 persen wawancara dilakukan tatap muka. Sisanya melalui telepon seluler.

Di atas Demokrat, PAN, dan PSI, ada PKS dengan 5,5 persen. Golkar 6,1 persen. PKB 6,2 persen. NasDem 7,3 persen. PDIP 16,8 persen, dan Gerindra 17,3 persen.

Sebanyak 5,6 persen responden dalam survei LKPI memilih partai selain sembilan kontestan tersebut. Sedangkan 22,5 persen responden tidak memberi jawaban. Angka ini cukup tinggi.

Angka PSI cukup menarik karena partai yang sudah dua kali ikut pemilu sejak hadir 16 November 2014 itu belum pernah masuk ke Senayan. Pada Pemilu 2019, partai yang saat ini menjadi rumah politik Jokowi itu hanya mendapat 1,89 persen suara nasional.

Pada Pemilu 2024, suara PSI hanya naik sedikit dari lima tahun sebelumnya. PSI memperoleh sekitar 4,26 juta suara atau sekitar 2,81 persen suara sah nasional. Angka itu belum cukup untuk melewati ambang batas parlemen 4 persen.

Elektabilitas PSI dalam survei LKPI itu memang berada di atas ambang batas parlemen. Namun perlu dicatat, angka itu baru hasil survei. Hanya menggambarkan pilihan responden saat survei dilakukan.

Jokowi menunjukkan karti anggota PSI (YouTube)

Elektabilitas tersebut tidak bisa mentah-mentah dibaca sebagai perolehan pemilu PSI. Sehingga, angka ini tidak pula bisa dijadikan patokan bahwa PSI bakal lolos ke Senayan dalam pemilu mendatang.

Pemilu masih jauh. Dua setengah tahun lagi. Dalam rentang itu, segalanya masih bisa berubah. Angka bisa naik, bisa juga turun.

Apalagi, saat ini DPR juga sedang membahas aturan main. Merevisi UU Pemilu. Salah satu poin yang dibahas adalah besaran ambang batas parlemen. Angka empat, lima, enam, bahkan delapan persen diusulkan sebagai parliamentary threshold.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut angka 5 persen sebagai salah satu gagasan yang muncul dalam pembicaraan antarpimpinan partai. Namun ia menegaskan pembahasannya masih berupa brainstorming. Belum ada keputusan.

Ketua DPR Puan Maharani kemudian menegaskan wacana ambang batas 5 hingga 7 persen masih bersifat informal. Belum masuk pembahasan resmi DPR. Pembahasan masih berjalan. Belum ada keputusan.

Jadi, elektabilitas 4,3 persen PSI memang sudah melewati ambang batas lama. Tetapi belum tentu melewati ambang batas baru. Jika angkanya tetap 4 persen, posisi PSI dalam survei LKPI berada sedikit di atas ambang batas yang lama untuk masuk DPR. Namun jika ambangnya dinaikkan, misalnya menjadi 5 persen, ceritanya beda lagi.

Elektabilitas PSI dalam survei LKPI boleh saja 4,3 persen, namun belum tentu pintu Senayan otomatis terbuka. Ambang batasnya belum ada. Garis finisnya belum ditentukan.

Kaesang Pangarep (Instagram @psi_id)

PSI di Survei Lain

Survei SMRC pada 5-19 Juli 2026 juga memotret elektabilitas PSI. Menurut jajak pendapat itu, elektabilitas PSI 4,1 persen. Juga di atas ambang batas parlemen yang lama.

Dalam survei SMRC ini, Gerindra memperoleh 16,9 persen. PDIP 11,7 persen. Golkar 9,6 persen. Demokrat 8,1 persen. PKB 5,4 persen. Sementara, NasDem dan PKS sama-sama memperoleh 4,4 persen.

Survei SMRC melibatkan 749 responden, wawancara telepon dilakukan pada 83,8 persen responden, 16,6 lainnya melalui wawancara tatap muka. Margin of error tercatat kurang lebih 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei Poltracking beda lagi. Elektabilitas PSI dalam survei ini hanya 2,3 persen. PSI berada di atas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,9 persen, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,6 persen.

Di atas mereka ada PAN dengan 3,3 persen, NasDem 4,4 persen, Demokrat 6,1 persen, dan PKB 6,2 persen. Sementara, tiga besar dalam survei Poltracking diduduki oleh Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen, PDIP 11,6 persen, dan Golkar 10,4 persen.

Survei Poltracking dilakukan pada periode 14-20 Agustus 2026 menggunakan metode sampel multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung terhadap 1.220 responden, warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Margin of error jajak pendapat ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sekali lagi, angka-angka survei itu bukanlah hasil dalam bilik suara. Elektabilitas partai-partai, termasuk PSI, hanya mencerminkan pilihan responden saat pengambilan sampel dilakukan.

Beri Komentar