© Pexels.com/Fran
DREAM.CO.ID - Mikroplastik semakin banyak ditemukan di lingkungan dan tubuh manusia. Partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter ini telah terdeteksi dalam tinja, urine, pembuluh darah, bahkan lebih dari separuh sistem organ manusia. Sejumlah penelitian awal juga mengaitkan paparan mikroplastik dengan stres oksidatif, peradangan, dan perubahan respons sistem kekebalan.
Kondisi tersebut membuat pertanyaan tentang cara mengeluarkan mikroplastik dari tubuh semakin sering muncul. Namun, hingga kini belum ada metode detoksifikasi yang terbukti secara klinis mampu menghilangkan mikroplastik dari jaringan tubuh manusia.
Meski begitu, ada beberapa langkah yang secara teori dapat membantu proses pembuangan alami tubuh sekaligus mengurangi paparan baru. Dilansir dari Health, berikut sejumlah cara untuk mengeluarkan mikroplastik dari tubuh.
1. Jaga Fungsi Tubuh Tetap Sehat
Tubuh memiliki sistem alami untuk menangani dan membuang berbagai zat sisa melalui saluran pencernaan, ginjal, hati, dan sistem pernapasan. Bukti keberadaan mikroplastik dalam urine dan tinja menunjukkan bahwa setidaknya sebagian partikel yang masuk ke tubuh dapat dikeluarkan secara alami.
Karena itu, menjaga fungsi fisiologis normal menjadi langkah yang masuk akal. Caranya antara lain dengan cukup minum, rutin bergerak, dan mengonsumsi makanan seimbang. Namun, belum ada bukti kuat pada manusia bahwa pola makan atau program tertentu dapat secara khusus mempercepat pembuangan mikroplastik.
Serat dari buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan berpotensi membantu menangkap partikel mikroplastik di saluran pencernaan sehingga lebih mudah dikeluarkan bersama tinja.
Penelitian laboratorium menemukan bahwa serat tidak larut dari dedak gandum dapat berfungsi sebagai penyerap dan mengurangi mikroplastik dalam cairan yang dibuat menyerupai kondisi usus.
Penelitian pada hewan juga menunjukkan penurunan mikroplastik di usus seiring peningkatan jumlah serat dedak gandum yang diberikan. Namun, hasil tersebut belum membuktikan bahwa meningkatkan serat dapat mengeluarkan mikroplastik dari jaringan tubuh manusia. Meski demikian, konsumsi serat tetap bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan membantu menjaga buang air besar tetap teratur.
Penelitian awal juga menunjukkan kemungkinan bahwa bakteri probiotik tertentu dapat mengikat partikel mikroplastik di saluran pencernaan dan membantu membawanya keluar bersama sisa pencernaan.
Salah satu temuan menarik berasal dari bakteri probiotik dalam kimchi. Dalam penelitian laboratorium dan pada tikus, bakteri tertentu mampu mempertahankan ikatan dengan nanoplastik, yaitu partikel plastik yang ukurannya jauh lebih kecil daripada mikroplastik.
Pada tikus, pemberian bakteri tersebut bahkan membuat jumlah plastik yang ditemukan dalam tinja meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tikus yang tidak mendapatkannya.
Namun, temuan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah efek serupa benar-benar terjadi pada manusia.
Polifenol merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam makanan dan minuman berbasis tumbuhan. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Penelitian eksperimental menemukan adanya hubungan antara paparan mikroplastik dengan penanda stres oksidatif dan peradangan. Penelitian awal pada manusia kemudian menunjukkan bahwa polifenol mungkin dapat membantu mengurangi sebagian penanda peradangan tersebut.
Dalam salah satu penelitian, 98 orang dewasa mendapat campuran 43 senyawa polifenol selama 28 hari. Hasilnya menunjukkan penurunan sejumlah penanda peradangan pada peserta dengan paparan mikroplastik lebih tinggi.
Namun, penting dicatat bahwa makanan kaya polifenol belum terbukti dapat mengeluarkan mikroplastik dari jaringan tubuh manusia.
Daripada mencari cara untuk “ membersihkan” mikroplastik yang sudah berada di dalam tubuh, mengurangi paparan baru merupakan langkah yang saat ini memiliki dasar paling kuat. Salah satunya dengan mengurangi konsumsi air minum dalam botol plastik dan memilih air keran yang telah disaring jika tersedia. Hindari pula memanaskan makanan menggunakan wadah plastik karena panas dapat meningkatkan pelepasan partikel plastik ke makanan.
Untuk menyimpan makanan, wadah berbahan kaca atau baja tahan karat dapat digunakan, terutama untuk makanan panas, berlemak, atau minuman. Paparan debu rumah juga dapat dikurangi dengan membersihkan menggunakan kain basah dan penyedot debu dengan penyaring HEPA serta memperbaiki ventilasi. Kantong teh sekali pakai yang mengandung plastik juga dapat diganti dengan teh dalam kemasan kertas atau teh daun dengan penyaring nonplastik.
Pada akhirnya, belum ada cara yang terbukti dapat menghilangkan mikroplastik dari seluruh tubuh manusia. Karena itu, langkah yang lebih masuk akal saat ini adalah mendukung kesehatan tubuh secara umum, mengonsumsi makanan kaya serat dan zat gizi, serta yang terpenting mengurangi sumber paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement

Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Punya Anak Bisa Mengubah Banyak Hal dalam Hidup, Ini Perubahan yang Sering Dialami Orang Tua

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?