Mengapa Bayi Perlu Dibantu Bersendawa Setelah Minum Susu?

Stories | Senin, 7 September 2026 10:00

Reporter : Abidah

Pada bayi yang masih sangat muda, sistem pencernaan dan koordinasi tubuhnya belum berkembang sepenuhnya sehingga masih perlu dibantu melakukan sendawa.

DREAM.CO.ID - Setelah menyusui atau memberikan susu melalui botol, banyak orang tua memiliki kebiasaan menggendong bayi dalam posisi tegak sambil menepuk atau mengusap punggungnya secara perlahan. Tujuannya adalah membantu bayi bersendawa. Meski terlihat sebagai rutinitas sederhana, kebiasaan ini dilakukan untuk membantu mengeluarkan udara yang masuk ke dalam perut bayi saat makan.

Pada bayi yang masih sangat muda, sistem pencernaan dan koordinasi tubuhnya belum berkembang sepenuhnya. Salah satu bagian yang masih dalam tahap perkembangan adalah sfingter kerongkongan, yaitu kumpulan otot yang membantu mengatur aliran makanan, cairan, dan gas di antara kerongkongan dan lambung.

Carole Kramer Arsenault, R.N., pendiri layanan perawatan bayi baru lahir Boston Baby Nurse & Nanny, menjelaskan kepada Romper bahwa pada bayi kecil, otot tersebut belum selalu bekerja secara optimal untuk mengeluarkan gas dengan sendirinya.

Saat menyusu, bayi dapat ikut menelan udara. Jika udara tersebut tidak keluar melalui sendawa, gas bisa bergerak ke saluran pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Inilah salah satu alasan mengapa bayi terkadang tampak gelisah atau rewel setelah minum susu.

Rasa rewel tersebut tidak selalu berarti bayi tidak cocok dengan susu yang diminumnya atau masih merasa lapar. Dalam beberapa kondisi, penyebabnya bisa sesederhana udara yang terperangkap di dalam perut.

Karena itu, orang tua dapat mencoba membantu bayi bersendawa di sela-sela maupun setelah waktu menyusu. Pada bayi yang menyusu langsung, proses ini dapat dilakukan ketika berganti dari satu payudara ke payudara lainnya. Sementara bagi bayi yang minum menggunakan botol, orang tua dapat memberikan jeda secara berkala untuk mencoba membantu bayi mengeluarkan udara yang tertelan.

2 dari 4 halaman

Sampai Usia Berapa Bayi Perlu Dibantu Bersendawa?

Seiring bertambahnya usia, bayi biasanya semakin mampu mengatur proses makan dan pencernaannya. Koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas juga berkembang sehingga jumlah udara yang ikut tertelan dapat berkurang.

Pada akhirnya, orang tua mungkin mulai menyadari bahwa bayi tidak lagi tampak gelisah setelah minum susu. Bayi bisa selesai menyusu tanpa banyak merengek, bahkan langsung terlihat nyaman atau siap bermain. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda bahwa bayi tidak selalu membutuhkan bantuan untuk bersendawa.

Menurut Arsenault, setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, secara umum perkembangan pada area kerongkongan dan sistem pencernaan semakin matang ketika bayi memasuki usia sekitar 4 hingga 6 bulan.

Selain itu, ketika bayi mulai mampu berguling dan duduk dengan lebih baik, tubuhnya juga semakin mudah membantu mengeluarkan gas secara alami. Artinya, orang tua tidak perlu lagi selalu menjadikan proses bersendawa sebagai bagian wajib dari setiap sesi menyusu.

 

3 dari 4 halaman

Jangan Memaksa Bayi Bersendawa

Perlu dipahami bahwa tidak semua bayi membutuhkan bantuan untuk bersendawa setiap kali minum susu. Ada bayi yang menyusu dengan cara yang membuat sedikit udara masuk ke dalam perut. Memaksakan bayi untuk terus mencoba bersendawa justru dapat membuat proses setelah menyusu menjadi tidak nyaman.

Arsenault menyarankan agar orang tua tidak memaksakan proses tersebut. Jika bayi tidak bersendawa setelah beberapa menit dan tetap terlihat nyaman, kemungkinan memang tidak ada cukup udara yang perlu dikeluarkan.

Orang tua juga perlu berusaha tetap tenang. Ketika terlalu cemas karena bayi belum juga bersendawa, ketegangan tersebut dapat memengaruhi suasana dan membuat bayi ikut merasa tidak nyaman.

 

4 dari 4 halaman

Cara Membantu Bayi Bersendawa

Cara yang paling dikenal adalah menggendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala berada di atas bahu orang tua, kemudian menepuk atau mengusap punggungnya secara perlahan. Namun, posisi ini tidak selalu mudah dilakukan pada bayi baru lahir yang masih membutuhkan banyak dukungan untuk menopang kepala dan tubuhnya.

Alternatifnya, bayi dapat diposisikan tengkurap di atas pangkuan dengan kepala dan tubuh tetap ditopang dengan aman. Orang tua kemudian dapat mengusap atau menepuk punggung bayi secara lembut.

Pilihan lain adalah membaringkan bayi telentang, lalu menggerakkan kedua kakinya secara perlahan seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu mendorong gas keluar melalui saluran pencernaan.

Pada dasarnya, membantu bayi bersendawa adalah bagian dari masa awal perkembangannya. Kebiasaan ini biasanya tidak berlangsung selamanya. Seiring sistem pencernaan, pernapasan, dan koordinasi tubuh bayi semakin matang, mereka akan semakin mampu mengatasi udara dan gas yang masuk ke tubuh tanpa terlalu banyak bantuan dari orang tua.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id