Mengapa Nama Belakang Orang Thailand Panjang, tetapi Nama Panggilannya Pendek?
© Pexels.com/Haitham Almasari
Reporter : Abidah
Orang Thailand memiliki suatu hal yang unik terkait nama mereka. Walau memiliki nama yang cenderung panjang, mereka memiliki nama panggilan yang cenderung pendek.
DREAM.CO.ID - Jika bertemu orang Thailand, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang cukup unik. Seseorang bisa memiliki nama resmi yang panjang dan sulit dilafalkan, tetapi dalam percakapan sehari-hari justru dipanggil dengan nama yang hanya terdiri dari satu atau dua suku kata. Bagi orang asing, sistem penamaan ini mungkin terlihat seperti seseorang memiliki dua identitas.
Namun, bagi masyarakat Thailand, nama resmi dan nama panggilan memiliki fungsi yang berbeda. Nama resmi digunakan untuk keperluan administratif dan hukum, sedangkan nama panggilan atau chue len menjadi bagian penting dalam interaksi sehari-hari.
Nama resmi orang Thailand umumnya memiliki makna yang berkaitan dengan bahasa dan tradisi, termasuk pengaruh bahasa Sanskerta dan Pali. Sementara itu, nama panggilan lebih praktis, personal, dan dekat dengan kehidupan sosial seseorang.
Nama Belakang Thailand Relatif Baru Digunakan
Salah satu alasan mengapa nama belakang orang Thailand terdengar panjang adalah sejarah kemunculan nama keluarga itu sendiri. Menurut bahan yang dirangkum dari SEAsia.co, masyarakat Thailand baru diwajibkan menggunakan nama belakang setelah diberlakukannya Surname Act pada 1913.
Sebelum aturan tersebut, banyak orang Thailand hanya menggunakan nama depan atau dikaitkan dengan tempat tinggalnya. Setelah undang-undang tersebut berlaku, setiap keluarga diwajibkan memiliki nama belakang.
Ada aturan yang membuat sistem ini semakin unik: nama belakang harus bersifat unik untuk satu keluarga. Akibatnya, dua orang yang memiliki nama belakang Thailand yang sama umumnya memiliki hubungan keluarga. Berbeda dengan banyak negara lain, nama keluarga yang sama tidak menjadi sesuatu yang umum digunakan oleh banyak keluarga yang tidak memiliki hubungan darah.
Aturan tersebut kemudian ikut memengaruhi panjang nama belakang. Keluarga yang mendaftarkan nama lebih awal pada 1913 masih memiliki banyak pilihan nama yang pendek dan sederhana. Seiring berjalannya waktu, kombinasi nama yang mudah digunakan semakin sedikit.
Keluarga yang mendaftarkan nama kemudian harus menciptakan kombinasi kata yang lebih panjang dan kompleks agar memperoleh nama keluarga yang belum digunakan. Banyak di antaranya menggunakan unsur bahasa Sanskerta dan Pali yang memiliki makna tertentu.
Karena itu, panjang nama belakang dalam beberapa kasus dapat menjadi semacam "jejak sejarah" kapan sebuah keluarga memperoleh nama tersebut.
Keluarga Keturunan Tionghoa dan Nama yang Panjang
Keluarga Thailand keturunan Tionghoa juga dikenal memiliki sejumlah nama belakang yang panjang. Hal tersebut berkaitan dengan proses ketika sebagian imigran Tionghoa mengadopsi nama keluarga Thailand pada pertengahan abad ke-20.
Pada periode tersebut, nama-nama pendek sudah semakin banyak digunakan. Akibatnya, sebagian keluarga harus menciptakan nama yang lebih panjang dan kompleks. Dalam beberapa kasus, nama tersebut juga dapat memasukkan unsur yang mengingatkan pada nama asal Tionghoa atau menggunakan kata-kata yang dianggap memiliki kesan baik.
Tradisi memberikan nama yang terdengar indah dan memiliki makna positif membuat nama keluarga Thailand terlihat semakin panjang ketika ditulis menggunakan alfabet Latin.
Mengapa Nama Panggilan Justru Pendek?
Jika nama resmi dibuat dengan berbagai pertimbangan makna dan keunikan, nama panggilan memiliki fungsi yang jauh lebih praktis. Nama panggilan dalam budaya Thailand disebut chue len. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pada masa lalu.
Pada masa lampau terdapat kepercayaan bahwa roh jahat dapat membahayakan bayi jika mengetahui nama resmi yang indah dan membawa keberuntungan. Untuk mengelabui roh tersebut, orang tua memberikan nama panggilan yang sederhana, bahkan terkadang sengaja terdengar tidak menarik.
Nama seperti Moo yang berarti babi, Nok yang berarti burung, atau Kob yang berarti katak merupakan contoh nama panggilan yang muncul dari tradisi tersebut.
Dalam masyarakat modern, alasan penggunaan nama panggilan lebih bersifat praktis. Nama resmi yang panjang tentu kurang nyaman digunakan berulang kali dalam percakapan. Karena itu, nama panggilan menjadi cara utama untuk menyapa seseorang, termasuk dalam lingkungan sekolah dan pekerjaan.
Pilihan nama panggilan pun semakin kreatif. Selain nama binatang dan buah, orang Thailand dapat menggunakan kata-kata bahasa Inggris seperti Ball, Ice, atau Bank. Generasi yang lebih muda bahkan dapat memilih nama yang terinspirasi dari tokoh terkenal atau istilah yang sedang populer.
Nama Panggilan Membentuk Kedekatan Sosial
Menariknya, menggunakan nama resmi seseorang dalam percakapan sehari-hari di Thailand dapat terasa terlalu formal atau berjarak. Bahkan di lingkungan profesional, guru, atasan, dan rekan kerja sering menggunakan nama panggilan untuk membangun suasana yang lebih akrab.
Kesopanan tetap dapat dijaga dengan menambahkan sapaan tertentu. Misalnya, Khun dapat digunakan sebelum nama seseorang, sementara P' digunakan untuk menyapa orang yang lebih tua dan N' untuk orang yang lebih muda.
Dengan demikian, sistem penamaan Thailand memperlihatkan bagaimana sebuah nama tidak hanya berfungsi sebagai identitas administratif. Nama resmi menyimpan sejarah keluarga dan identitas formal, sedangkan nama panggilan berfungsi membangun hubungan sosial yang lebih dekat.
Inilah sebabnya seseorang di Thailand bisa memiliki nama belakang yang panjang untuk urusan resmi, tetapi nama panggilan yang sangat pendek untuk kehidupan sehari-hari. Keduanya bukan kontradiksi, melainkan dua bagian dari cara masyarakat Thailand membangun identitas dan hubungan sosial.