Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya
© Pexels.com/Miguel Guerra
Reporter : Abidah
Sekitar 36 persen orang yang berlari lebih dari 65 kilometer per minggu mengalami puting lecet. Kondisi ini rentan dialami oleh mereka yang berolahraga secara intens.
DREAM.CO.ID - Bagi pelari atau orang yang rutin berjalan kaki dalam jarak jauh, rasa perih di area puting mungkin muncul secara tiba-tiba. Awalnya hanya terasa seperti panas atau sedikit menyengat ketika kaus bergesekan dengan kulit. Namun, jika olahraga terus berlanjut, iritasi tersebut dapat berkembang menjadi lecet, luka terbuka, bahkan perdarahan.
Kondisi ini dikenal sebagai nipple chafing atau sering disebut runner's nipple. Masalah tersebut cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang berlari dalam waktu lama atau mengenakan pakaian yang kurang tepat. Salah satu penelitian yang dikutip Verywell Fit menemukan bahwa sekitar 36 persen orang yang berlari lebih dari 65 kilometer per minggu mengalami puting lecet.
Meski tidak berbahaya pada sebagian besar kasus, nipple chafing dapat terasa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas fisik. Kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya cukup mudah dicegah.
Mengapa Puting Bisa Lecet Saat Berolahraga?
Gesekan menjadi penyebab utama. Ketika berlari atau berjalan, puting terus bergesekan dengan kain pakaian. Gesekan tersebut semakin mudah menimbulkan luka ketika kulit dalam kondisi lembap akibat keringat.
Keringat juga mengandung garam. Ketika keringat mengering dan garam mengkristal pada permukaan kulit, iritasi dapat bertambah parah. Pada olahraga berdurasi panjang, gesekan yang terjadi berulang kali akhirnya dapat merusak lapisan kulit hingga menyebabkan perdarahan.
Cuaca dingin juga dapat meningkatkan risiko. Suhu rendah membuat puting lebih mudah menegang sehingga lebih banyak bergesekan dengan pakaian. Karena itu, pemilihan pakaian menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah masalah ini.
Kaus berbahan katun juga kurang ideal untuk olahraga jarak jauh. Dibandingkan bahan sintetis yang dirancang untuk mengalirkan keringat, katun lebih mudah menyerap dan mempertahankan kelembapan sehingga kulit tetap basah lebih lama.
Kenali Gejalanya Sejak Awal
Puting lecet biasanya tidak langsung menyebabkan luka parah. Gejala dapat berkembang secara bertahap, mulai dari sensasi terbakar atau menyengat.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Kulit memerah.
Kulit terasa perih atau terbakar.
Kulit mengering, mengelupas, atau pecah-pecah.
Puting terasa nyeri ketika tersentuh.
Muncul luka terbuka atau koreng.
Terjadi perdarahan.
Jika rasa terbakar mulai muncul ketika sedang berlari, sebaiknya jangan mengabaikannya. Melanjutkan aktivitas tanpa mengurangi gesekan dapat membuat luka semakin parah.
1. Gunakan Pelumas Sebelum Berolahraga
Salah satu cara paling sederhana adalah mengurangi gesekan sebelum olahraga dimulai. Petroleum jelly atau produk khusus antilecet dapat dioleskan secukupnya pada area puting dan kulit di sekitarnya.
Pelumas menciptakan lapisan yang membantu mengurangi kontak langsung antara kulit dan pakaian. Bagi pelari jarak jauh, langkah sederhana ini dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum latihan.
Petroleum jelly memang dapat meninggalkan noda dan lebih sulit dicuci dari pakaian. Karena itu, sebagian orang memilih produk antilecet yang memang dirancang untuk digunakan saat olahraga.
2. Gunakan Penutup Puting atau Plester
Penutup puting (nipple covers), plester, atau selotip medis juga dapat menjadi penghalang antara kulit dan pakaian. Metode ini terutama berguna bagi orang yang mudah mengalami iritasi ketika berlari.
Namun, tidak semua produk memiliki daya rekat yang sama. Keringat dapat membuat sebagian plester mudah terlepas. Beberapa jenis juga dapat terasa sakit ketika dilepas setelah olahraga.
Karena itu, sebaiknya coba terlebih dahulu saat latihan biasa. Jangan baru menguji produk tersebut ketika mengikuti lomba lari jarak jauh.
3. Pilih Pakaian yang Tepat
Pemilihan pakaian sering kali menjadi solusi paling sederhana. Hindari pakaian katun untuk olahraga yang menghasilkan banyak keringat, terutama lari jarak jauh.
Bahan sintetis seperti polypropylene dan berbagai kain moisture-wicking dirancang untuk membantu memindahkan keringat dari kulit. Teksturnya juga umumnya lebih halus sehingga dapat mengurangi gesekan.
Bagi perempuan, penggunaan sports bra yang pas dan tidak terlalu longgar juga dapat membantu mengurangi pergerakan payudara serta gesekan pada area puting.
Selain bahan, perhatikan tekstur pakaian. Kain yang terasa kasar ketika disentuhkan ke kulit berpotensi meningkatkan iritasi meskipun memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik.
4. Jangan Tunggu Sampai Luka untuk Bertindak
Jika sensasi perih mulai muncul ketika sedang berlari, segera kurangi gesekan. Jika memungkinkan, berhenti sejenak dan aplikasikan kembali pelumas pada area tersebut.
Pelari jarak jauh dapat membawa kemasan kecil petroleum jelly atau produk antilecet dalam tas pinggang. Pada beberapa perlombaan, pos medis juga biasanya menyediakan perlengkapan dasar untuk mengatasi masalah kulit akibat gesekan.
Tindakan sederhana pada tahap awal dapat mencegah iritasi berkembang menjadi luka yang lebih serius.
Bagaimana Mengobati Puting yang Sudah Lecet?
Jika luka sudah terjadi, bersihkan area tersebut secara perlahan menggunakan air dan sabun yang lembut. Setelah itu, keringkan dengan hati-hati. Hindari menggosok bagian yang mengalami luka karena dapat memperparah iritasi.
Setelah bersih dan kering, petroleum jelly atau salep pelindung kulit dapat digunakan untuk membantu menjaga area tetap terlindungi. Luka juga dapat ditutup menggunakan kasa yang memungkinkan sirkulasi udara.
Untuk sementara, kurangi atau hentikan aktivitas yang menyebabkan gesekan sampai kulit mulai pulih. Memaksakan diri berlari ketika luka masih terbuka tidak hanya meningkatkan rasa sakit, tetapi juga dapat memperbesar risiko infeksi.