Survei: KDM 'Lebih Laku' Ketimbang Prabowo
© 2026 Dedi Mulyadi Dan Prabowo (Instagram Gerindra Jabar)
Reporter : Okti Nur
Tujuh dari sembilan basis pemilih partai mendukung KDM. Prabowo tak mampu mengalahkan KDM di partai manapun.
DREAM.CO.ID - Survei SMRC menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi memiliki daya tarik bagi partai-partai politik ketimbang Prabowo Subianto. Politisi yang beken dengan panggilan KDM itu lebih diminati basis pemilih banyak partai ketimbang Prabowo.
“Dari data yang kita punya, pemilih partai-partai itu umumnya lebih memilih KDM daripada Prabowo,” kata pendiri SMRC, dikutip dari YouTube SMRC TV, Senin 28 September 2026.
Bagi banyak partai, tambah Saiful, lebih mudah “menjual” KDM ke massa pendukung mereka. Mengomunikasikan KDM ke pendukung partai lebih gampang ketimbang Prabowo.
“Yang bisa saya katakan, KDM itu penarik massa untuk partai-partai politik,” tutur Saiful.
Survei SMRC pada Juli 2026 memang menunjukkan KDM lebih dipilih oleh basis banyak partai. Tujuh dari sembilan basis partai yang dirinci SMRC cenderung mendukung KDM ketimbang Prabowo Subianto.
Di Golkar, misalnya, KDM dipilih 43 persen pemilih partai tersebut, sedangkan Prabowo 16 persen. Di PKB, KDM mencapai 46 persen dan Prabowo hanya 6 persen. Di NasDem, 43 persen berbanding 10 persen.
PAN paling mencolok. Sebanyak 55 persen pemilih PAN memilih KDM, sementara Prabowo hanya 6 persen. Di PDIP, KDM 29 persen, sedangkan Prabowo 12 persen.
Di PSI, KDM dan Prabowo sama-sama mendapat suara 28 persen basis pemilih partai tersebut. Di bawah keduanya ada Gibran dengan 22 persen.
Sedangkan di Gerindra, KDM dan Prabowo juga sama-sama mendapat 28 persen suara basis pemilih.
Angka-angka itu menunjukkan KDM tidak terkalahkan oleh Prabowo pada basis pemilih tujuh partai yang masuk dalam survei SMRC.
Meski demikian, bukan berarti KDM selalu nomor satu. Di PKS, misalnya, Anies Baswedan masih jauh lebih tinggi dengan 48 persen. KDM 32 persen, Prabowo 2 persen.
Di Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono 37 persen. KDM 33 persen, sedangkan Prabowo 7 persen.
KDM Bikin Partai Solid
Saiful menambahkan, KDM juga dapat mempersatukan partai politik yang beragam. “Jadi itu mempermudah partai politik untuk bekerja sama,” imbuh dia.
Selain itu, hasil survei tersebut bisa dibaca bahwa KDM mampu menyolidkan dukungan basis massa pemilih terhadap partai dibanding jika partai mengusung Prabowo. Dengan mengusung KDM, kata Saiful, partai dinilai memenuhi aspirasi basis pemilih mereka.
“Itu menjadi sangat penting. KDM menjadi pemersatu suara, menyolidkan dukungan, Pak Prabowo ini memecah suara,” jelas Saiful.
Dia menambahkan, Gerindra juga harus berpikir terhadap temuan survei ini. Partai besutan Prabowo itu harus memilih apakah akan tetap mencalonkan Prabowo atau akan mengusung KDM, yang juga anggota partai mereka.
“Apakah masih ingin punya presiden atau mati demi apapun alasannya demi pak Prabowo?” tanya Saiful.
Menurut dia, Gerindra bisa mengambil pilihan apapun. Namun dia menyarankan agar mengambil langkah yang rasional jika ingin tetap berjaya. “Gerindra harus memberi kesempatan pada KDM,” tutur Saiful.
Survei SMRC itu dilakukan dengan pertanyaan semi terbuka pada 5-19 Juli 2026. Sebanyak 749 responden dilibatkan. Sebanyak 605 responden memiliki ponsel, dipilih secara acak dengan metode double sampling dan diwawancarai lewat telepon.
Sebanyak 144 responden tidak punya ponsel dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka. Margin of error survei kurang lebih 3.7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.