Waktu Terbaik Makan Telur untuk Protein dan Pertumbuhan Otot

Stories | Jumat, 28 Agustus 2026 16:00

Reporter : Abidah

Meski tidak ada satu waktu tunggal yang wajib diikuti semua orang, riset menunjukkan pagi hari cenderung paling ideal untuk memenuhi kebutuhan protein dan mendukung pengelolaan berat badan.

DREAM.CO.ID - Telur sering jadi menu andalan siapa pun yang sedang mengejar target protein harian. Tapi tahukah, waktu makan telur ternyata bisa memengaruhi seberapa optimal manfaatnya bagi tubuh?

Dilansir dari Verywell Health, meski tidak ada satu waktu tunggal yang wajib diikuti semua orang, riset menunjukkan pagi hari cenderung paling ideal untuk memenuhi kebutuhan protein dan mendukung pengelolaan berat badan, sementara mengonsumsi telur setelah berolahraga lebih menguntungkan bagi pertumbuhan otot.

Waktu Terbaik untuk Asupan Protein: Pagi Hari

Protein sangat penting untuk memasok asam amino ke tubuh. Kebutuhan protein harian dipengaruhi usia, berat badan, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan tujuan kesehatan masing-masing orang.

Telur menjadi sumber protein yang solid. Satu butir telur rebus ukuran besar menyediakan 6,28 gram protein, atau sekitar 13 persen dari kebutuhan harian (DV). Untuk memaksimalkan asupan protein, makan telur di pagi hari kemungkinan besar jadi pilihan terbaik, dengan beberapa alasan berikut:

Telur di pagi hari memberi energi berkelanjutan, membantu mengisi kembali nutrisi yang terpakai tubuh selama tidur malam. Protein dalam telur juga diserap secara perlahan, sehingga membantu mengurangi rasa lapar sepanjang pagi hingga waktu makan siang tiba. Para ahli menyarankan untuk menyebar asupan protein sepanjang hari, tapi memulainya dengan telur di pagi hari memberi awalan yang baik untuk mencapai target harian tersebut.

Perlu dicatat, cara memasak telur, baik direbus, diorak-arik, atau diolah dengan cara lain, tidak mengubah jumlah protein yang dikonsumsi. Namun panas dari proses perebusan bisa membuat protein lebih mudah diserap tubuh, terutama bagi orang dewasa lanjut usia.

2 dari 3 halaman

Waktu Terbaik untuk Pertumbuhan Otot: Setelah Berolahraga

Protein adalah komponen kunci dalam membangun massa otot, menjadikan telur pilihan solid untuk tujuan ini. Meski penting mengonsumsi protein sepanjang hari saat target utamanya adalah membangun otot, makan telur di kemudian hari (atau setelah berolahraga) menjadi sangat penting, dengan alasan berikut:

Mengonsumsi telur setelah berolahraga atau di kemudian hari mendukung sintesis protein otot, yakni proses pembentukan jaringan otot. Makan telur pascalatihan juga membantu memulihkan glikogen (cadangan gula yang menjadi bahan bakar pembentukan otot) lebih cepat, memberi otot energi yang dibutuhkan untuk performa atletik yang optimal. Selain protein, kuning telur secara khusus mengandung lemak sehat yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon yang berperan penting dalam pembentukan otot.

Sejumlah penelitian menunjukkan telur utuh lebih bermanfaat untuk pertumbuhan otot dibanding putih telur saja, berkat tambahan protein yang terkandung di dalamnya.

3 dari 3 halaman

Waktu Terbaik untuk Mengelola Berat Badan: Pagi Hari

Telur menjadi tambahan populer dalam program pengelolaan berat badan berkat kandungan proteinnya yang tinggi dan kalorinya yang relatif rendah, dengan satu butir telur ukuran besar hanya sekitar 70 kalori.

Dalam sebuah studi, orang dewasa dengan berat badan berlebih atau obesitas yang mengonsumsi telur saat sarapan melaporkan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih rendah. Mereka juga mengonsumsi kalori yang jauh lebih sedikit sepanjang hari dibanding kelompok yang sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat.

Berikut alasan kenapa telur di pagi hari bisa jadi waktu ideal untuk menurunkan berat badan: Telur membantu menekan rasa lapar, dengan riset menunjukkan konsumsi telur saat sarapan menurunkan kadar hormon lapar dan mengurangi asupan makanan sepanjang sisa hari.

Makanan tinggi protein seperti telur juga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sebab protein dicerna lebih lambat, sehingga saat dikonsumsi di pagi hari bisa membantu mengurangi total kalori yang dikonsumsi sepanjang hari. Telur juga membantu mengatur kadar gula darah, sebab telur tergolong makanan berindeks glikemik rendah yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah dan menstabilkan keinginan makan berlebih sebagai bagian dari sarapan tinggi protein.

Bagi yang ingin dukungan tambahan untuk menurunkan berat badan, putih telur bisa jadi pilihan, sebab kandungan kalorinya sekitar setengah dari telur utuh namun tetap tinggi protein.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id