© Pexels.com/Reynaldo Yodia
DREAM.CO.ID - Ingin tetap menjaga rutinitas jalan kaki harian meski suhu udara sedang menyengat? Jawabannya bukan soal berhenti berolahraga sama sekali, melainkan soal memilih jam yang tepat. Waktu dalam sehari ternyata sangat menentukan apakah aktivitas jalan kaki di luar ruangan aman atau justru berisiko bagi tubuh.
Susan Yeargin, profesor madya bidang athletic training di Arnold School of Public Health, University of South Carolina, menjelaskan bahwa waktu dalam sehari sangat berpengaruh saat seseorang hendak berlari, berjalan kaki, atau bersepeda ke tempat kerja saat gelombang panas melanda. Orang yang bangun pagi-pagi atau berolahraga menjelang malam menghadapi risiko lebih kecil, karena matahari belum terlalu terik dan suhu udara masih lebih rendah.
Bagian paling panas dalam sehari berada di antara pukul 9 pagi hingga 4 sore. Pada rentang waktu ini, tubuh menyerap panas dari dua arah sekaligus: suhu udara di sekitar dan radiasi matahari langsung. Tanah pun ikut memanas, sehingga panas yang terasa naik dari aspal atau rerumputan menambah beban panas pada tubuh. Ditambah kelembapan udara, kemampuan tubuh melepaskan panas lewat keringat pun ikut terganggu.
Panduan dari otoritas kesehatan Inggris turut menyarankan hal serupa: hindari berada di bawah sinar matahari langsung pada bagian terpanas hari itu, biasanya antara pukul 11 siang hingga 3 sore. Jika berencana melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau mengajak anjing jalan-jalan, sebaiknya dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti pagi hari atau menjelang malam.
Ingin tetap menjaga rutinitas jalan kaki harian meski suhu udara sedang menyengat? Jawabannya bukan soal berhenti berolahraga sama sekali, melainkan soal memilih jam yang tepat. Waktu dalam sehari ternyata sangat menentukan apakah aktivitas jalan kaki di luar ruangan aman atau justru berisiko bagi tubuh.
Susan Yeargin, profesor madya bidang athletic training di Arnold School of Public Health, University of South Carolina, menjelaskan bahwa waktu dalam sehari sangat berpengaruh saat seseorang hendak berlari, berjalan kaki, atau bersepeda ke tempat kerja saat gelombang panas melanda. Orang yang bangun pagi-pagi atau berolahraga menjelang malam menghadapi risiko lebih kecil, karena matahari belum terlalu terik dan suhu udara masih lebih rendah.
Bagian paling panas dalam sehari berada di antara pukul 9 pagi hingga 4 sore. Pada rentang waktu ini, tubuh menyerap panas dari dua arah sekaligus: suhu udara di sekitar dan radiasi matahari langsung. Tanah pun ikut memanas, sehingga panas yang terasa naik dari aspal atau rerumputan menambah beban panas pada tubuh. Ditambah kelembapan udara, kemampuan tubuh melepaskan panas lewat keringat pun ikut terganggu.
Panduan dari otoritas kesehatan Inggris turut menyarankan hal serupa: hindari berada di bawah sinar matahari langsung pada bagian terpanas hari itu, biasanya antara pukul 11 siang hingga 3 sore. Jika berencana melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau mengajak anjing jalan-jalan, sebaiknya dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti pagi hari atau menjelang malam.
Personal trainer Daniel Maman dari My Phenom Fitness menegaskan sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, karena rentang waktu itu dianggap sebagai bagian paling panas dalam sehari. Berada di luar ruangan dalam waktu lama pada jam-jam tersebut meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Tubuh manusia juga menghasilkan panas internal saat sedang aktif bergerak, entah berlari maupun sekadar berjalan cepat. Saat cuaca sudah hangat hingga panas, aktivitas fisik ini menambah lagi beban panas yang harus dikeluarkan tubuh, membuat kombinasi olahraga siang hari dan cuaca terik jadi kombinasi yang berisiko tinggi.
Bagi yang memang tidak punya pilihan selain beraktivitas di jam-jam terpanas, ada beberapa langkah yang bisa membantu meminimalkan risiko:
Pantau prakiraan cuaca. Jika indeks panas (heat index) tergolong tinggi dan ada peringatan untuk menghindari olahraga, sebaiknya tunda rencana jalan kaki ke waktu lain yang lebih aman.
Cukupi cairan tubuh. Minum cukup cairan non-alkohol dan bebas kafein, seperti air putih, sebelum, selama, dan setelah berjalan kaki.
Kenakan pakaian yang tepat. Pilih pakaian berwarna terang dan longgar agar tubuh tetap sejuk, lengkapi dengan topi dan kacamata hitam untuk melindungi dari paparan sinar matahari langsung.
Kenali tanda bahaya dan berhenti segera. Hentikan aktivitas begitu muncul tanda-tanda kram otot, pusing, atau kesulitan bernapas.
Aklimatisasi bertahap. Jika memang harus beraktivitas di jam-jam puncak panas, biasakan tubuh secara perlahan terhadap suhu tinggi, alih-alih langsung memaksakan durasi dan intensitas penuh sejak awal.
Jaga kualitas tidur. Paparan panas pada satu hari bisa memengaruhi risiko kesehatan pada hari berikutnya. Tidur cukup di ruangan sejuk membantu menurunkan risiko gangguan akibat panas keesokan harinya.
Menariknya, berjalan kaki di musim panas tetap membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental, asalkan waktunya dipilih dengan bijak. Kombinasi olahraga, udara segar, dan pemandangan alam saat berjalan kaki di musim panas bisa membantu meredakan kecemasan sekaligus meningkatkan rasa bahagia secara keseluruhan.
Sinar matahari pagi atau sore yang tidak terlalu terik juga tetap membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang dan sistem imun, tanpa risiko paparan berlebihan seperti saat berjalan di tengah hari.
Waktu terbaik untuk berjalan kaki saat cuaca panas adalah pagi hari sebelum matahari terlalu tinggi, atau sore menjelang malam setelah suhu mulai turun. Menghindari rentang pukul 10 pagi hingga 3 sore, ditambah kebiasaan menjaga hidrasi, memilih pakaian yang tepat, dan mengenali batas kemampuan tubuh sendiri, menjadi kombinasi paling aman untuk tetap aktif bergerak tanpa membahayakan kesehatan di tengah cuaca yang semakin panas setiap tahunnya.
Advertisement

Lebih Aman Memberi Screen Time Anak di Ponsel, Laptop, atau TV?


Tren Lazy Hairscaping Makin Diminati, Woshday Hadirkan Solusi Instan Atasi Rambut Anti Lepek

Sociolla Hadirkan Love Local 2026 Bertema '100% Cantik Indonesia'


Laika, Anjing yang Dikirim ke Luar Angkasa dan Menjadi Simbol Awal Perlombaan Antariksa
