Setelah TransJakarta, Bus Listrik Made In Indonesia Akan Dipakai Garuda

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 5 Juli 2019 06:36
Setelah TransJakarta, Bus Listrik Made In Indonesia Akan Dipakai Garuda
Kendaraan listrik ini digunakan untuk operasional perusahaan.

Dream – Setelah PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), armada bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) akan digunakan maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Manajemen Garuda rencananya akan menggunakan bus listrik untuk mendukung operasional para pegawai.

Direktur Utama Garuda, Ari Askhara, dalam keterangan tertulisnya mengatakan bus listrik produksi dalam negeri merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung daya saing produk dalam negeri.

" Selain itu, hal ini juga menjadi komitmen Garuda Indonesia untuk menjaga lingkungan melalui pengoperasian kendaraan yang bebas emisi,” kata Ari di Cengkareng, Banten.

Pada tahap awal penggunaan fasilitas mobil listrik tersebut akan menunjang mobilitas operasional karyawan Garuda Indonesia Group di lingkungan kerja areal Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ari mengatakan bus yang dioperasikan sebanyak 1 unit dan berkapasitas 60 penumpang. Jika baterai diisi penuh selama 3 jam, kendaraan tersebut bisa menempuh jarak 300 km.

Dia berharap operasional kendaraan listrik bisa menekan biaya bahan bakar untuk kendaraan operasional.

“ Upaya Garuda Indonesia dalam mendukung produk anak bangsa tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mengembangkan komitmen layanan operasional berwawasan lingkungan dengan menggunakan fasilitas penunjang operasional yang ramah lingkungan,” kata dia.(Sah)

1 dari 6 halaman

Siap Dipakai TransJakarta, Ini Kekuatan Bus Listrik Asal China

Dream – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) siap menggunakan bus listrik untuk armada. Perusahaan transportasi ini memamerkan bus listrik di pameran Busworld South East Asia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, ada tiga varian bus listrik TransJakarta yang dipamerkan. Bus-bus listrik ini yang akan mengisi transportasi massal untuk ibu kota di samping bus berbahan bakar konvensional.

“ Karena dunia ini menuju kendaraan listrik. Jadi, visi Pak Gubernur (Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan) meminta kita bisa ke sana,” kata Agung di Jakarta, dikutip dari Otosia, Kamis 21 Maret 2019.

Melihat peluang ini, PT Bakrie Autoparts turut tampil dalam pameran bus itu. Perusahaan ini menghadirkan bus listrik merek BYD yang diimpor dari Tiongkok. Warna hijau dan biru mendominasi bus ini.

CEO Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, mengatakan, bus listrik yang akan ditawarkan dan siap uji coba jadi bus Transjakarta, punya beberapa keunggulan. Terutama untuk jarak tempuh dan lama pengisian baterai.

“ Mereka sediakan infrastruktur charger-nya 0-100 persen itu empat jam,” kata Dino, dikutip dari Liputan6.com.

Dia mengatakan, ketika diuji coba, bus listrik yang besar bisa menempuh jarak 290 km ketika baterai diisi penuh, sedangkan yang kecil 400 km.

Ketika ditanya harga, Dino ogah mengungkapkan secara detail. Sebab, harga masih nego dengan principal. “ Masih nego dengan principal,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Dirakit di Indonesia

Dino mengatakan, bus listrik ini diimpor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD). Dia mengatakan bus listrik dirakit di Indonesia.

“ Yang kami tawarkan ke TransJakarta tak mungkin CBU (completely built unit/CBU),” kata dia.

Dino mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PT Nusantara Gemilang sebagai body builder. Dikatakan bahwa aluminium dipilih sebagai bahan “ tubuh” bus.

“ Bus ini 70 persen beratnya dari baterai. Kalau bodi dari baja, keberatan,” kata Dino.

Doni menambahkan pihaknya saat ini memiliki dua model bus yang akan ditawarkan, yakni bus berukuran besar dan sedang.

" Kita ada dua bus EV yakni satu kira-kira panjang 12 meter, lebar 2,5 m itu yang baterai kapasitasnya 324 kW. Yang satu lagi panjangnya 7,5 meter lebar 2 meter. Yang besar itu bisa menampung 50 orang sama yang berdiri," tutur Dino.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

3 dari 6 halaman

Mei 2019, TransJakarta Uji Coba Bus Listrik

Dream – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menguji coba bus listrik pada Mei 2019. Perusahaan transportais ini menggandeng beberapa pihak untuk mengetes armada bertenaga listrik itu.

Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, penyedia bus kendaraan harus bekerja sama dengan operator. Keduanya bisa bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) atau pihak-pihak yang akan melakukan perawatan dan pemeliharaan.

“ Nah, ini sedang proses. Infonya, penyedia mengatakan bulan Mei bisa tersedia,” kata Agung di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

TransJakarta bakal menguji coba bus listrik.© Dream.co.id/Ilman Nafian

Menurut dia, uji coba akan berlangsung selama enam bulan. TransJakarta ingin mengetahui kualitas bus listrik, seperti ketahanan baterai. Rencananya, akan ada 10 bus listrik yang akan diuji coba.

Nantinya, uji coba bus listrik ini akan dilakukan di luar koridor. Sebab, bus memiliki spesifikasi low entry atau pintu masuknya di bawah. Sementara, untuk memasuki halte Transjakarta itu spesifikasi pintu masuknya tinggi.

Penyandang disabilitas dipermudah naik bus.© Dream.co.id/Ilman Nafian

" Apakah misalkan di jalur feeder non-BRT (Buss Rapid Transit), tapi juga dalam waktu dekat kita harapkan akan ada men-supply yang high deck, yang BRT untuk lebih tinggi sehingga bisa digunakan di koridor," kata dia.

4 dari 6 halaman

Ini Spesifikasinya

Selain kursi penumpang biasa, bus ini juga menyediakan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas di bagian tengah. Pengguna kursi roda dipermudah masuk ke dalam bus karena kendaraan ini memiliki alat tambahan agar kursinya bisa masuk.

Baterai bus 85 ribu watt ini bisa diisi maksimal 4 jam. Untuk pengisian penuh, kendaraan ini bisa melaju sejauh 200-250 km.

Baterai bus listrik TransJakarta© Dream.co.id/Ilman Nafian

Secara tampilan, bus listrik ini tidak jauh berbeda dengan bus Transjakarta pada umumnya dengan menyediakan pegangan untuk berdiri dan di sampingnya masing-masing ada dua kursi berderet hingga bagian belakang.

Ada kursi yang bisa dilipat untuk penyandang disabilitas.© Dream.co.id/Ilman Nafian

Agung mengatakan pemerintah segera menyiapkan regulasi tentang kendaraan listrik. “ Kami dapat informasi peraturan presiden (Perpres) sedang disiapkan. Nanti Perpres itu sudah terbit, akan lebih tegas lagi komitmen pemerintah,” kata dia.

5 dari 6 halaman

TransJakarta Coba Bus Listrik Lokal & Eropa, Ini Kehebatannya

Dream – PT Transportasi Jakarta berencana menguji sepuluh bus listrik selama enam bulan. Bus-bus yang dijajal ini merupakan produksi dalam negeri, Eropa, dan Tiongkok.

Bus-bus listrik itu diklaim punya sejumlah keunggulan. Antara lain rendah emisi. Selama ini emisi menjadi isru penting dalam bidang transportasi, maklum kendaraan menyumbang 60 persen emisi karbon ke lingkungan.

Dan, kendaraan dengan bahan bakar listrik disebut-sebut sebagai jawaban karena bisa mengurangi emisi yang menjadi salah satu biang terjadinya penamasan global.

“ Kelebihannya jelas ini rendah emisi, zero emisi,” kata Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, di Jakarta International Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

6 dari 6 halaman

Biaya Perawatan Rendah

Keunggulan lain, tambah dia, biaya perawatannya rendah. Tapi, harga beli bus listrik lebih tinggi daripada yang konvensoional.

“ Komponen yang dimiliki bus listrik sendiri menunjukkan lebih rendah keperluan perawatan dan biaya operasi, sehingga biaya jangka panjang akan keseluruhan biaya pengelolaan biaya rendah," kata dia.

Selain itu, yang menjadi tantangan dalam uji coba bus listrik selain regulasi itu yakni infrastruktur tempat mengisi daya. Kemudian mengenai kemampuan para teknisi dalam perawatan bus listrik.

Beri Komentar