Beras/ Foto: Unsplash
Dream - Beras termasuk bahan makanan pokok yang sangat awet, asalkan disimpan dalam tempat yang kering dan tertutup rapat. Kita pun membelinya dalam kondisi kering dan cenderung menganggap beras masih cukup aman jika disimpan lama.
Bila Sahabat Dream membeli beras di supermarket dalam kemasan, biasanya sudah ada keterangan tanggal kedaluwarsa. Bila pun memasaknya melewati tanggal tersebut memang masih cukup aman. Hanya saja mungkin warna dan aromanya yang sudah sedikit berubah.
Bisa juga kondisi beras sudah rusak. Hal ini bisa dilihat dari kantung penyimpanan beras. Bila kondisinya bolong, beras menunjukan tanda-tanda pembusukan, termasuk lubang, maka sebaiknya jangan dikonsumsi.
Tanda-tanda lainnya adalah serangga atau kutu beras yang mulai banyak tinggal di dalam beras. Termasuk kelembapan dan pertumbuhan jamur dalam beras. Jika beras sudah mulai lembab dan tumbuh jamur, muncul bercak hitam maka beras sangat tak direkomendasikan untuk digunakan apalagi dikonsumsi.
Untuk beras merah, tanda kedaluwarsa bisa dikenali dengan adanya perubahan warna. Selain itu, aroma dari beras merah akan berubah menjadi lebih tengik. Beras merah yang sudah kedaluwarsa juga bisa dilihat dari teksturnya yang sudah berminyak.

Jika beras merah sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka bisa dipastikan beras merah sudah tak layak untuk dikonsumsi. Nah, untuk mempertahankan kualitas beras agar tahan lebih lama, kamu perlu memerhatikan cara menyimpannya.
Simpan beras di tempat yang kering dan dingin. Selain itu, simpan beras di wadah yang kedap udara setelah membukanya. Selengkapnya baca Diadona.id.
Dream - Beras merah di Indonesia biasanya dijadikan menu diet. Kadar gulanya lebih rendah, seratnya lebih kaya dan harganya juga terjangkau.
Ternyata di Arab Saudi juga ada beras merah yang terkenal dengan khasiat dan harganya yang mahal. Beras tersebut bernama Hassawi.
Siapa sangka kalau di Arab saudi ada daerah penghasil beras. Beras Hassawi ini dibudidayakan di Kota Alahsa, bagian timur Arab Saudi.
Penasaran mengapa tanama padi tumbuh di daerah gurun pasir seperti Arab Saudi?

Beras Hassawi rupanya ditanam di sebuah kawasan oasis terbesar di dunia. Beras ini kabarnya sudah ditanam secara turun-temurun di sana. Lahannya sendiri sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia.
Oasis tersebut cukup populer dengan 2 juta tanaman palem, meski dikelilingi oleh gurun pasir yang kering. Nah, di sekitar kawasan perkebunan palem itulah beras Hassawi ditanam.

Bukan sekadar untuk dimakan, beras merah istimewa kerap dicari karena diyakini mengandung khasiat yang jauh berbeda dibanding beras pada umumnya. Kabarnya, beras Hassawi bisa mengurangi rasa sakit bagi mereka yang mengalami patah tulang.
Dengan keunikan dan khasiatnya, tak heran kalau harga beras Hassawi ini cukup mahal. Dibanderol 25-30 Riyal atau sekitar Rp90 ribu hingga Rp 119 ribu rupiah dan kerap dianggap emas.
" Ini adalah emas, ini adalah anak-anak kami yang dibesarkan selama berbulan-bulan. Kami melindunginya dan akan mewariskannya lintas generasi," kata salah seorang petani beras Hassawi, Abdulhadi al-Salman seperti dikutip dari laman Alarabiya.
Selengkapnya baca di Diadona.id