Heboh Chef Prancis Tak Mau Restorannya Berpredikat Michelin

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 30 Juli 2019 07:36
Heboh Chef Prancis Tak Mau Restorannya Berpredikat Michelin
Sang koki justru ingin melepaskan gelar Michelin yang didapat restorannya. Mengapa?

Dream - Gelar bintang Michelin masih dianggap predikat bergengsi dan penghargaan tinggi bagi seorang Chef dan restoran. Mereka yang mengantonginya bakal terkenal seantero dunia.

Harga makanan di restorannya cenderung akan naik. Belum lagi antrean untuk makan di dalamnya bakal mengular, bahkan ada yang harus membuat waiting list hingga berbulan-bulan.

Tapi Chef Marc Veryat, dari Haute-Savoie, La Maison des Bois membuat keputusan lain.

Ia justru ingin melepaskan gelar Michelin yang didapat restorannya. Padahal sebelumnya restoran mewah ini mendapat bintang 3 Michelin.

Namun setelah kurator dari tim Michelin kembali mengulas restorannya, gelar bintangnya diambil satu.

1 dari 7 halaman

Kurator Michelin Dikritisi

Chef Marc rupanya tak terima. Koki yang punya gaya khas bertopi hitam lebar ini, justru tak mau restoran miliknya masuk dalam panduan Michelin. Menurutnya, para kurator tak memiliki kompetensi yang baik.

Chef Marc

" Ini seperti berada di Cannes dan dianugerahi penghargaan dan setahun kemudian mereka memanggil Anda untuk memberi tahu bahwa mereka membawanya kembali," kata Veyrat kepada stasiun radio Prancis RTL, seperti dikutip dari CNN.

2 dari 7 halaman

Berdampak psikologis

Menurutnya, pengambilan satu bintang dari pihak Michelin tersebut berdampak besar bagi tim kokinya. Selama ini mereka bekerja keras, tapi hal itu seperti dinodai dengan hal yang tak kompeten.

Chef Marc

" Ada tekanan besar pada koki di sini. Tim saya meneteskan air mata," kata Veyrat.

3 dari 7 halaman

Alasannya karena Pakai Keju Cheddar

Ditariknya satu bintang, ternyata menurut kurator Michelin, karena restoran La Maison des Bois dianggap menggunakan keju cheddar pabrikan dan bukan keju lokal. Padahal menurut Chef Marc, ia selalu menggunakan bahan lokal, termasuk keju yang dibuat sendiri.

Chef Marc

" Mereka telah menghina seluruh wilayah! Mereka bilang kita membuat souffle Cheddar! Bisakah kau percaya. Kami berhasil dengan Reblochon, Beaufort, Emmental, kami membayar upeti ke tanah di sini. Dan mereka salah melakukannya!," ungkap Marc dengan penuh emosi.

4 dari 7 halaman

Marc Minta Michelin Ungkap Penyebabnya

Dia meminta kurator Michelin untuk mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa bintang diambil kembali. Tapi hingga kini penjelasannya hanya sebatas itu. Panduan Michelin dalam situsnya menggambarkan La Maison du Bois sebagai restoran mewah di Manigod, desa pegunungan tempat Veyrat tumbuh. Menyajikan hidangan berkelas dari bahan-bahan berkualitas.

(Sah, Sumber: CNN)

5 dari 7 halaman

Diam-Diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran

Dream - Predikat Michelin Star pada sebuah restoran jadi hal yang sangat bergengsi. Untuk mendapatkannya, sebuah restoran tak bisa memesan atau sengaja mengkondisikannya.

Penghargaan ini merupakan pengakuan dari para pakar kuliner yang tergabung dalam dewan Michelin Guide. Dengan predikat tersebut, sebuah restoran dijamin bakal terkenal, antreannya mengular, bahkan hingga hitungan bulan.

Diam-diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran

Di Indonesia sendiri ada 6 restoran yang masuk dalam Michelin Star Guide. Satu-satunya yang menyajikan hidangan klasik Indonesia adalah restoran Merah Putih di Seminyak.

Sementara, lima restoran lainnya menyajikan masakan Eropa dan sebagian besar berlokasi di Bali. Bagaimana restoran tersebut mendapatkannya?

6 dari 7 halaman

Inspektur bekerja diam-diam

Dewan Michelin Guide memiliki semacam penilai yang mereka sebut inspektur. Seperti dikutip dari Howstuffwork, para inspektur ini akan datang ke restoran-restoran yang masuk dalam 'radar' dewan secara diam-diam.

Michelin

Mereka datang layaknya konsumen biasa, membayar dan merasa fasilitas yang ada lalu memberi penilaian. Tak hanya datang sekali, bahkan bisa beberapa kali. Para inspektur ini bekerja khusus untuk Michelin Guide dan pengetahuan kulinernya sudah teruji.

7 dari 7 halaman

4 Penilaian Utama

Dalam menilai sebuah restoran, inspektur ini bakal melihat lima aspek. Yaitu kualitas masakan, penguasaan rasa dan teknik memasak, kekhasan koki dalam masakannya, harga dan konsistensi rasa.

Chef

Jadi, apa yang dibutuhkan restoran dan koki untuk mendapatkan bintang Michelin yang bergengsi?

" Memasak dengan melibatkan rasa dan sentuhan manusia. Tidak ada proses yang cepat. Koki harus berlatih tahap demi tahap untuk mengasah kemampuan mereka mengolah masakan," Lam Ming Kin, koki / pemilik Longtail, restoran berbintang Michelin di Taipei, Taiwan.

Beri Komentar