AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ratusan Anak SD Di Jakarta Membuat Kreasi Makanan Sehat Bersama-sama (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Merayakan Hari Chef Sedunia yang jatuh pada 20 Oktober, Nestle Indonesia ikut berpartisipasi dengan mengenalkan pola makan sehat kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD). Dikemas dalam acara bertajuk 'Nestle Healthy Kids-International Chef Day 2016', ratusan anak SD di Jakarta diajak untuk membuat kreasi makanan sehat.

Menurut Psikolog Anak, Rini Hildayani, kebiasaan melibatkan anak-anak dalam menyusun menu dapat mendorong mereka mengonsumsi makanan sehat. Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini, akan menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang telah dimasaknya.
" Ini tidak bisa instan agar dampaknya lebih terasa dan diserap dalam diri anak. Sehingga perlu melibatkan anak dalam menyiapkan bahan-bahan sebelum memasaknya," tutur Rini saat dijumpai di Modena, Jakarta Selatan, Kamis 20 Oktober 2016.

Lebih jauh, Rini menjelaskan, dari penelitian yang telah dilakukan, anak-anak yang dilibatkan dalam proses memasak terbukti lebih semangat untuk makan. Dibandingkan dengan anak-anak yang makan karena disiapkan oleh orangtua.
Selain itu, proses memasak juga memberi kesempatan pada anak dan orangtua menjadi lebih dekat. Serta mendorong anak untuk berperilaku lebih positif. Dan tanpa disadari, itu adalah bagian dari pembentukan karakter sang anak dalam pengambilan keputusan.

" Selain bounding dengan ortu, satu hal yang penting kalau anak sudah mampu memutuskan bahan makanan apa yang akan dimakan keluarga hari itu, jadilah proses pembentukan karakter. Ini juga akan mengurangi minat anak untuk jajan di luar," tegas Rini.
Sedangkan Pakar Gizi, Sari Sunda Bulan menekankan pentingnya kebiasaan untuk memperkenalkan asupan gizi seimbang sejak dini. Sehingga anak-anak dapat mengetahui porsi yang dibutuhkan tubuh dengan tepat untuk menghindari makan berlebih.

" Kenalkan variasi makanan, dan harus pas porsinya. Kalau kurang porsinya akan lemas. Atau pada umumnya kekurangan zat gizi bisa mengurangi kognitif dan kepintaran mereka," imbuh Sari.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli