Sudah Tahu Beda Serabi Solo dan Surabi Bandung?

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 1 Maret 2021 19:48
Sudah Tahu Beda Serabi Solo dan Surabi Bandung?
Camilan legit ini tak bisa ditolak, apalagi disajikan hangat-hangat.

Dream - Campuran tepung terigu atau tepung beras dan santan, lalu dipanggang di wadah tanah liat, aromanya begitu menyeruak. Hidangan serabi ini sangat sulit ditolak apalagi jika disiram dengan gula merah cair atau taburan gurih lainnya.

Sebagai jajanan pasar, serabi sudah ada sejak 1923. Pakar kuliner Bondan Winarno sempat mengungkap bahwa serabi kemungkinan berasal dari India dan kemungkinan lain pengaruh dari Belanda.

Pengaruh tersebut beralasan, karena banyak orang yang menyebut serabi mirip dengan pancake dari Belanda. Bedanya, pancake menggunakan telur dan tepung, sedangkan serabi menggunakan tepung terigu atau tepung beras, dan santan.

Serabi disebut sebagai makanan tradisional khas Jawa karena lebih populer di pulau ini dibandingkan dengan pulau lain. Serabi hingga saat ini makanan tersebut masih eksis di tengah-tengah masyarakat.

Sahabat Dream tentunya sudah sangat akrab dengan menu serabi ini. Untuk jenisnya memang sangat beragam, ada dua yang cukup terkenal yaitu serabi solo dan surabi Bandung.

Serabi Bandung disebut dengan nama " surabi" , yang berasal dari bahasa Sunda, " sura" yang bermakna " besar" . Meski keduanya dinamai serabi, serabi Bandung dan serabi Solo memiliki perbedaan. Jika serabi Bandung dimasak dengan tungku tanah liat, serabi Solo dimasak dengan menggunakan wajan.

 

 

1 dari 4 halaman

Uniknya, cara memasak serabi tak pernah berubah. Padahal, saat ini sudah banyak peralatan masak yang dapat mempermudah orang untuk membuatnya.

Serabi Bandung tetap menggunakan tungku dari tanah liat dan kayu bakar, tapi ada yang mulai menggunakan kompor. Namun, penggunaan wajan kecil yang terbuat dari tanah liat tetap dipertahankan.

Serabi oncom© Shutterstock

Serabi Solo yang terkenal adalah Notosuman. Serabi Notosuman ini bercita rasa manis dan gurih, topping-nya menggunakan taburan cokelat atau meses. Biasanya dijual dengan digulung dan bentuknya lebih tipis dibandingkan serabi Bandung.

Sementara, serabi Bandung versi manis umumnya ditambahkan kinca atau gula merah cair, walau orang lebih menyukai versi gurih.

" Kebanyakan serabi yang di jual di Bandung toppingnya menggunakan oncom dan orang-orang biasa menyebutnya Surabi Oncom," tulis akun @kulinerbandung.

Laporan Komarudin/ Sumber: Liputan6.com

2 dari 4 halaman

Kuliner Bandung Juara 1 Asean, Ridwan Kamil Girang

Dream - Sederet makanan nikmat di Bandung selalu jadi incaran wisatawan lokal dan internasional. Mulai dari bandrek, roti bakar, nasi bakar, bakakak ayam, nasi tutug, seblak, cuanki, batagor, surabi, dan masih banyak lagi.

Belum lagi gerai-gerai kue nikmat yang ada di Bandung, selalu ramai dipenuhi wisatawan yang mencari oleh-oleh. Mungkin Sahabat Dream juga termasuk penggila kuliner Bandung dan selalu berburu makanan lezat jika datang ke Paris van Java ini.

Dengan banyaknya makanan nikmat di Kota Kembang ini, Bandung ternyata mendapat Juara 1 Asia Tenggara versi kuliner lokal. Peringkat ini dibuat oleh Taste Atlas Award 2020.

Bandung jadi kota dengan makanan lokal terbaik menurut kritikus restoran profesional dan 63.402 suara dari pembaca TasteAtlas. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang pernah menjadi Wali Kota Bandung sangat girang dengan penghargaan ini.

Ungkapan terima kasih dan selama diucapkannya pada seluruh pengusaha kuliner di Bandung. Kang Emil, sapaan akrabnya, menulis di akun Instagramnya " Salam Seblak, SELAMAT! untuk ragam dan kualitas kuliner lokal Bandung yang masuk jajaran juara dunia dan juara 1 se ASEAN, dari Taste Atlas Award 2020.

TasteAtlas© Seasia.co/ TasteAtlas

Seasia.co/ TasteAtlas

Kepada Om Tutug Oncom tolong Pertahankan.
Kepada Bang Tigor Batagor tolong tingkatkan.
Kepada Bibi Surabi tolong terus promosikan.
Kepada ‘Ratu Elizabeth’, Cendolnya tolong dipopulerkan.

Bandung berada di peringkat 1 kuliner lokal pilihan di Asia Tenggara, sementara nomor 7 di dunia. Yuk segera jajan ke Bandung!

3 dari 4 halaman

Bandung Barat Punya Resto Apung, Aksesnya Harus Naik Perahu

Dream - Sedang mencari tempat makan yang beda dari biasanya? Mungkin Sahabat Dream bisa mengunjungi Bale Apung Sangkuriang. Lokasinya sangat unik, jauh dari lalu lintas kota.

Tepatnya di Waduk Saguling, Kampung Cihamirung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat. Untuk bisa makan di restoran ini pengunjung tak bisa langsung mendatanginya, tapi harus memarkirkan kendaraan pribadi lebih dulu di lahan yang tersedia.

Bandung Barat Punya Resto Apung, Aksesnya Harus Naik Perahu© MEN

Setelah itu, pengunjung harus naik perahu yang selalu siap sedia mengantarkan ke restoran yang berada di tengah waduk Saguling. Tak butuh waktu lama, hanya sekitar lima menit.

 

4 dari 4 halaman

Saat cuaca cerah, bisa sambil menikmati keindahan gunung di sekelilingnya. Memasuk area tempat makan, bentuknya berupa saung-saung. Hidangan yang tersedia merupakan menu khas Sunda.

Bale Apung Sangkuriang© Instagram Bale Apung

Antara lain nasi liwet yang merupakan menu andalan, ada juga tutug oncom, karedok, kangkung, ayam bakar dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan penjaja camilan khas Sunda yang berada di atas bale apung.

Ingin mencoba hidangan di atas waduk, Sahabat Dream?

Sumber: Bale Apung Sangkuriang

Beri Komentar