Perusahaan Killer, Gaji Dipotong Jika Tak Jalan Kaki 180 Ribu Langkah/Bulan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Desember 2018 09:15
Perusahaan Killer, Gaji Dipotong Jika Tak Jalan Kaki 180 Ribu Langkah/Bulan
Apesnya ada pegawai yang jarak rumah dan kantor cukup dekat.

Dream – Setiap perusahaan selalu berharap pegawainya selalu dalam kondisi sehat dan fit. Beberapa bahkan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Ada pula yang menyediakan fasilitas fitnes agar bisa digunakan para pegawai. 

Para pegawai biasanya melakukan aktivitas berolahraga dengan hati riang dan sukarela. Namun tindakan perusahaan ini sudah keterlaluan. 

Mengutip laman Oddity Central,, Senin, 17 Desember 2018, kebijakan aneh ini diberlakukan sebuah perusahaan real estate di Tiongkok. Perusahaan ini dituduh memberlakukan denda bagi karyawan yang gagal melakukan 180 ribu langkah per bulan.

Mereka yang berani melanggar siap-siap menerima sanksi yang bisa membuat pernapasan jadi sesak. Perusahaan ini mendenda karyawan yang tak capai target didenda sebesar 0,01 yuan (Rp21,14) untuk setiap langkah yang tidak tercapai.

Jalan kaki memang tengah digalakkan di Tiongkok. Banyak pihak mendorong orang-orang semakin memperbanyak jalan kaki. Ada perusahaan yang menyediakan aplikasi penyetel musik agar orang-orang mau berjalan kaki. Ada juga yang merilis aplikasi penghitung langkah.

Di perusahaan ini, para karyawan diwajibkan untuk jalan kaki 180 ribu langkah per bulan. Tak ada alasan yang jelas yang diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Mereka yang tak mencapai target siap-siap mencari pinjaman. Pasalnya denda yang ditarik diambil dari gaji. 

1 dari 1 halaman

Kurangi Biaya?

Seorang karyawan perusahaan yang bernama Xiao mengatakan dia hanya menghasilkan 10 ribu langkah dalam sebulan. Gajinya pun dipotong 100 yuan (Rp211.357) oleh atasannya.

“ Itu sangat menyakitkan,” kata Xiao.

Wanita ini mengatakan setiap harinya karyawan tersebut harus berjalan 9 ribu langkah. Katanya, jumlahnya tidak terlalu banyak. “ Tapi, itu menyakitkan bagi saya,” kata dia.

Xiao mengaku bekerja di bagian departemen SDM. Jalan kaki dari kantor ke stasiun bawah tanah tak membantunya juga. Meskipun ditambah dengan langkah harian, dia tak bisa mencapai target. Paling hanya menghasikan 2.500 langkah per hari. Jumlahnya kurang dari setengah yang dibutuhkan perusahaan.

Cerita ini menjadi viral di Tiongkok pekan lalu. Sebagian besar perusahaan mengkritik perusahaan real estate itu.

“ Perusahannya hanya mencari alasan untuk mengurangi uang (yang dikeluarkan),” kata dia. 

Beri Komentar