[kiri Ke Kanan] Ivan Mario, Co-Founder Sunday Batch; Agnes Dyke, Co-Founder Sunday Batch; Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch; Andrian Harjanto, Co-Founder Sunday Batch
DREAM.CO.ID - Tren roti artisanal terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban. Konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang praktis, tetapi juga produk dengan kualitas, karakter, dan pengalaman yang berbeda.
Momentum tersebut turut dimanfaatkan Sunday Batch, sister brand dari Dough Darlings, yang resmi membuka gerai pertamanya di Mall Kelapa Gading, Jakarta. Mengusung konsep salt bread artisanal, Sunday Batch hadir dengan gagasan sederhana, menghadirkan roti yang dapat dinikmati secara perlahan di tengah rutinitas yang serba cepat.
Nama Sunday Batch sendiri terinspirasi dari momen santai pada hari Minggu. Dari sebuah eksperimen yang bermula secara spontan, produk tersebut kemudian dikembangkan dengan proses yang lebih serius, mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik pembuatan dan pemanggangan.
" Sunday Batch memang lahir dari ketidaksengajaan di satu sore hari Minggu yang santai. Namun, dalam menghadirkan produk ini secara resmi ke publik, kami melakukannya dengan komitmen penuh. Kami menyempurnakan setiap detailnya secara maksimal, menggabungkan craftsmanship tinggi dari para baker berpengalaman dengan kualifikasi bahan baku terbaik. Kami ingin memastikan keajaiban resep yang tercipta secara tidak sengaja ini disajikan dalam standar kualitas kuliner tertinggi," ujar Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch.

Di balik konsepnya yang santai, Sunday Batch mendapat dukungan pengalaman panjang dari Dough Darlings, jenama donat artisanal lokal yang telah berkiprah selama 11 tahun di industri kuliner.
Pengalaman tersebut juga membawa Dough Darlings berekspansi hingga Doha, Qatar. Pengetahuan mengenai teknik pembuatan dan pengelolaan produk artisanal yang dibangun selama lebih dari satu dekade kemudian menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan Sunday Batch.
Meski berawal dari eksplorasi yang dilakukan tanpa banyak batasan, proses produksi Sunday Batch tetap dijalankan dengan standar operasional yang terukur. Pemilihan bahan baku dan proses pengolahan menjadi perhatian untuk memastikan kualitas produk tetap konsisten.
Salah satu karakter yang ingin ditonjolkan Sunday Batch adalah tekstur salt bread yang renyah di luar, tetapi tetap lembut di bagian dalam.
Untuk mendapatkannya, setiap adonan dipanggang pada suhu 180 hingga 190 derajat Celsius selama sekitar 12 hingga 15 menit. Sunday Batch juga tidak menggunakan egg wash dalam proses pemanggangan.
Sebagai gantinya, lelehan mentega berkualitas tinggi dimanfaatkan untuk menghasilkan proses karamelisasi alami selama pemanggangan. Teknik tersebut membantu membentuk lapisan luar berwarna keemasan yang tipis dan renyah, sekaligus menghasilkan aroma buttery yang khas.
Hasil akhirnya adalah salt bread dengan perpaduan tekstur yang kontras. Bagian luar memberikan sensasi renyah, sementara bagian dalam terasa lembut, buttery, dan sedikit kenyal dengan rasa gurih dari garam yang menjadi karakter utamanya.

Pada pembukaan gerai perdananya, Sunday Batch memperkenalkan 22 pilihan menu. Sebanyak 19 varian dapat dinikmati untuk dine-in maupun takeaway, sementara tiga menu lainnya hanya tersedia untuk pengunjung yang makan di tempat.
Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik Sunday Batch adalah bentuk beberapa salt bread yang dibuat menyerupai donat atau bagel. Bentuk tersebut bukan sekadar memberikan tampilan berbeda, tetapi juga memengaruhi karakter teksturnya.
Desain tersebut membuat distribusi mentega pada adonan menjadi lebih merata. Area bagian bawah roti yang bersentuhan dengan loyang juga menjadi lebih luas, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih crunchy dibandingkan salt bread pada umumnya.
Sejumlah varian yang menjadi menu unggulan antara lain Double Chocolate, Triple Cheese, Blueberry, Chocolate Banana, dan Cranberry Cream Cheese.
Pilihan tersebut memperluas pengalaman menikmati salt bread, tidak hanya melalui rasa gurih klasik, tetapi juga melalui kombinasi rasa manis dan gurih yang lebih eksploratif.
Sunday Batch juga menghadirkan konsep yang dirancang khusus untuk pengunjung yang ingin menikmati makanan langsung di gerai.
Dalam menu eksklusif dine-in, mini salt bread disajikan bersama pilihan sup hangat untuk dicocol. Tekstur roti yang renyah dan buttery dipadukan dengan kuah hangat sehingga menciptakan pengalaman makan yang lebih berbeda.
Terdapat tiga pilihan sup yang dapat dieksplorasi. Sunday Soup menawarkan karakter gurih dengan rempah yang kuat, sementara Cream Mushroom Soup hadir dengan tekstur lebih creamy dan lembut.
Ada pula Black Sticky Rice Soup atau Sup Ketan Hitam, yang memberikan perpaduan rasa gurih dan manis. Kombinasi tersebut menjadi pilihan yang cukup unik ketika dinikmati bersama mini salt bread.
Konsep ini sekaligus menjadi bagian dari filosofi Sunday Batch yang ingin menjadikan aktivitas makan sebagai momen untuk berhenti sejenak dari kesibukan.
Bagi Sunday Batch, hari Minggu bukan sekadar nama. Momen tersebut menjadi representasi dari suasana santai, tanpa tuntutan untuk terburu-buru.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui pengalaman menikmati roti dengan lebih perlahan, baik ditemani kopi, percakapan bersama orang terdekat, maupun sekadar mengambil waktu untuk beristirahat.
Semangat itu akan dikembangkan melalui kampanye Born from a Lazy Sunday. Sunday Batch juga membuka peluang untuk memperluas kehadirannya melalui gerai-gerai baru di berbagai lokasi strategis.
Untuk saat ini, masyarakat sudah dapat mengunjungi gerai perdana Sunday Batch di Mall Kelapa Gading, Jakarta dan mencoba langsung beragam pilihan salt bread yang ditawarkan.
Melalui konsep yang memadukan craftsmanship, eksplorasi rasa, dan pengalaman bersantai, Sunday Batch ingin membawa satu gagasan sederhana: terkadang, sesuatu yang istimewa justru lahir ketika seseorang memberi dirinya waktu untuk berhenti sejenak.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?



Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global