Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Memilih daging untuk steak ternyata tak bisa sembarangan. Berbagai komposisi antara daging dengan lemak pun harus sesuai agar mendapatkan hasil bakaran yang sempurna baik rasa maupun hasil sajiannya.
Anda yang membayangkan bisa menikmati hidangan steak dari daging sapi lokal sebaiknya memupuskan harapan itu. Ternyata daging sapi Indonesia tak bisa dibuat steak.
Seperti dituturkan Chef Chandra Yudasswara bahwa dalam memilih daging untuk steak harus dipilih komposisi daging merah sebanyak 60 persen dan marbling sebanyak 40 persen saja.
"Harus daging-fat-daging, karena fat kalau pas masuk mulut bikin melting. Fat kalau kena panas meleleh dan dimulut terasa gurih. Jadi kelihatan merah-putih-merah-putih pas masih mentah," jelasnya saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat, Rabu, 18 Mei 2016.
Chef berambut panjang ini menegaskan bahwa salah satu daging steak yang sangat enak yaitu jenis wagyu. Sehingga ia berani menjamin hingga 98 persen, restoran-restoran yang menawarkan steak wagyu di bawah harga Rp.50.000 pasti bukan wagyu asli.
"Wagyu harganya Rp. 180.000 dengan ukuran 200 gram. Kalau harganya Rp.50.000 saya gransi pasti palsu karena satu kilo harganya Rp. 340.000,"katanya menambahkan.
Selain itu, Chef Chandra juga menegaskan bahwa daging sapi lokal tidak bisa diolah menjadi hidangan steak. Pasalnya, bibit sapi lokal merupakan jenis sapi pekerja yang banyak membentuk urat dan otot. Berbeda dengan sapi Jepang, Australi atau Amerka yang memang menernak sapi dari jenis bukan pekerja.
"Daging sapi lokal nggak bisa dipakai steak, karena memang jenisnya bukan sapi yang nggak pernah kerja. Kalau sapi kita banyak otot," kata dia.
Selain itu, ia menyarankan memilih daging yang masih segar, serta warna daging yang masih kemerah-merahan sempurna. Kemudian dimasak dengan kematangan wagyu yang paling bagus yaitu di tingkat medium
"Jangan welldone dan medium well ya," tegasnya.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?


Sudah Rajin ke Gym tapi Hasil Tak Terlihat? Ini 8 Kesalahan yang Menghambat Progres

Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya