CIMB Niaga Syariah Ingin Rilis Sukuk Rp2 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 28 Maret 2019 09:43
CIMB Niaga Syariah Ingin Rilis Sukuk Rp2 Triliun
Untuk apa?

Dream – Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) berencana untuk mengeluarkan sukuk pada tahun 2019. Nilainya mencapai Rp2 triliun.

“ (Sukuk dirils) untuk support pertumbuhan,” kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, di Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

Pandji menargetkan banknya tumbuh 30 persen tahun ini. CIMB Niaga Syariah ingin mendapatkan tambahan modal. “ (Pertumbuhan) itu, kan, harus di-support dari tambahan modal, dana pihak ke tiga, dan sukuk,” kata dia.

Menurut Pandji, instrumen keuangan syariah tak menjadi keharusan bagi CIMB Niaga Syariah. Mereka akan menerbitkan sukuk ketika harganya rendah.

“ Saya enggak mau nanti pricing sukuk tinggi. Kami, kan, masih UUS, masih bisa leveraging dari induk,” kata dia.

Sebab, lanjut Pandji, CIMB Niaga Syariah tak mau membebani nasabah. “ Jangan sampai pricing sukuk tinggi, lalu saya samperin customer dengan harga tinggi,” kata dia.

Tahun ini, CIMB Niaga Syariah membidik pertumbuhan sebesar 30 persen. Sementara tahun 2018, CIMB Niaga Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp26,51 triliun.

Kontributor utama pertumbuhan pembiayaan adalah segmen korporasi dan KPR syariah. Masing-masing tumbuh 85,5 persen year on year (yoy) dan 60,4 persen tear on year.

1 dari 1 halaman

CIMB Niaga Syariah Pasang Target Pertumbuhan 30 Persen di 2019

Dream - Unit Usaha Syariah PT CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menargetkan pertumbuhan sebesar 30 persen tahun ini. Tetapi, pertumbuhan difokuskan pada financing atau pembiayaan.

" Tahun ini 30 persen untuk financing," kata Direktur Syariah CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, di Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

Menurut Pandji, salah satu pertimbangan dalam penetapan target tersebut yaitu situasi pada 2019. Mengingat ini adalah tahun politik, CIMB Niaga Syariah fokus pada lini pembiayaan dan ketersediaan dana.

" Saya mau tumbuh 30 persen, tapi fokus kepada financing daripada tumbuh besar-besar, tapi korbanin NPF (non performing financing)," kata Pandji.

Lebih lanjut, target pertumbuhan yang sama juga ditetapkan untuk laba dan aset. Menurut Pandji, dua lini ini diupayakan tumbuh 30 persen.

" Laba otomatis juga segitu. Aset juga," kata Pandji.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis