3 Bank Syariah Dititipi Dana Stimulus PEN Rp1 T, Ini Pesan Asbisindo

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 27 September 2020 07:00
3 Bank Syariah Dititipi Dana Stimulus PEN Rp1 T, Ini Pesan Asbisindo
Tiga bank syariah mendapat jatah penempatan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masing-masing senilai Rp1 triliun.

Dream - Pemerintah menempatkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sejumlah bank syariah. Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) menyambut baik penugasan tersebut.

Ketua Umum ASBISINDO, Toni E. B. Subari, mengatakan ada tiga bank syariah yang mengemban penugasan itu, yaitu Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah. Masing-masing bank menampung dana Rp1 triliun.

" Alhamdulillah, kami sangat mendukung program PEN tersebut," kata Toni dalam webinar Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah: Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat 25 September 2020.

Penempatan dana pemerintah di bank-bank syariah menggunakan tingkat bunga BI-7 Daya Repo Rate tiga bulan. Angkanya di kisaran 3,84 persen minus 1 persen.

" Jadi, setara 2,8 persen. Itu dana yang cukup murah," kata dia.

 

1 dari 2 halaman

Dana Akan Disalurkan Jadi Pembiayaan

Sekadar informasi, dana yang ditempatkan pemerintah di bank syariah ini tak hanya menyasar sektor UMKM, tetapi juga konsumsi. Toni mengatakan dana ini bisa memenuhi kebutuhan produktif dan konsumtif.

" Insya Allah (dana stimulus) bisa menggerakkan ekonomi," kata dia.

Ekonom Fauzi Ichsan, mengingatkan bank syariah untuk berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabah. Dikatakan bahwa risiko pembiayaan akan meningkat dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

" Bank BUMN harus jeli dana tersebut bisa disalurkan kepada debitur yang bonafit, sehat, dan risiko gagal bayar yang relatif rendah," kata Fauzi.

 

2 dari 2 halaman

Kuat Bertahan di Tengah Pandemi

Fauzi mengatakan industri perbankan syariah memiliki ketahanan yang kuat di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank syariah ada di angka 20-22 persen pada Juli 2020.

" Di atas batas kesehatan bank secara industri di 12-14 persen," kata dia.

Selain kecukupan modal, ketahanan perbankan syariah juga terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF).

" NPL perbankan umumnya naik, sementara NPF perbankan syariah--kecuali bank syariah BUKU 1--turun," kata dia.

Beri Komentar