3 Tips Ingatkan Rekan Kerja Pemalas, Halus tapi Nonjok!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 Agustus 2018 07:15
3 Tips Ingatkan Rekan Kerja Pemalas, Halus tapi Nonjok!
Jangan segan melakukan yang nomor 2 jika kondisi sudah darurat.

Dream – Kamu menghabiskan waktu setiap hari untuk mengerjakan pekerjaan dan tugas dari kantor. Berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan bisa segera selesai dengan hasil sempurna.

Tapi, di sisi lain, rekan kerja kamu justru leyeh-leyeh. Terlihat santai bahkan sering menunda pekerjaan. Waktunya lebih banyak dipakai untuk mengobrol dengan orang lain.

Tingkah rekan kerja ini bisa membuatmu jengkel, kan? Tentu hasrat ingin menegur muncul, terutama untuk mengingatkan dia lalai terhadap pekerjaan.

Tapi, kamu bukan manajer. Jadi, harus bagaimana?

Berikut ini adalah tiga kalimat yang efektif untuk menegur rekan kerja yang malas tanpa dicap bossy, dilansir dari The Muse, Rabu 29 Agustus 2018.

Ingatkan Konsekuensi Menunda Pekerjaan

Rekan kerja sering menunda pekerjaan. Ketika kamu ingin menegurnya, jangan sungkan untuk mengingatkan dampak negatif pekerjaan yang tertunda.

Kamu bisa menggunakan kalimat “ pekerjaan yang tak selesai, maka ini yang terjadi”. Dengan begini, kamu bisa mengingatkan mereka untuk tidak semakin menunda pekerjaan. Sebab, akan ada konsekuensi jika pekerjaan terus molor, misalnya bonus poin hilang.

Tegaskan Harapan Bos kepada Tim

Kamu tak ingin menyeret atasan untuk masalah ini. Tapi, ini tak berarti kamu tak bisa mengingatkan harapan atasan terhadap tim ketika mengingatkan rekan kerja.

Sayangnya, tak semua orang adalah pekerja yang teliti. Itu berarti rekan kerjamu tak peduli dengan apa yang dipikirkan tentang mereka atau etika kerjanya. Gunakan cara ini untuk mengingatkan rekan kerja bahwa pengawas melihat karyawan apakah bisa memenuhi yang dijanjikan.

Tawarkan Bantuan

Rekan kerja yang tak kunjung merampungkan pekerjaan, bisa jadi karena terganjal kendala pekerjaan. Bisa jadi mereka “ buntu”, bingung, atau keteteran. Untuk itu, tak ada salahnya menawarkan bantuan kepadanya.

1 dari 2 halaman

Benarkah Generasi Millenial Tergolong Malas?

Dream – Ada fakta mengejutkan tentang generasi millenial. Tak hanya malas bekerja, rupanya generasi Y ini juga malas untuk berinvestasi.

“ Milenial ini orangnya malas-malas, ya. Mereka nggak mau terlalu capek bekerja, tapi ingin gajinya tinggi,” kata CEO Jouska Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno di sesi diskusi Bukatalk, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 25 April 2018.

Namun, kata Aakar, kemalasan ini justru mendorong generasi milenial untuk menjadi kreatif dan inovatif.

Tak hanya di bidang karier, generasi milenial juga malas untuk berinvestasi. Sebab, mereka tak punya pengetahuan dan pengalaman untuk hal ini.

“ Sedangkan, imajinasi untuk memiliki uang yang banyak hanya bisa dilalui oleh pengalaman,” kata dia.

Aakar melanjutkan, generasi millenial perlu berinvestasi sejak dini karena kehidupan diliputi ketidakpastian. Instrumen yang cocok untuk generasi ini, lanjut dia, adalah aset kertas atau paper asset.

Paper asset adalah aset yang berbentuk kertas, seperti saham, reksa dana, deposito, dan sukuk. “ Dananya tidak terlalu besar, bisa dimulai dengan Rp100 ribu,” kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika Tulus)

2 dari 2 halaman

Nggak Melulu Negatif, Sifat Malas Bermanfaat Buat Karier?

Dream – Seberapa sering kita menggunakan kata malas untuk menggambarkan diri sendiri? Kita kerap melabeli diri sebagai pemalas karena orang tua pernah memanggil kita dengan sebutan itu saat tidak membantunya mencuci piring.

Sebutan itu tak sadar pernah diucapkan saat anak menunda menyelesaikan PR dan baru merampungkannya di sekolah keesokan paginya.

Ya, malas ini identik dengan kurangnya motivasi. Ini sama saja dengan kegagalan untuk mengetahui bahwa kamupunya kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Tapi, apakah malas bisa menjadi sesuatu yang positif? Tenyata jawabannya Bisa.

Ada empat cara malas bisa memberikan dampak positif bagi kita di dunia karier.

Pertama, bisa meningkatkan fokus

Pernah dengar istilah “ sistem kebut semalam (SKS)”? Ya, cara kerja ini memang sering diterapkan oleh pemalas. SKS bisa meningkatkan ketajaman fokus untuk mengerjakan suatu tugas. Meskipun begitu, sistem kerja last minute memberikan sedikit waktu untuk mengerjakan tugas. Jadi, risiko kesalahan pada tugas, bisa semakin besar.

Kedua, membuat Anda lebih efisien

Punya sikap malas ini, pada dasarnya, berarti ingin melakukan hal yang lebih sedikit. Sikap ini mendorong seseorang untuk menemukan cara yang lebih efisien untuk menyelesaikan tugas itu.

Ketiga, mendorong kreativitas

Dosen psikologi senior di University of Central Lancashire, Sandi Mann, mengatakan malas bisa membuka gagasan kreatif. “ Ketika bosan, kita mencari stimulasi saraf. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah masuk ke dalam dan membiarkan pikiran kita mengembara. Ketika tersadar, kita bisa melihat berbagai hal secara berbeda dan melihat cara baru dalam melakukan sesuatu,” kata Mann.

Keempat, bisa membereskan tugas-tugas yang kecil

Biasanya orang lebih terbiasa mengerjakan tugas-tugas yang besar. Tugas yang kecil acapkali terabaikan atau tak terlihat sama sekali. Orang yang malas biasanya menyelesaikan tugas-tugas yang kecil sebelum fokus kepada tugas yang besar.

Sumber: Lifehack.

Beri Komentar