4 Fakta di Balik Tutupnya Giant, Apa Saja?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Agustus 2021 09:35
4 Fakta di Balik Tutupnya Giant, Apa Saja?
Mulai Agustus, ritel ini tak lagi beroperasi di Indonesia.

Dream – Giant akhirnya tutup. Pada akhir Juli 2021, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) —yang mengelola brand Giant— menutup semua tokonya di Indonesia. Perseroan berencana mengubah gerai Giant menjadi brand-brand ritel lainnya.

Penutupan ritel ini menyisakan sejumlah kenangan bagi konsumen dan para pegawainya. Misalnya, beredar video yang menunjukkan toko diserbu oleh masyarakat saat beri diskon gede-gedean.

Ada juga video pengunjung terakhir toko Giant melambaikan tangannya kepada para karyawan toko. Ditambah lagi ada video perpisahan mengharukan antara karyawan Giant kepada masyarakat dan internal toko.

Dirangkum berbagai sumber, berikut ini adalah sederet fakta penutupan Giant yang dihimpun oleh Dream, Selasa 3 Agustus 2021.

1 dari 4 halaman

Ganti Bisnis

Dalam keterbukaan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Direktur HERO, Hadrianus Wahyo Trikusumo, mengatakan, perusahaan akan memfokuskan investasinya di brand yang dimiliki seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Perusahaan menilai supermarket ini punya potensi yang lebih tinggi daripada Giant.

“ Selain itu, perseroan juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket,” kata Hadrianus di Jakarta.

Keputusan ini diambil sebagai respons cepat untuk menghadapi beradaptasi terhadap perubahan pasar. terutama, beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir.

“ Rencana ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Mulai Kewalahan dalam Dua Tahun Terakhir

Sebenarnya, Giant sudah mulai kewalahan selama dua tahun terakhir. Pada 2019, ritel ini telah menutup enam gerai di Indonesia.

“ Seperti telah diketahui bersama, keenam toko yang akan mengakhiri transaksi di bulan Juli,” ujar dia.

Penutupan gerai itu berdasarkan kepada persaingan semakin ketat di industri ritel makanan di Indonesia. Tak hanya itu, perubahan pola belanja konsumen pun ikut jadi penyebab penutupan operasional Giant di Indonesia.

3 dari 4 halaman

Sisakan Kenangan bagi Masyarakat

Berhenti operasionalnya Giant menyisakan sejumlah kenangan dan kesedihan. Banyak warganet yang merasa sedih ritel ini harus berhenti beroperasi.

Mereka menyebut Giant menjadi salah satu tempat belanja yang nyaman. Malah, ada yang pernah menjadi karyawan dan merasa sedih.

“ Pernah jadi keluarga besar PT Hero Group. Sedih gini lihatnya,” tulis @ir.fan.tse, seperti yang berada di unggahan Instagram @top_world.id.

4 dari 4 halaman

Dapat Kompensasi

Sebagai imbas penutupan ritel Giant di Indonesia, para karyawannya mendapatkan pesangon dari perusahaan. Nilainya mencapai Rp100 juta.

Dikutip dari akun @top_world.id, ada karyawan Giant Serpong yang mendapatkan pesangon Rp100 juta. Ini pun belum termasuk BPJS Ketenagakerjaan yang belum dicairkan. Disebutkan bahwa dana itu akan ditabung untuk keperluan pendidikan anak kalau dewasa.

Beri Komentar